Kisah Mahabharata Lengkap Versi Jawa

Kisah Mahabharata Lengkap Versi Jawa

Setelah beberapa tahun Prabu Abiyasa memerintah kerajaan Ngastina dengan keadilan, kedamaian dan kemakmuran. Namun sang Raja diam diam mempunyai kedukaannya sendiri. Masing masing dari ketiga putranya menderita cacat yang menyedihkan. Putra sulung Destrarata menderita cacat buta. Putra kedua Pandu adalah seorang bulai, sedang putra ketiga Widura lemah yang tidak dapat disembuhkan.

Setelah sekian lama Raja sepuh memutuskan untuk turun tahta dan menghabiskan tahun tahun terakhirnya dengan meditasi keagamaan dan bermatiraga. Karena merasa kebutaannya menghalangi Drestarata untuk mewarisi tahta maka Abiyasa mengangkat Pandu sebagai Raja dengan pengertian bahwa tahta kemudian akan kembali pada keturunan Drestarata. Namun demikian sekali Pandu dinobatkan sebagai raja yang berkuasa berhak untuk menunjuk penggantinya. Ini adalah asal mula perseteruan antara Pandawa (Putra putra pandu) dan Kurawa (Putra putra Destrarata) yang hanya diakhiri dengan perang pamungkas yaitu Perang Bharatayudha.

Kurawa terdiri atass 99 laki laki dan 1 perempuan, Dewi Dursilawati. Tetua mereka adalah Duryudana yang kemudian menjadi Raja Ngastina, anak kedua Dursasana yang kejam, Lalu Citraksa , Citraksi dan kemudian yang lainnya.

Ketika menginjak dewasa anak anak Destrarata mengikat persekutuan yang sangat penting. Duryudana menikah dengan Dewi banowati , saudara perempuan dari Raja mandaraka yang tersohor yaitu Prabu Salya, Sedangkan Dursilawati dinikahkan dengan ksatria sakti dan disegani yaitu Raden Jayadrata.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Pandawa berlima kesemuanya laki laki. Tiga yang paling tua Yudhistira, Bima, Arjuna adalah anak anak dari istri pertama Pandu yaitu Dewi Kunti Nalibrata. Dua yang paling muda sikembar nakula sadewa adalah anak dari istri kedua Pandu. Dewi Madrim, saudara perempuan Prabu Salya. Walaupun Pandu tampil sebagai ayah mreka, pada kenyataannya dia telah dikutuk dengan impotensi dan semua anaknya adalah hasil hubungan Kunti dengan para dewa. Yudistira adalah putra batara Darma, Bima adalah putra Sang Hyang bayu. Arjuna adalah putra Batara Indra

Seperti juga Kurawa, Pandawa muda juga menjalin sekutu yang penting dengan perkawinan. Yudhistira menikah dengan Dewi Drupadi dan Arjuna menikah dengan Dewi Srikandi. Mereka berdua adalah putri putri dari Prabu Drupada dari Cempalareja. Istri Arjuna yang lain Dewi Subadra tidak hanya sepupunya sendiri tapi juga saudara perempuan Prabu Kresna , raja sakti dari Dwarawati.

Syahdan, sebelum pernikahannya dengan pandu Dewi kunti telah memiliki seorang anak dengan Batara Surya. Ayahnya, malu dengan kehamilan putrinya yang belum waktunya, meletakkan si bayi yang belum lahir ke dalam sebuah peti dan mengapungkannya disungai. Sang bayi, seorang anak laki laki diselamatkan seorang kusir sederhana dan diberi nama Karna. Ketika telah menjadi seorang lelaki belia, keahlian militer, pembawaan halus dan sifat kebangsawanannya memukau Kurawa. Mengharapkan dukungan dalam persaingan dengan anak anak Pandu, pangeran Duryudana mendukung dan bersahabat dengan Karna Muda, meskipun ia tak banyak tahu tentang Karna sebenarnya. Berikut ini Buku Kisah Mahabharata dan Baca Kisah Mahabharata

Cerita lengkap Kisah Mahabharata

Kisah Mahabharata – Asal mula terjadinya Perang Bharatayuda

Pandu sendiri tidak berkuasa lama di hastinapura. Dia meninggal ketika Pandawa dan Kurawa masih kecil. Drestarata yang sekali telah dilewati dalam pewarisan tahta menjadi wali hingga mereka dewasa. Baik Kurawa dan Pandawa dibesarkan di Hastinapura dibawah pengawasan Guru Drona dan Bisma yang agung. Sejak awal pandawa dan Kurawa terus menerus bersaing secara sengit. Yang mencapai puncaknya ketika Drestarata memutuskan untuk turun tahta demi putranya Duryudana. Pandawa merasa bahwa hak mereka diabaikan dengan tidak adil, sementara kurawa walau jumlah mereka besar, toh tetap khawatir bahwa kedudukan mereka tidak akan aman selama sepupu mereka yang lebih berbakat dan yang menjadi kesayangan para dewa tetap hidup. Cinta, sebagaimana politik menjadi penggerak utama untuk perselisihan. Duryudana merasa terhina karena Arjuna –Yang paling menawan dari semua pangeran lah- yang sebenarnya memboyong sang putri yang diberikan kepadanya sebagai istri. Memang bahkan setelah menikah dengan Duryudana , Dewi banowati masih terpikat dengan Arjuna dan demikian pula sebaliknya. Suatu kenyataan yang berhasil meracuni lebih lanjut hubungan antar sepupu.

Sangkuni karena kawatir dengan kedudukannya sendiri, atau karena terlalu sayang dengan keponakan keponakanya atau suatu pembawaan naluriah untuk berbuat jahat, yang menghembus hembuskan angin pada persaingan diam diam antar sepupu hingga berkembang menjadi pertikaian terbuka.

Kisah Mahabharata– Sangkuni yang culas dan penuh tipu muslihat

Dengan memanfaatkan kecemasan Duryudana, dia membujuknya untuk mengundang Pandawa dan Ibu mereka Kunti ke suatu pertemuan resmi dengan dalih untuk membahas pembagian kerajaan menjadi dua. Tanpa mengira ada tipu muslihat, pandawa muncul dan menginap d isebuah balai yang indah, khusus dibangun dari pernis yang mudah terbakar. Setelah jamuan makan malam yang mewah dan ramah tamah, Pandawa semuanya beristirahat ke tempat tidur, kecuali Bima yang tetap waspada.

Lalu datang paman mereka yang lemah yaitu Widura , memperingatkan keponakannya Pandawa akan pengkhianatan Kurawa dan menyarankan kepada mereka untuk mengikuti seekor musang putih. Segera sesudah itu orang suruhan Sangkuni membakar paviliun pernis tersebut, berharap menjebak Pandawa yang sedang tidur dalam kebakaran. Tapi Dewi kunti dan kelima putranya tiba tiba menemukan seekor musang putih yang misterius didepan mereka dan melarikan diri dari kematian dengan mengikutinya menuju sebuah jalan bawah tanah dan akhirnya setelah serangkaian petualangan muncul kembali dalam sebuah hutan yang sunyi dan terpencil.

Kisah Mahabharata– Kurawa yang cemburu karena keberhasilan Pandawa

Takut akan kehilangan nyawa mereka, Pandawa kemudian datang ke istana Prabu Matswapati, Raja dari Wirata. Dalam penyamarannya mereka mencari pekerjaan Yudhistira menjadi seorang brahmana terpelajar, Bima menjadi Jagal, Arjuna menjadi guru ttari banci, dan si kembar Nakula Sadewa menjadi gembala. Meskipun Kurawa mencari cari Pandawa tetapi mereka tak menemukan jejak Para Pandawa sama sekali.

Dengan bantuan Matswapati dan sepupu sekaligus saudara ipar Arjuna, Prabu Kresna, Pandawa membuka suatu daerah yang luas dihutan tempat mereka pertama kali mencari perlindungan dan membangun sebuah Istana yang megah dan Indah yang disebut dengan Ngamarta. Maka yudhistira dinobatkan menjadi Raja, Kepemimpinan Yudhistira menjadikan Ngamarta mencapai kejayaan dan kemakmuran. Dari berbagai penjuru orang datang untuk menetap dan bernaung dibawah pemerintahan yang bijak lagi manusiawi dari Pandawa yang lemah lembut.

Pandawa tidak pernah meninggalkan tuntutan mereka , begitu pula Kurawa dengan katakutan mereka. Pada barisan Kurawa bergabung Raden Buriswara , Putra Prabu Salya yang putus asa akan cinta Subadra, sehingga berumpah jika dia tidak dapat menikahinya maka tidak akan menyentuh perempuan lain. Karena Subadra telah menjadi istri Arjuna bahka telah melahirkan anak bernama Raden Abimanyu, maka hanya kematian Arjuna yang dapat menyelesaikan tujuan Buriswara.

Kisah Mahabharata- Permainan dadu antara Pandhawa dan Kurawa yang mempermalukan Drupadi.

Pertumbuhan dan kemuliaan Ngamarta merupakan suatu duri yang membakar hati Duryudana, sekali lagi dia berpaling kepada pamanya Sangkuni, untuk mendapatkan nasehat. Patih yang licik ini menyarankan dia untuk mengundang Pandawa untuk bermain dadu. Yudhistira menyetujuinya meskipun saudara saudara nya yang lain telah memperingatkannya akan akal licik Sangkuni.

Saat bermain dadu, Yudhistira mengalami kekalahan, ia kehilangan harta miliknya, kerajaan dan kebebasannya sendiri, dan akhirnya ia pertaruhkan saudara saudara bahkan istrinya sendiri, Dewi Drupadi. Pandawa tertegun dengan kekalahannya, Kurawa sangat gembira, bahkan Dursasana langsung bangkit untuk merampas Drupadi, mencabik cabik busananya dan menjambak rambutnya hingga terurai. Dengan gemetar menahan marah Drupadi memeringatkan kurawa bahwa Yudhistira tidak berhak mempertaruhkan saudara dan istrinya sehingga baik dia maupun Pandawa lain tidak terikat dengan lemparan dadu terakhir. Drupadi bersumpah dia akan membiarkan gaunnya tetap sobek dan rambutnya akan tetap terurai sampai hari dimana dia akan keramas menggunakan darah Dursasana. Bima juga bersumpah bahwa suatu hari ia akan mencabik cabik lengan Dursasana dengan kukunya dan merobek rahang Sangkuni.

Sekali lagi Pandawa harus kehilangan segalanya, mereka harus kembali mengembara dalam kemiskinan menembus hutan dan mendaki gunung. Kepergian mereka disertai dengan pelayan jenaka lagi setia yaitu Punakawan, Semar , Gareng dan Petruk. Kapanpun Pandawa mengalami keputusasaan, semangat mereka dihidupkan lagi oleh kejenakaan Petruk dan Gareng dan  harapan harapan mereka dibangkitkan kembali oleh nasehat dan kebijaksanaan Semar.

Kisah Mahabharata – Pandawa kembali mampu Bangkit dari keterpurukan

Setelah bertahun tahun berlalu, dengan pertolongan Kresna dan Matspati Pandawa berhasil mengumpulkan kekuatan mereka. Untuk memperkuat persekutuan dinikahkanlah Raden Abimanyu dengan Dewi Utari, putri dari Raja wirata. Anak yang dilahirkan Utari nantinya diramalkan akan memerintah Jawa dalam kedamaian dan kemakmuran dan akhirnya menurunkan satu dinasti Raja Raja Jawa. Para Dewa sudah memberi pertanda akan adanya perang pamungkas, yaitu Bratayuda jayabinangun. Pandawa mengutus Kresna untuk membuat suatu usaha terakhir menyelesaikan pertikaian dengan meminta Duryudana menyerahkan saparuh kerajaannya.

Kisah Mahabharata- Pandawa mengutus Kresna untuk berunding dengan Kurawa

Prabu Kresna datang ke Hastinapura hanya disertai oleh sepupunya Raden Setyaki. Sementara itu Guru Drona dan Sangkuni memperingatkan Duryudana bahwa ia tak akan punya harapan kemenangan dalam perang melawan Pandawa jika tidak menghancurkan Kresna. Dengan penuh keraguan dihati Duryudana menyiapkan pasukan rahasia untuk menyerang Kresna dan Setyaki, walaupun mereka datang dibawah bendera gencatan senjata. Pertemuan digelar dengan suaana tenang, tapi kedua belah tetap apada pendiriannya.

Ketika Kresna mengundurkan diri untuk beristirahat, Dursasana mememipin pasukan untuk menyerangnnya. Marah dengan serangan tersebut Kresna yang merupakan jelmaan Dewa Wisnu tiba tiba mewujudkan dirinya kedalam sosok raksasa yang mengerikan, raksasa setinggi gunung, raksasa tiwikrama dengan 1000 kepala dan 10.000 tangan dan kaki. Ketika guruh suaranya menggema, istana Hatinapura bergoyang. Kurawa panik dan lari menyelamatkan diri. Tiba tiba datang Batara surya yang memperingatkan Kresna bahwa dia dilarang untuk menumpahkan darah Kurawa. Kurawa ditakdirkan untuk hancur tapi bukan ditangannya, tapi ditangan Pandawa. Kutukan Drupadi harus bekerja dengan sendirinya, dengan titah para dewa kresna hanya sebatas penasehat bagi Pandawa. Kresna mengubah kembali wujudnya kemudian berpamitan dengan Ibukunti dan kembali untuk melaporkan kegagalan misinya.

Sementara itu Karna telah dipanggil ibunya , yang memintanya dengan sangat agar dia meninggalkan Kurawa dan bergabung dengan saudara saudaranya di Wirata. Namun karna menolak dengan mengingatkan Kunti yang telah membuangnnya. Dia sangat berterima kasih kepada Duryudana yang menjadikannya ksatria utama , meskipun demikian dia mengakui rasa malunya akan penyerangan Kresna dan merasa bahwa Hastinapura akan tertimpa malapetaka. Karna berjanji pada ibunya bahwa ia hanya akan menyerang arjuna sehingga siapapun yang memenangkan pertandingan , Kunti masih tetap mempunyai lima putra. Meninggalkan Kunti yang berurai air mata Karna pergi menuju istananya. Dalam perjalanan Karna bertemu dengan Kresna yang juga membujuknya untuk mengubah pendiriran. Tapi Karna tetap teguh pada keputusannya, kemudian mereka berpisah dengan damai dan masing masing menemuh jalanya sendiri.

Kisah Mahabharata- Pandawa memutuskan untuk mengangkat Senjata

Kegagalan Kresna bernegosiasi membuat Pandawa mengambil keputusan untuk mengangkat senjata. Pandawa mulai mengumpulkan sekutunya di Wirata. Selain kelima saudara mereka sendiri ada Prabu Kresna dari Dwarawati  dan putranya,  Raden Samba beserta patihnya , Udawa. Raja wirata dan ketiga putranya, Raden Seta, Raden Utara dan Raden Wratsangka, Prabu Drupada dari cempalareja dan putranya Raden Drestajumena. Pewaris arjuna, Raden Abimanyu. Putra Bima, Raden Gatotkaca dan banyak lainnya. Ketika semua persiapan telah dibuat, pasukan Pandawa berbaris maju menuju dataran besar yang dikenal dengan Tegal Kurusetra (medan pemakaman bagi para Kurawa)

Kisah Mahabharata- Kurawa pun tak mau kalah mempersiapkan Pasukan dan sekutunya

Mendengar kabar persiapan Pandawa, Kurawa pun mengumpulkan para sekutunya yaitu antara lain Mertua Duryudana, Prabu salya dan pasukannya dari Mandaraka, saudara saudara iparnya, Raden Jayadrata dan Raden Buriswara. Guru Drona, Bisma yang agung, Karna dan banyak lainnya. Sebuah permohonan juga dikirimkan kepada saudara Kresna yaitu Prabu baladewa dari Mandura. Yang istrinya merupakan putri dari Prabu salya. Prabu Baladewa biasa membantu para Kurawa. Kresna sudah mengantisipasi bahaya ini, ia meminta saudaranya untuk bertapa dan berjanji akan membangunkannya jika pertempuran dimulai. Kenyataannya Kresna bermaksud membangunkan saudaranya saat Kurawa telah musnah.

Kisah Mahabharata – Perang Bharatayudha dimulai

Kedua pasukan sudah saling berhadapan dimedan pertempuran Kurusetra, setelah upacara yang megah dan khidmat pertempuran pun dimulai.

Kisah Mahabharata – Perang hari pertama

Bisma yang agung mempersembahkan kemenangan untuk Kurawa. Ketiga putra Raja wirata mati ditangannya. Duryudana sangat gembira. Pandawa sangat berduka, Kresna mengingatkan pandawa bahwa untuk memenangkan perang mereka harus membunuh Bisma. Bisma hanya bisa dikalahkan oleh Srikandi yang merupakan titisan Dewi Ambalika yang dulu jatuh cinta dengan Bisma muda. Akhirnya disetujui bahwa perang hari kedua akan dipimpin oleh Srikandi.

Kisah Mahabharata- Perang hari kedua

Seperti yang telah diramalkan Kresna, Bisma berhadapan dengan Srikandi dan mengetahui bahwa waktu matinya telah tiba. Tanpa perlawanan dia membiarkan dirinya ditembus panah srikandi. Ketika Bisma terbaring sekarat, pertempuran berhenti. Kedua belah pihak datang untuk menunjukkan rasa hormat pada sang pahlawan dan sekaligus meminta restu. Seiring dengan kematiannya ia meramalkan kemenangan Pandawa dan kehancuran Kurawa.

Kisah Mahabharata- Perang hari ketiga

Kelicikan Guru Drona membujuk Arjuna dan Bima untuk duel satu lawan satu jauh dari medan pertempuran. Rencana Drona adalah memberikan pukulan telak bagi Pandawa, Dalam kekosongan ini majulah putra Arjuna, Raden abimanyu memimpin serangan balasan. Dia berhasil menjatuhkan satu satunya putra dan pewaris Duryudana yaitu Raden Lesmana. Tapi kurangnnya pengalaman di medan perang membuatnya masuk perangkap Kurawa dan akhirnya mati oleh Raden Jaya drata.

Arjuna yang sedang di medan perang mendengar berita ini menjadi linglung, menahan kesedihan yang teramat sangat, berjalan kesana kemari tanpa menghiraukan bahaya. Tapi akhirnya Kresna memperingatkannya untuk tetap hidup demi balas dendam. Bahkan Arjuna bersumpah sebelum matahari tenggelam kalau tidak bisa membinasakan Jayadrata maka ia akan ikut terkubur bersama Abimanyu. Kurawa yang mendengar berita ini, dan atas saran Sangkuni menyembunyikan Jayadrata.

Arjuna yang putus asa karena tak menemukan Jayadrata bersiap ikut membakar diri bersama jasad putranya. Kresna kemudian menggunakan kesaktiannya dengan menggelapkan langit sehingga tampak malam telah tiba. Karena merasa telah aman Jayadrata keluar dari persembunyian, Kurawa terkena tipu daya . Tiba tiba Cakra ditarik dan dalam cahaya merah matahari anak panah Arjuna melesat dengan tepat ke Jaya drata.

Kisah Mahabharata -Perang hari keempat

Kresna meminta Arjuna untuk memanah Buriswra dari belakang. Akan tetapi Arjuna menolak karena tidak sesuai dengan etika ksatria. Kresna menggunakan tipu muslihatnya, ia membentangkan sehelai rambut Arjuna dan Buriswara kemudian meminta Arjuna untuk membelahnya dengan anak panah, tanpa pikir panjang Arjuna melakukannya. Tapi panah tersebut melayang dan menghujam jauh dalam jantung Buriswara. Karena merasa sangat malu Arjuna mundur dari   pertempuran. Tempatnya diambil oleh putra Bima yaitu Gatotkaca yang melawan pasukan Kurawa di bawah pimpinan Karna. Karna menggunakan anak panahnya Kyai Konta dan menembak jatuh satria penerbang Gototkaca. Kurawa bersorak gembira dengan kematian Gatutkaca. Tapi ini adalah kemenangan terakhir mereka.

Kisah Mahabharata – Perang hari kelima

Puncak dari perang besar ini akhirnya terjadi Karena Arjuna dan Karna akhirnya berhadapan. Prabu Salya adalah kusir Karna dan Prabu Kresna adalah kusir Arjuna. Semula keduanya ragu, tapi Kresna mengingatkan Arjuna akan kewajibannya sebagai ksatria dan kematian Gatotkaca yang harus terbalas.

Akhirnya Pertempuran keduanya benar benar terjadi, dan untuk beberapa lama tak ada yang lebih unggul. Lalu Karna yang melihat ada kesempatan bagus meluncurkan anak panahnya yang paling ditakuti, akan tetapi Salya yang merasa terhina menjadi seoraan gkusir dan dalam hatiya memihak Pandawa tiba tiba menyentakkan tali kekang yang memerosotkan kaki kaki kuda penarik kereta. Dengan begitu anak panah Karna hanya menebas rambut Arjuna danbukan kepalanya. kemudian Arjuna melepaskan pasopatinya dan Karna pun tersungkur gugur.

Kisah Mahabharata- perang hari keenam

Guru Drona memimipin pasukan Kurawa menggantikan Karna. Arjuna menolak untuk berperang degan Gurunya Sedangkan pandawa lain terbukti bukan lawan Tanding Guru Drona yang sakti. Kemenangan diraih Pandawa dengan tipu muslihat Kresna yang meminta Bima membunuh seekor gajah yang bernama Aswatama, Disebarkan kabar bahwa Awatama mati Aswatama mati . Drona yang mendengar berita tersebut berpaling kearah Yudhistira yang tak pernah berbohong, dengan bujukan Kresna Yudhistira membenarkan berita tersebut. Guru Drona yang hanyut dalam duka hanya terpaku sehingga ia yang semula tak terkalahkan menjadi sasaran tebasan Pedang Drestajumena yang tak sabar memenggal kepalanya.

Dari kejauhan Aswatama melihat apa yang terjadi dan bersumpah akan balas dendam.

Kisah Mahabharata – Perang hari ketuju

Prabu salya menggiring Kurawa dalam kemenangan dengan senjatanya Candabirawa. Pasukan Pandawa berhamburan dalam kekalahan yang hebat. Pasukan Kurawa gembira tiada tara. Namun saat malam Kresna meminta si kembar Nakula Sadewa  untuk mencari tahu rahasia kekuatan Salya, keduanya adalah keponakan Prabu Salya. Salya tidak pernah setuju pada tindakan Duryudana akan tetapi berperang atas nama Kurawa karena kesetiaan keluarga.

Salya memberitahu keduanya bahwa ia hanya dapat dikalahkan oleh seorang ksatria berarah putih.

Kisah Mahabharata – Perang hari kedelapan

Yudhistira manusia yang paling suci memimpin Pandawa ke pertempuran. Sepanjang hidupanya ia tak pernah terlibat dalam kekerasan, Dia tidak membawa serta senjata yang menghancurkan hanya pusaka rahasianya yaitu Kitab suci kalimasada. Sekarang kekuatan Canda birawa telah terburai, Roh bagawan Bagapati yang telah dibunuh Salya menampakkan diri diudara dan melayang layang diatas medan pertempuran. Roh terebut masuk kedalam tubuh Yudhistira sehinga ia menjadi Prajurit yang menakutkan, Pandawa tertua itu maju ke pertempuran dan menjatuhkan Salya dengan panah sakti Arjuna, Pasopati

Kisah Mahabharata- Perang hari kesembilan

Kutukan Drupadi terjadi. Bima betemu Dursasana , setelah melewati petempuran yang sengit, Bima akhirnya berhasil menjatuhkan Dursasana dan mengoyak ngoyak sepupunya itu denga kukunya yang mengerikan. Drupadi muncul dan mencuci rambutnya dengan darah Dursasana. sangkuni maju namun dia bukan orang yang ahli di medan perang, dengan cepat Bima mengalahkannya dan merobek rahangnya seperti janjinya dulu.

Kisah Mahabharata- Pada hari kesepuluh.

Duryudana sendirian menghadapi Bima. Betapapun kuatnya Bima ia tak aka nbisa mengalahkan Duryudana. Akhirnya Kresna membertiahu Bima agar menyerang pada kaki Duryudana yang cacat. Pangeran Hastinapura tersebut kemudian tersungkur ke tanah dan kesakitan. Diapun menjadi korban Kuku pancanaka milik Bima.

Dan akhirnya Baladewa terbangunkan dari tapanya yang lelap. Dia dengan sengit mengancam Kresna terutama tipu muslihat Kresna yang membuat Duyudana mati. Dengan tanpa bergeming Kresna hanya menjawab bahwa ia hanya menjalankan kehendak para Dewa.

Dalam suasana yang penuh duka, dimana dalam perang tak ada yang menang dan kalah. Yang menang pun menanggung kesedihan yang luar biasa, Dipintu Gerbang mereka bertemu Gandari yang tenggelam dalam kedukaan dalam, keseratus anaknya tak dibiarkan hidup. Dalam keputusasaannya Ia berpaling kepada Kresna dan mengutuk Kresna bahwa ia nanti juga akan kehilangan anak anak nya dan akhirnya mati dengan menyedihkan , diabaikan, sendirian, dibunuh oleh seorang penebang kayu dalmahutan yang jauh dan terpencil.

Pandawa sekang bersitirahat, akan tetapi putra Drona, Aswatama yang sebelumnya melarikan diri dari medan pertempuran kembali ke hastinapura dengan diam diam untuk membalas dendam. Ketika mereka terlelap tidur, ia menikam sampai mati Raden Drestajumena , Dewi Srikandi, Putra drupadi raden Pancawala dan Banowati janda Duryudana. Dia juga mencoba membunuh Parikesit cucu kecil Arjuna, Tapi si bayi sedang tidur dengan Pasopati dipasang dekat kakinya. Dikejutkan oleh penyusup si bayi bergrak, panah terlepas dan menghujam jantung Asawatama hingga mati di sisi tempat tidur bayi Parikersit.

Keesokanpaginya semua tersentak duka dengan pembantiaan tengah malam tadi. Pandawa memutuskan untuk berangkat meninggalkan Istana, Kresa bersama setyaki dan Udawa kembali ke Dwarawati. Baladewa tinggal di Hastinapura untuk membesarkan Parikesit  yang  kelak akan memerintah Hastinapura baru. Pandawa diiringi oleh Drupadi berangkat ke Gunung Mahameru, dengan beban oleh darah yang telah ditumpahkan. Kekuatan mereka memudar sejak mendaki gunung suci tersebut ke arah Surga. Satu persatu mereka kehabisan tenaga. Hanya Yudhhistira yang berhail sampai ke puncak. Disana ia dipersilahkan masuk tetapi menolak selama istri dan saudara saudaranya tetap diluar. Para dewa mengalah dan seluruh rombongan memasuki ranah Surgawi, selesailah tugas mereka di muka Bumi. Lihat Kisah Mahabharata Antv.

Sumber :Cerita lengkap Kisah Mahabharata

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)