Al- Bukhari, Ulama Hadits yang Paling Terkenal

Al- Bukhari adalah Ulama Hadits yang Paling Terkenal. Kemasyurannya disebabkan oleh usahanya mengumpulkan hadits yang dia himpun dalam kitab Jami’al-shahih. Kitab itu oleh kaum muslim dianggap sebagai kitab islam yang paling ulia dan utama setelah Kitabullah.

Al- Bukhari

Pada Zaman Al- Bukhari  medan hadits adalah bagaikan lautan yang sangat luas yang bercampur antara hadits shahih dan hadits palsu, antara yang benar dan yang buatan. Hadits telah digunakan sebagian orang sebagai mata pencaharian hidupnya. Mereka menghilangkan batas batas hadits shahih. Mereka menjadikan hadits sebagai alat untuk mendekati penguasa, mereka membaik baikan  cara periwayatannya.

Keadaan bobrok seperti ini menggelisahkan orang yang bertakwa dan ulama. Mereka menyadari bahwa kondisi seerti itu sangat mempengaruhi perjalanan agama ini. Mereka khawatir dengan kondisi semcam ini agama islam akan menghadapi bahaya seperti yang telah dialami oleh agam lain sebelumnya, ketika penganutnya telah menyelewengkan kitab suci mereka sendiri.

Bagaimana cara Al- Bukhari menyelamatkan Hadits hadits Shahih

Sebagian orang melakukan usaha memerangi munculnya berbagai macam hadits dengan membuat hadits tandingan agar tidak muncul hadits hadits buatan. Namun sebagian orang seperti Al- Bukhari  dan muslim tidak mau melakukan hal tersebut. Dia kemudian menciptakan dasar dasar ilmu hadits, serta ukuran ukuran yang jelas dan pasti mengenai cara menyeleksi hadits hadits shahih.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Ketika memilih hadits hadits shahih tersebut Al- Bukhari telah menampakkan kecerdasan dan kecermelangannya. Dia menyeleksinya dengan teliti, Al- Bukhari amat teguh dalam memegang amanat dalam mengemukakan isi hadits yang diriwayatkannya. Dia keluarkan segala cara upayanya untuk sampai kepada tujuan yang hakiki dengan cara yang paling baik.

Ukuran utama yang dia jadikan sebagai pedoman adalah mengecek kebenaran para perawi hadits, ahli hadits, berikut identitas mereka. Disamping itu Al- Bukhari juga meneliti ketakwaan orang orang yang terlibat dalam mata rantai periwayatan, dari kejujuran dan ketidakterlibatan mereka dalam fanatisme golongan, mazhab atau kaum mereka.

Jika mereka terbukti bersih dan tidak tersangkut dalam hal hal itu dan tidak pernah dengan sengaja berbohong terhadap Nabi, maka dianggap mereka sebagai orang yang bisa dipercaya. Jika ada ketersambungan zaman dengan orang orang yang meriwayatkan hadits, dan nama mereka tercantum dalam mata rantai perawi hadits itu, maka oleh Al- Bukhari hadits itu dianggap shahih.

Dalam shahih nya Al- Bukhari telah menetapkan bahwa hadits shahih adalah hadits yang keshahihannya disepakati oleh rawi tsiqat yang meriwayatkan dari seorang sahabat yang masyur, yang tdk terjadi perselisihan pendapat diantara para tsiqat itu sendiri.selain itu mata rantai tsanat harus bersambung, tidak terputus.Syarat yang diterapkan oleh Al- Bukhari hampir tidak diterapkan oleh ulama lainnya.

Bagaimanakah kepribadian Al- Bukhari itu sendiri

Al- Bukhari dikenal sebagai orang yang pemalu, tawadhu, meskipun ilmunya sangat luas  . Dia sendiri berkata”Aku berharap untuk berjumpa dengan Allah, dan Dia tidak menghisab diriku bahwa diriku ini telah melakukan gunjingan terhadap orang lain”

Ucapannya ini dibuktikan dengan caranya menyeleksi hadits dan mendaifkannya. Jika dia menemukan seorang perawi hadits yang tidak diterima atau tertolak, dia mengatakan ” Ada sesuatu dalam dirinya” atau ” Mereka tidak berkata apa apa tentang dirinya”.

Jarang sekali Al- Bukhari mengatakan dengan terus terang misalnya ” Fulan itu seorang pembohong”

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)