Budidaya Tanaman Obat Keluarga

Budidaya tanaman obat yang bisa kita lakukan sendiri di rumah….

Untuk mengembangkan tanaman obat ada tiga hal penting yang perlu mendapatkan perhatian yaitu: Benih tanaman, media tempat menanam dan terakhir adalah pemupukan.

Berikut ini akan kita bahas detail tentang cara budidaya tanaman obat.

Budidaya Tanaman Obat Keluarga meliputi Benih, media tanam dan pemupukan

Budidaya Tanaman Obat keluarga :

A. Benih tanaman

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Di habitat aslinya, berbagai tanaman obat dapat tumbuh begitu saja. Benihnya bisa berasal dari biji, stek, rimpang, Contoh tanaman obat yang benihnya dari biji adalah meniran dan mengkudu. Dari stek adalah belimbing, dari rimpang adalah temulawak dan kunyit.

Benih yang akan disemaikan atau ditanam harus memiliki persyaratan sebagai berikut :

  • Berasal dari induk yang baik, yaitu pertumbuhannya pesat, sehat dan jika tanaman tersebut berbuah maka buahnya harus banyak.
  • Sebaiknya bibit diambil dari buah yang sudah tua jika dari biji dan tanaman yang sudah tua kalau dari stek atau rimpang.
  • Benih tidak cacat akibat serangan hama, bernas dan besarnya seragam, cara mengetahui sebuah bibit bernas ataau tidak bisa dilakukan dengan cara merendamnya dalam air. Jika tenggelam berarti benih terebut bernas dan jika mengapung artinya tidak bernas dan harus dibuang.

Benih tanaman terdiri atas tiga kategori yaitu:

  1. Benih dari biji
  • Benih yang berasal dari biji harus disemaikan terlebih dahulu dalam bedengan atau tanah tempat pembenihan.
  • Bedengan dibuat berbentuk segi empat dengan ukuran 1×3 m yang berisi pasor dan serbuk gergaji atau campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1
  • Setelah berumur 2-3 minggu , benih ditanam dilahan dengan jarak 30-40 cm. Dengan jrak terebut populasi bisa mencapai 35.000 tanaman per hektar.

Tahapan atau Cara menanamnya:

  • Benih dibenamkan dalam lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang dankompos.
  • Pupuk ini diberikan 2-5 hari sebelum benih ditanam
  • Jika sudah berumur 2-3 bulan biasanya tanaman obat sudah bisa dipetik untuk diramu.
  1. Benih Stek
  • Penanaman benih stek dilakukan dengan menggali lubang tanah 20x20x20 dengan jarak antara lubang 5 meter untuk tanaman keras seperti alpukat dan jarak 30-40 cm untuk tanaman jenis perdu.
  • Media tanam yang digunakan berupa campuran tanah galian dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:5
  • Setelah tanaman tumbuh diberi pupuk ZA dengan takaran 1 ons per tanaman atau tergantung jenis tanaman.
  • Pupuk dimasukkan disekitar batang tanaman tetapi tidak terlalu dekat dengan batang, jika terlalu dekat akan terjadi pembusukan pada akar dan batangnya.
  • Pemupukan bisa dilakukan dengan 500 gr ZA dilarutkan dalam 10 liter air untuk satu tanaman, cara ini dilakukan sebulan sekali.
  • Menjelang berproduksi tanaman diberi pupuk TSP dan ZK sesuai dengan kondisi tanahnya.
  1. Benih rimpang

Jarak tanam benih rimpang tergantung dari jeninya. Misalnya untuk temulawak bisa ditanam dengan jarak 40 cm. Media tanam yang digunakan adalah tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2. Benih yang digunakan sebaiknya tua, tidak cacat dan bernas.

Budidaya Tanaman Obat -lahan

B. Tanah tempat tumbuh

Media tanam untuk tanaman obat bisa berupa pot atau langsung di kebun, sebaiknya diusahakan pot yang sesuai dengan jenis dan besar tanaman agar tidak mengganggu pertumbuhannya. Disampin gitu bagian bawah pot harus meiliki lubang yang cukup untuk aliran air agar tanaman tidak busuk.

Tanah yang digunakan bisa berupa tanah kebun, tanah liat atau tanah berpasir.

**********Tanah kebun yang subur biasanya mudah ditemukan tetapi sering diikuti hama, seperti bekicot, telur kumbang atau bibit penyakit lainnya. Hama hama terebut bisa diatasi dengan memberi fungisida atau pembasmi jamur seperti fermate dan triscabol dan insektisida atau pembasmi serangga seperti basudin dan aldrin.

**********Jika media yang digunakan tanah liat, tanah harus dicampur degan kompos atau pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Hal ini karena tanah liat sedikit sekali mengandung zat organik dan sangat kuat mengikat air yang membuat udara tidak mudah masuk. Selain itu, tanah liat ini susah di tembus akar.

*********Tanah berpair umumnya gembur, tidak mampu menahan  air dalam waktu lama, sehingga kandungan haranya sedikit. Tanah seperti ini harus dicampur pasir 20% dan kompos 30%. Bisa juga campuran dari abu sisa pembakaran sampah dapur atau sampah organik lainnya seperti jeramii atau daun kering.

Jika benih akan ditanam dikebun, tanah kebun secara mekanis harus menunjang tumbuhan untuk bisa berdiri kokoh. Disamping itu harus memberi ruang pada tanaman untuk memperoleh unsur hara. Sebab unsur hara yang tepat bisa membantu kesuburan tanaman.

Tanah untuk menanam tanaman obat juga harus gembur lengkap dengan unsur kimianya, terutama NPK dan memiliki jasad renik.

Budidaya Tanaman Obat – Waktu dan Cara pemupukan yang tepat

C. Pemupukan

Agar tanaman cepat tumbuh, diperlukan berbagai unsur kimiawi. Berbagai jenis pupuk bisa digunakan untuk menyuburkan tanah, tergantung kondisi tanah itu sendiri. Unsur C, H dan O diambil dari udara oleh mulut daun, unsur lain diisap oleh rambut rambut akar dalam bentuk ion. Selain untuk tumbuh unsur unsur itu dibutuhkan sebagai cadangan makanan dalam tubuh tanaman.

Waktu  pemupukan:

Pupuk yang bekerja perlahan dan sukar larut seperti pupuk P, harus diberikan sebelum tanaman ditanam.

Untuk tanaman semusim dan tanaman tahunan, unsur P seharusnya diberikan paling sedikit seminggu sebelum penanaman. Sementara itu pupuk yang kerjanya cepat dan mudah larut, seperti N, diberikan sesudah tanaman aktif.

Sebaiknya pemberian pupuk dilakukan pada waktu air tanah cukup banyak, tidak kering atau berlebihan, sehingga pupuk tidak ikut mengalir terbuang. Jika pemupukan dilakukan pada musim kering , akar tanaman akan habis terbakar.

Cara pemupukan:

Dalam pemupukan harus diperhatikan dangkal dan dalamnya akar, serta dekat jauhnya dari pangkal batang. Pupuk sebaiknya ditanam didalam tanah agar ertutp lapisan tanah, sehingga tidak menguap atau larut terbawa banjir.

Untuk tanaman yang akarnya dibutuhkan pupuk yang mudah terikat oleh butir tanah, seperti urea atau ZA, sebaiknya pupuk yang tidak mudah larut ditempatkan dekat dengan akar tanaman.

Dosis pupuk diberikan berbeda beda, tergantung jenis tanaman dan tanahnya. Untuk tanaman obat perlu dipikirkan secara ekonomis guna menghindari pemborosan biaya dan menghindari tanaman kelebihan dosis pupuk.

Sumber : Informasi seputar Budidaya Tanaman Obat

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)