Kebencian Pangeran salim Kepada Anarkali …Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.161

Kebencian Pangeran salim sangatlah besar, ia menganggap anarkali sebagai orang yang harus bertanggung jawab akan masa lalunya yang buruk…

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.160- Raja jalal dan ratu jodha sangat bahagia melihat keperdulian salim ketika ibunya terluka, itu menunjukkan bahwa salim masih sayang kepada orang tuanya …meskipun mereka sering sekali terlibat perselisihan…

Salim dan anarkali sama 2 pergi ke dargah untuk berdoa…

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.161 – Pertemuan Pangeran salim dan anarkali di dargah….

===Ketika keluar dari dargah anarkali melihat para prajurit mughal sedang membagikan makanan kepada para fakir miskin, kemudian anarkali bertanya kepada salah satu prajurit, ternyata hari ini adalah pernikahan qutub…

Anarkali sangat kaget mendengar bahwa saat ini qutub akan menikah….ia ragu ketika akan masuk kembali ke dargah, tapi kemudian diputuskan untuk melihat qutub…

Ketika sampai ditempat pernikahan, anarkali tak dapat menahan kesedihannya, dia berlari keluar dargah….

Anarkali menangis sejadi jadinya, ia teringat kembali kebersamaannya bersama qutub…”ya khuda kenapa kau membiarkan aku melihat qutub lagi, ketika aku sudah menjauh darinya…..”

Ratu jodha menghampiri anarkali

Ratu jodha yang sedang membagikan sedekah kepada fakir miskin menghampirinya , dia memegang pundak anarkali….

Anarkali menengok dan teringat bahwa wanita itu adalah ratu jodha mariam uz zamani…

“apa yang membuatmu menangis? sepertinya kau sangat menderita, hidup ini penuh liku likunya ada kebahagiaan juga penderitaan, jangan pernah menyalahkan tuhan. semua yang datang kesini mempunyai tujuan yang sama. berdoalah dengan sepenuh hati, dargah takkan mengecewakanmu…”kata ratu jodha sambil membelai pipi anarkali

Ratu jodha memberinya sebuah ladu kemudian pergi dari tempat itu…

===Anarkali kemudian meyimpan ladu pemberian ratu jodha di selendangnya, ketika tiba tiba matanya melihat qutub….berarti yang menikah pangeran salim, pikirnya…

Seketika anarkali langsung menghampiri qutub dan memeluknya, para prajurit segera mengelilingi mereka, untuk memberikan pengamanan kepada pangeran salim….

“akhirnya aku bisa menemukanmu, ternyata bukan kau yang menikah, aku sangat bahagia…”kata anarkali…

Kebencian Pangeran salim kepada anarkali sangat besar , ia mengepalkan tanganya dan mendorong anarkali dengan kasar…”ada apa qutub??” tanya anarkali

“jaga sikapmu!!!’ kata pangeran salim…

Prajurit  memberitahu anarkali jika yang ada didepanya adalah pangeran salim, calon pewaris kerajaan mughal…

Anarkali tak mengerti, tapi ketika memperhatikan pakaian salim…ia menjadi sadar dengan apa yang dikatakan oleh prajurit itu…

“ini sungguh tak mungkin, kamu qutub kamu bukan salim….”kata anarkali…

Haidar melihat perselisihan itu, dan tersenyum sinis….

Pangeran salim kemudian menyeret anarkali ke ujung ruangan…..”benar, aku adalah pangeran salim , pewaris tahta mughal….aku bisa menghukummu karena telah bertindak tidak sopan, tapi aku  akan memberikan kesempatan padamu agar kamu meninggalkan tempat ini , sekarang juga!!

Pertemuan salim dan anarkali

“dan aku sangat membencimu…aku membenci gadis bernama nadira…kau yang membuatku berpisah dari orang tuaku, dan orang tuamu yang pengkhianat pernah menyerangku diwaktu aku kecil…”kata salim lagi

Anarkali lalu berkata jika salim telah berbohong kepadanya….”kamulah yang berbohong kepadaku!! “teriak salim…

“aku tidak tahu jika kau adalah salim…”ujar anarkali dengan lemah…

“dan sekarang kau sudah tahu, aku bahkan harus menghabiskan hidupku untuk membenci gadis murahan sepertimu!!” kata salim sambil mendorong anarkali ke dinding..

“pergi kau….pergi!!” usir salim…

“Meskipun kebencianku tidak begitu murahnya, aku akan menghabiskannya untuk orang yang rendah seperti dirimu. kau juga berbohong padaku, kau tidak memberitahuku siapa dirimu sebenarnya, aku tinggalkan rumah untukmu, dan sekarang aku tidak punya apa2 karena kaulah yang memaksaku mengubah namaku dan juga mengubur impianku…”kata anarkali…

“cukup!! karenamu hidupku hancur, dan sekrang aku yang akan menghancurkanmu, mereka bilang aku lahir untuk cinta tapi sejarah akan mencatat kebencianku kepadamu!!” kata salim dengan marah…

===Ditempat Shangkuni bai, ia memandang kearah langit….”sepertinya akan hujan, entah apa yang terjadi hujan cinta atau hujan kebencian,. sejarah akan mencatat nama baru salim dan anarkali….”katanya sambil tertawa pada dirinya sendiri…

===Kedua orang yang sedang dilanda kemelut ini kemudian memisahkan diri dan berjalan terpisah, berlawanan arah….

Kebencian salim kepada nadira

===Pangeran salim melihat kearah cermin, ia teringat dengan pertemuan dengan nadira di dargah, juga ketika nadira memberikan kesaksian yang memberatkannya…

“kenapa kau selalu ada dalam pikiranku?? aku sungguh membencimu!!”teriak salim sambil melempar gelas kearah kaca yang hancur berkeping2..

Pangeran salim kemudian mengambil segelas anggur dan meminumnya. kata 2 anarkali terngiang ditelinganya….”tidak !!!!” teriak salim

Haidar datang dan bertanya keadaannya….

“aku akan menghancurkan dia, aku ingin dia merasakan penderitaan yang aku alami” ujar salim

Haidar berkata dia akan memastikan hal itu terjadi pada gadis bernama nadira…

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.161 – Tangisan Raja jalal…

===Anarkali kembali kepada ibu dan ayahnya, kondisi ayahnya semakin memburuk…dia berkata kepada ibunya jika mereka akan meninggalkan agra saat sang ayah membaik…

Anarkali menyembunyikan kesedihan dihadapan ibunya…ia duduk didepan api unggun sambil menitikan air mata. Kebencian Pangeran salim padanya teramat besar…

===Raja jalal sedang berdiskusi masalah politik dengan para menterinya, ia kemudian meminta pendapat salim yang saat itu sedang melamun….

“apapun yang raja putuskan pasti baik. apa yang bisa kulakukan” ucap salim sambil berlalu meninggalkan ruangan…

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Jalal berpikir salim masih marah dan menyalahkannya atas kematian farhan…

===Pangeran salim sedang bersama muraddan danial berlatih memanah, tapi sepertinya salim kurang konsentrasi sehingga selalu meleset…

Pangeran salim dan ibunya

Ratu jodha dan ratu salima mendatanginya….”assalamualaikum mariam uz zamani……”sapa salim, kemudian ia langsung beranjak pergi…

“salim….”panggil ratu jodha. Dia berkata kepada salim jika ia sering melihat salim melamu, ada apakah gerangan…

Pangeran salim hanya berkata tidak ada apa2 yang mengganggu dirinya…lalu ia pergi.

“Apa yang terjadi padanya??” kata jodha dalam hati…

===Raja jalal sedang melihat pedang yang di hadiah kan untuk ulang tahun pernikahanya bersama ratu jodha…

Jodha datang dan meminta jalal untuk menunda pesta karena dia melihat salim sepertinya masih berduka, jalal menyetujui usul istrinya…

===Malam itu rukaiya menunggu jalal diruangannya …”aku sudah terlupakan jalal, karena itulah aku datang…”kata rukaiya mengajak jalal duduk, lalu ia menuangkan anggur untuk jalal…

Raja jalal meminumnya…..”ada apa jalal? kau tak senang aku datang? “tanya rukaiya kemudian ia akan berlalu pergi, tapi jalal menarik tangannya….

“maafkan aku rukaiya jika menyakitimu…kau adalah istri pertamaku, teman ku, aku sedih karena tidak bisa memberimu keturunan. inilah takdir, tapi aku selalu sayang kepadamu, aku selalu memikirkan kebahagianmu. aku senang karena kau tidak merasakan penderitaan yang aku alami sekarang…apalah artinya punya anak jika hubunganya dengan kita memburuk, jika ia salah paham kepada kita…tidak masalah jika itu raja atau orang biasa…”kata jalal sambil menangis..

Raja jalal menangis

Ratu rukaiya bisa merasakan kesedihan suaminya, ia juga ikut menitikkan air mata…”apa yang membuatmu begitu sedih jalal??” kata rukaiya

“apa yang salah denganku rukaiya, anak yang kudapatkan dengan berjalan kaki puluhan kilo, aku selalu berdoa di mandir dan dargah, apa bisa aku berpikir buruk tentang dia? aku sungguh mencintainya, aku bahkan menikahi bella untuk menyelamatkan nyawanya…”kata jalal lagi…

Ratu rukaiya merengkuh jalal dalam pelukannya….

“kau tidak boleh lemah jalal, kau harus kuat, apalagi kau akan merayakan pesta pernikahan…semua orang harus melihatmu bahagia…salim pasti ikut bahagia” bujuk rukaiya..
Jalal berkata jika tak ada pesta pernikahan…jika anak tidak bahagia maka orang tua tidak akan mengadakan pesta..
Kemudian jalal bangkit dan mencium kening rukaiya, lalu ia keluar…
Ratu rukaiya berjanji kepada dirinya dia akan membuat jalal bahagia, dia akan memastikan bahwa pesta pernikahan itu akan dirayakan…”itu adalah janjiku sebagai sahabat terbaikmu jalal”
===Ratu rukaiya segera menemui salim, ia memintanya untuk mengawasi persiapan pesta pernikahan raja jalal dan ratu jodha, semula salim menolak…tapi kemudian ia menurut…
“apapun untuk ibu akan aku lakukan…”kata salim
“sekarang pergilah ke yang mulia jika kau akan mengatur semua persiapan pesta pernikaha…”kata rukaiya, salim mengangguk dan meninggalkan rukaiya…
Ratu rukaiya berkata kepada dirinya sendiri dia bisa melakukan apapun untuk membuat jalalnya bahagia…

Ratu rukaiya dan rencananya

Dikamarnya hosiyar bertanya kepada rukaiya…”aku tidak mengerti dengan dirimu yang mulia ratu, biasanya kau selalu membuat salim agar renggang dengan orang tuanya dan sekarang kau membuat mereka bersama…”

Ratu rukaiya berkata jika ia ingin jodha merasa sakit, saaat jalal berpikir aku adalah ibu yang baik buat salim…

“aku ingin selalu melihat jalal datang kepadaku, hanya aku yang bisa menghapus air matanya. cinta memang aneh, jala bisa melihat air mata dari ratu jodha, dan aku bisa melihat air mata jalal…aku akan membuat jodha menangis keras, dan aku akan melihat jalal tertawa bahagia bersamaku…”ujar rukaiya sengit…

Hosiyar langsung memberikan tepuk tangannya kepada rukaiya….dia sendiri merasa berterima kasih karena dilahirkan ssebagai seorang kasim. shingga dia tidak akan merasakan pertempuran antara perasaan dan pikiran juga rencan2 jahat seperti yang sedang dialami ratu nya…

Ikuti sinopsis selanjutnya ya…

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)