Episode jodha akbar Bag. 11 – Perjalanan Jodha Jalal Kembali Ke Agra

Pada episode 10  Episode jodha akbar  indonesia diceritakan bahwa Jalal hampir melakukan penyerangan pada Raja Dwipagardh yaitu ayah Pangeran Mahendra, suami dari Sukanya. tetapi teriakan Jodha mengingatkan janjinya pada istrinya itu kalo tidak akan melakukan penyerangan pertama kali…..

Episode jodha akbar bag. 11.

Dengan serta merta Jalal memasukkan lagi pedangnnya dan tersenyum. “Aku tak akan lakukan penyerangan karena janjiku pada Ratu Jodha, hitunglah keberuntunganmu”

Jodha JalalJalal berjalan menuju Sukanya yang sedang menangis . Jalal kemudian berkata ” Sekarang kau sudah menikah Sukanya, Pengantin harus diberikan hadiah setelah menikah. Hadiahku untuk Pangeran Mahendra adalah aku ampuni ayahmu, Sedangkan hadiahku untukmu  Sukanya akan aku berikan Benteng Ratanpur kepadamu dan kupastikan Dhavalgarh akan aman kembali”

Jalal hanya ingin memberikan pelajaran kepada Raja Achalsingh atau ayah Mahendra, dengan siapa mereka membuat kesepakatan. “Dan hadiah tak boleh dituntut, hadiah haruslah diberikan dengan sukarela. Oleh karena itu aku berikan Ratanpur dengan sukarela padamu, dan gulungan ini adalah bukti bahwa Benteng Ratanpur adalah milik mu Sukanya”

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Jalal menyerahkan gulungan sebagai bukti kepemilikan Benteng Ratanpur oleh Sukanya. Sukanya menangis dan terharu melihat keberanian dan kebaikan hati kakak iparnya. Semua senang melihat apa yang telah Jalal lakukan, Jodha dan Permaisuri Mainawati, bahkan Raja Bharmal terlihat terharu.

Hanya Adam khan, Maham anga dan Syarifuddin saja yang tampak sangat kecewa dengan keputusan Raja jalal. Tapi mereka tak bisa berbuat apa apa karena keputusan Raja adalah mutlak.

Jodha seperti biasa mendatangi Jalal untuk menanyakan sesuatu. Kenapa benteng yang sudah diberikan kepada Raja Achalsingh, direbut kembali dan diberikan pada Sukanya.

Jalal kemudian menceritakan kepada Jodha tetang arti dari benteng tersebut. Dulu sewaktu masih kecil Ayahnya pernah mengajaknya ke Puncak tertinggi benteng tersebut dan berkata “Suatu hari nanti kau harus menakhlukkan semua tanah yang kau lihat dari atas benteng ini Jalal”

“Kalau benteng itu begitu berarti bagimu kenapa kau memberikannya pada Sukanya?” Kemudian Jalal berkata ” Sebenarnya itu semua untuk mempererat hubunganku dengan keluargamu, keluargamu akan lebih perduli padaku dan kau lebih menghormati keluargaku”

“Sebenarnya ada 2 alasan untuk itu Jodha, alasan pertama adalah aku sudah menakhlukkan tanah lebih dari yang terlihat dari benteng itu, dan yang kedua adalah aku tidak memberikan itu kepada Putri Amer tapi kuberikan kepada adek dari Ratu Dinasti Moghul”

Jodha hanya terdiam dan pergi begitu saja….

Episode jodha akbar selanjutnya…

Dalam perjalanan menuju Agra Jodha sakit  –  Episode jodha akbar bag. 11

Episode jodha akbarEpisode jodha akbar dimulai dengan Perjalanan rombongan Jalal  kembali ke Agra…Pada zaman itu orang belum memiliki alat untuk memperkirakan cuaca. Sulit untuk menentukan kapan musim dingin akan berubah dan angin dingin yang keras akan bertiup. Dan pada hari itu mereka menghadapi angin yang sangat dingin dan kencang. Jalal meminta Atgah khan iuntuk menghentikan rombongan dan membuat tenda di tempat tersebut.

Jodha nampak sekali kedinginan dan kelihatan sakit, Jalal mendatanginya kekamar. Selama dikamar Jalal terus saja memandanginya, Jodha sudah berpikir yang bukan bukan, padahal Jalal hanya ingin menarik tirai kelambu agar Jodha merasa lebih hangat….hehehe

“Kau lupa menarik tirai Ratu jodha”..kemudian Jalal pergi ke tempatt tidurnya sendiri. Jodha tampak lega.

Setelah melihat Jodha tertidur, Jalal mendatanginya, memandangi wajah Jodha dengan penuh cinta. Dia teringat kembali masa masa dimana pertama kali melihat Jodha dan merasa tertarik untuk memilikinya.

“Cinta adalah perasaan terbesar”

“Cinta membuat emosi kuat”

“Cinta membuat dunia berputar”

“Cinta bisa mengalahkan segalanya”

Saat Jalal ingin mengusap rambut yang menutupi wajah Jodha, Jodha terbangun dan kaget begitu tahu wajahnya menempel di telapak tangan Jalal. Jodha marah sekali “Aku sudah memberitahumu Yang Mulia, kita memang menikah tapi hubungan kita tidak normal. Kenapa kau tak paham ? Biarkan aku sendiri ”

“Aku hanya…” Jawab Jalal

“Jangan banyak alasan, aku kekamarmu karena ibumu yang menyuruhku. aku tak ingin menyakiti perasaannya, tapi bukan berarti kau boleh menyentuhku tanpa persetujuanku. aku tak mau lagi disini”.

“Tunggu Jodha, diluar sangat dingin. nanti kau bisa sakit. Dan sangat berbahaya diluar sana ”

“Aku akan berbahaya jika terus berada disini, aku siap hadapi rasa dingin” Jodha keluar meninggalkan kamar Jalal.

Jalal menyusul Jodha dan melihatnya duduk dibawah pohon. “Ratu Jodha masuklah kedalam, kau salah paham aku tak bermaksud seperti itu. Disini anginnya kencang, kau akan sakit kedinginan. Kau adalah Ratu Moghul, ayo masuklah kedalam”

“Aku putuskan tetap disini, aku tak percaya padamu” kata Jodha. “baiklah Ratu Jodha, aku ingin tahu sampai berapa lama kau akan bertahan. Selamat malam Ratu Jodha” .Jalal kemudian pergi meninggalkan Jodha.

Jalal kembali ke tempat Jodha, dan melihat Jodha sudah pingsan, Kemudian Jalal membopong Jodha kembali ke tenda. Jalal tampak sedih, Ibu permaisuri Hamida juga terlihat cemas. Hanya Maham anga yang tersenyum melihat kondisi Jodha.

Tabib meminta bicara 4 mata saja dengan Jalal. Jodha ternyata menderita hipotermia, ia tak bergerak, jantungnya juga lemah. Obat obatan tidak akan mampu menyembuhkannya. Ia harus disadarkan, untuk itu harus menghangatkan darahnya, hanya suami yang bisa membantu. kau sudah tahu apa yang saya maksudkan…..Jalal kaget, tidak tahu harus bagaimana. Disatu sisi ia harus menyelamatkan Jodha satu sisinya dia sudah berjanji pada Jodha.

“Mana yang harus aku pilih” Guman Jalal.

Maham anga yang meminta Rezam untuk mendengarkan pembicaraan Jalal dan Tabib senang luar biasa. Karena ia berpendapat bahwa Jalal akan mencampakkan Jodha setelah berhasil mendapatkannya.

Episode jodha akbar , Anggota Dewan Istana Melarang Jalal menduduki Istana..

Keesokan harinya, Jodha telah tersadar. Dia melihat Jalal mengusap tangannya dan kaget

“Kenapa aku bisa ada disini” Tentu saja aku yang membawamu siapa lagi….

Maham anga datang dan berkata pada Jodha. Bahwa semalam dia sudah menjadi istri Jalal yang sesungguhnya, dia datang untuk mengucapkan selamat dan memberikan hadiah kepada Jodha…

Jodha meminta penjelasan Jalal akan apa yang terjadi tadi malam. Paduka raja mengatakan bahwa ia akan melakukan apapun yang dianggapnya benar, dan tak seorangpun bisa menghentikannya. Jodha langsung lemas….

Sepanjang perjalanan ke Agra Jodha gelisah, dia tidak ingat sama sekali tentang kejadian semalam. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa tak ada apapun yang terjadi diantara keduanya. tapi dia sungguh tak ingat apapun tetang semalam..

Episode jodha akbar – Kedatangan Jalal dan rombongan disambut oleh anggota dewan yang menuntut pertanggung  jawaban Jalal karena telah menundukkan kepala dan menyembah berhala ketika menemani Ratu Jodha ke Kuil. Yang tentu saja itu sangat dilarang ajaran agama mereka. Apalagi Jalal adalah Raja yang seharusnya memberikan panutan bagi rakyat.

Mereka menghalangi jalal untuk menduduki tahta.

Maham anga dengan lantang berbicara ” Kalian adalah para kaum terpelajar, tugas kalian adalah memberikan ajaran yang benar dan tidak memberontak kepada Raja. Kalian telah menghina Raja, Maka kalian telah terbukti bersalah !

Kalian percaya bahwa Raja adalah bayangan Tuhan, dan Raja adalah manusia. Manusia bisa salah, kalian seharusnya meluruskan kesalahan tersebut. Yang aku tahu Paduka Raja adalah pemeluk Agama yang taat dan rajin beribadah. Jika ada perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan dengan jalan diskusi bukannya memberontak seperti ini .

Dengan bersikeras dan mencoba menghukum paduka, kalian telah menjauhkan diri dari paduka. Dan kalian akan menyesal nanti. Kalian telah lupa , biar aku ingatkan. Kita semua terlindungi disini karena paduka Raja. Kerajaan Moghul didirikan di India bukan oleh Agama. Tapi justru Agama dikenalkan disini karena Raja seperti Yang Mulia”

Aku minta maaf katakan ini semua pada kalian, tapi sebagai perdana menteri Kerajaan Moghul, Jika aku diam saja Tuhan tidak akan ampuni aku”

Atgah kan menimpali ” Kalian semua orang terpelajar dan ahli agama, kalian tak dibenarkan menghalangi perjalannan Raja menuju istananya”

“Agama telah mengatakan semua Atgah Khan, dan Meskipun Maham anga telah mengatakan banyak hal kami tidak akan terpengaruh. Raja bertanggung jawab kepada rakyat. Rakyat sepakat dengan kami. Raja harus menjawab semua pertanyaan kami, kalau tidak ia tidak boleh duduk di tahta!” Seru salah seorang anggota dewan.

“Baiklah , aku jawab. Kalian yang telah mengajarkan aku bagaimana  tugas seorang muslim. Aku tetap percaya satu Tuhan dan aku menjalankan tugasku 5 kali sehari.Aku ingat semua yang tertulis di Alquran. Jadi seorang Raja aku sering membuat keputusan, dengan mempertimbangkan syariah. Katakan di mana salahku ?”

“Kau sudah lupa  bahwa menyembah berhala dan praktek agama lain  di larang dalam ajaran agama kita, namun kau lakukan itu. Seharusnya kau tidak pergi ke Kuil, dan seharusnya kau tak menyembah berhala ” kata anggota dewan

Jalal kemudian mengingatkan bahwa waktu dia kecil salah satu dari mereka telah mendoakannya di sebuah kuil di Kerajaan Hindu. Dan Anggota dewan tersebut mengiyakan…skak matt!!!!

Semua  anggota dewan terdiam. Jalal mengatakan bahwa keyakinan tidak terikat tempat, iman berasal dari dalam hati. Dan aku tetap beriman kepada Tuhanku.. aku tetap berdoa kepadanya. Bedanya kalian tak pernah tahu seberapa imanku kepada-Nya. “dan sekarang aku minta ijin untuk masuk” kata Jalal.

“Hatimu telah berada di tempat yang benar, tapi kau telah membuat kesalahan. Untuk menebus kesalahan kau harus melakukan sesuatu. Semua karena Ratu Jodha. Jika tidak ada Ratu Jodha maka kau tak akan kekuil. Kau harus membuat Ratu Jodha seiman denganmu.Hanya itu cara menebusnya”

Jalal meminta waktu satu hari untuk memikirkannya.

Adham khan marah sekali dengan ibunya Maham anga, kenapa dia selalu membantu Jalal dan tidak pernah membantunya untuk menduduki singgasana. Maham anga menjelaskan bahwa hanya Tuhan yang tahu besar cintanya pada Adham. Dia juga menginginkan Adham menjadi Raja, tapi tiddak dengan menggulingkan Jalal. Dia menyadari sepenuhnya posisinya menjadi perdana menteri dan Adham sebagai panglima perang adalah karena Jalal. Jika bukan karena Jalal maka mereka akan tetap menjadi budak. “Dan siapa yang menjamin jika Jalal digulingkan , maka kau akan ditunjuk menjadi Raja?”….

“Bahkan jika kau menyakitiku, tidak akan ada yang bisa menghentikan Jalal dari kemarahannya…

 

See you di episode 12 yah…..

Sumber :Lanjutan Episode jodha akbar

 

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)