Kisah Nabi Nuh dengan Bahteranya

Kisah Nabi Nuh – Beberapa tahun kemudian sejak  kematian Nabi adam, Bunga bunga berguguran di sekitar kuburannya, bunga bunga dan batu batuan nampak lesu tak bergairah. banyak sekali perubahan terjadi di muka bumi termasuk wasiat nabi adam yang terabaikan.

Sebelumnya lahirnya kaum Nabi nuh, telah hidup lima orang saleh dari kakek kakek kaum nabi Nuh , mereka antara lain Wadd, Suwa, Yghuts, Ya’ug dan Nasr. Dalam rangka menghormati,  Setelah kematian mereka orang orang membuat patung dari mereka, sampai kemudian timbullah dongeng yang membelenggu akal manusia bahwa patung patung tersebut memiliki kekuatan khusus. Iblis memanfaatkan keadaan ini dan membisikkan kepada manusia bahwa berhala berhala tersebut adalah Tuhan yang dapat mendatangkan manfaat dan menolak bahaya sehingga akhirnya manusia menyembah berhala berhala itu. Ketika manusia mulai cenderung kepada sirik, maka kejahatan akan memenuhi bumi dan akal manusia akan kalah, serta akan meningkatnya kelaliman dan banyaknya orang teraniaya, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, Alhasil kehidupan manusia semuanya akan berubah menjadi neraka jahanam.

Kisah Nabi Nuh – Allah SWT mengutus Nuh sebagai Nabi untuk berdakwah

Kisah Nabi Nuh dengan BahteranyaKisah Nabi Nuh lengkap – Dalam situasi seperti ini Allah SWT mengutus Nuh untuk membawa ajaran-Nya kepada kaumnya. Nabi nuh adalah seorang hamba yang akalnya tidak terpengaruh oleh kondisi yang menyesatkan tersebut. Nuh membuat revolusi pemikiran, ia berada dipuncak kemuliaan dan kecerdasan. Ia merupakan manusia terbesar di zamanya. Ia memiliki kebersihan hati, kesucian nurani dan kemampuan akal untuk mengubah kehidupan disekitarnya. Nabi Nuh adalah manusia yang mengingat dengan baik perjanjian Allah SWT dengan Nabi adam dan anak anaknya. Terdapat sebab lain berkenaan dengan kebesaran Nabi Nuh, ketika ia bangun, tidur, makan, minum atau mengenakan pakaian, masuk atau keluar, ia bersyukur kepada Allah SWT dan memuji-Nya, serta mengingat nikmat-Nya dan selalu bersyukur kepada-Nya. Oleh karena itu, Allah SWT berkata tentang Nuh :

“Sesungguhnya dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur” (QS. al-Isra:3)

Allah memilih hambanya yang bersyukur dan mengutusnya sebagai Nabi pada kaumnya. Nabi nuh keluar menuju kaumnya dan memulai dakwahnya. Nabi nuh menjelaskan kepada kaumnya bahwa mustahil terdapat selain Allah sebagai pencipta. Ia memberikan pengertian kepada kaumnya bahwa setan telah lama menipu mereka dan sudah tiba saatnya untuk menghentikannya. Nuh menyampaikan juga kepada kaumnya bahwa Allah telah memuliakan manusia, Dia telah menciptakan mereka, memberi mereka rizki dan menganugerahi akal kepada mereka. Dakwah Nabi Nuh cukup mengguncangkan jiwa orang orang itu. Setelah mendengar dakwah Nabi Nuh kaumnya terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok orang lemah, yang fakir, yang menderita dimana mereka selalu merasa dilindungi  dengan dakwah Nabi nuh. Kelompok kedua adalah orang orang kaya, yang kuat, yang berkuasa dimana mereka menghadapi dakwah Nabi nuh dengan penuh keraguan.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Berlanjutlah pertikaian antara orang kafir dan nabi Nuh. Pada mulanya mereka menganggap bahwa dakwah Nabi Nuh akan hilang dengan sendirinya tapi ternyata dakwah Nabi nuh banyak menarik perhatian orang orang miskin, yang menderita, pekerja pekerja sederhana. Mereka menyerang Nabi nuh melalui pengikutnya dan berkata kepada Nuh ” Tiada yang mengikutimu selain orang fakir, orang lemah dan orang orang hina”

Allah berfirman :

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesung­guhnya aku khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: ‘Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang berdusta. ” (QS. Hud: 25-27)

Kisah Nabi Nuh- Perjuangan Nabi Nuh dalam berdakwah

Para bangsawan dari kaum Nabi Nuh memintanya untuk mengusir orang orang yang beriman kepada Nuh karena mereka lemah dan fakir sehingga tidak mungkin disatukan dalam satu majelis dengan kaum bangsawan yang kaya dan berkuasa. Nabi Nuh menjelaskan bahwa ia tak mungkin mengusir orang orang beriman tersebut sebab mereka buka tamu tamunya. Mereka adalah tamu tamu Allah, rahmat terletak dalam rumah Allah dimana Dia menerima siapa saja yang dikehendaki-Nya didalamnya. Nabi nuh berkata kepada mereka bahwa Allah telah memberinya agama, kenabian dan rahmat, sedangkan mereka tidak melihat itu semua. Selanjutnya iapun tak akan memaksakan untuk percaya dengan apa yang disampaikannya, Ia pun tak meminta harta kepada mereka, Sesungguhnya ia hanya meminta imbalan dari Allah semata.

Peperangan terus berlanjut , dan perselisihan antara orang orang kafir dan Nabi Nuh semakin ramai, sehingga ketika argumentasi mereka  terpatahkan dan sudah tidak dapat mengeluarkan kata kata yang pantas. Mereka mulai mengejek Nabi Nuh, tapi Nabi nuh menjawab dengan sopan santun para Nabi yang agung. Nabi nuh tetap melanjutkan dakwah nya. Selain memberikan dakwah Nabi nuh juga memberikan contoh pada mereka. Ia menjelaskan kepada mereka tanda tanda kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya didunia, Namun setiap kali ia mengajak untuk menyembah Allah mereka lari darinya, bahkan mereka meletakkan jari jari ditelinga dan menampakkan kesombongan didepan kebenaran.

Kisah Nabi Nuh dengan perahunya.

Nabi Nuh sangat sedih dengan keadaan tersebut, namun dia tak pernah kehilangan harapan. Ia senantiasa mengajak kaumnya dan berdebat dengan mereka. Ia tetap menjaga harapan sampai 950 tahun.

Datanglah hari dimana Allah mewahyukan kepada Nabi Nuh bahwa orang orang yang beriman dari kaumnya tidak akan bertambah lagi. Maka pada saat itu Nabi nuh berdoa agar orang orang kafir dihancurkan. Ia berkata :

Ya tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun diantara orang orang kafir itu tinggal diatas bumi” (QS. Nuh :26)

Kemudian Allah menetapkan hukum-Nya atas orang orang kafir yaitu datangnya angin topan. Allah SWT memberitahu Nuh bahwa Ia akan membuat perahu dengan “Pengawasan kami dan wahyu kami” yakni dengan ilmu Allah dan engajarannya serta sesuai dengn pengarahan-Nya dan bantuan para malaikat.

Nabi Nuh mulai membangun perahu, lalu orang orang kafir lewat didepannya. Saat itu cuaca sangat kering dan panas. Orang orang kafir tertawa mengejek Nabi nuh, bagaimana perahu ini akan berlayar wahai Nuh? Apakah ia akan berlayar diatas tanah? Sungguh nuh telah gila! kata orang orang kafir itu. Puncak pertentangan dalam Kisah Nabi Nuh tampak dalam masa ini. Kebatilan mengejek kebenaran dan cukup lama menertawakan kebenaran. Mereka menganggap bahwa dunia milik mereka dan bahwa mereka akan selalu mendapat keamanan dan bahwa siksa tidak akan terjadi.

Akhirnya pembuatan perahu selesai, Nabi nuh segera mengajak orang orang mukmin untuk menaikinya. Jibril turun kebumi. Nabi nuh membawa burung, binatang buas, binatang yang berpasang pasangan, sapi, gajah, semut dll. Dalam perahu tersebut Nabi nuh telah membuat kandang binatang buas. Jibril menggiring setiap dua binatang yang berpasangan agar setiap spesies binatang tidak punah dari muka bumi. Ini berarti bahwa angin topan telah menenggelamkan bumi semuanya.

Kisah Nabi Nuh dan istrinya

Mayoritas manusia pada saat itu tidak beriman sehingga tidak ikut berlayar, bahkan istri Nabi nuh pun tidak beriman sehingga tidak ikut menaiki perahu, termasuk salah satu anaknya yang menyembunyikan kekafirannya dengan menunjukkan keimanan didepan Nabi nuh tidak ikut naik keperahu.

Air mulai meninggi yang keluar dari celah celah bumi, tiada satu celahpun dibumi kecuali keluar air darinya. Sementara dari langit turunlah hujan yang sangat deras yang belum pernah turun hujan dengan curah seperti itu dibumi, dan tidak ada hujan seperti itu sesudahnya. Lautan semakin bergolak dan ombaknya menerpa apa saja dan menyapu bumi. Air meninggi diatas kepala manusia dan melampaui ketinggian pohon, bahkan puncak gunung. Akhirnya permukaan bumi diselimuti dengan air. Ketika mula mula datang topan Nabi nuh memanggil manggil putranya. Nabi nuh memanggilnya dan berkata :

“Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama sama orang yang kafir “(QS. Hud:42)

Anak itu menjawab ajakan ayahnya :

“Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah“(QS. Hud:43)

Nabi nuh kembali menyerunya :

Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain orang yang dirahmati-Nya“(QS. Hud:43)

Selesailah dialog antara Nabi Nuh dan anaknya,

Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan” (QS. Hud:43)

Nabi nuh mencari namun ia tak mendapatinya. Nabi nuh tidak dapat melihat segala sesuatu selain air. Allah berkehendak – sebagai rahmat dari-Nya- untuk menenggelamkan si anak jauh dari penglihatan si ayah. Inilah kasih sayang Allah terhadap si Ayah. Anak Nabi nuh mengira bahwa gunung akan mencegahnya dari kejaran air namun iapun terkejar dan tenggelam. Angin topan terus berlanjut dan terus membawa perahu Nabi nuh.

Kemudian datanglah perintah Illahi agar langit menghentikan hujannya dan agar bumi tetap tenang dan menelan air itu, dan agar kayu kayu perahu berlabuh di al-Judi yaitu nama suatu tempat dizaman dahulu. Ada yang mengatakan bahwa ia adalah gunung yang terletak di irak. Bumi kembali menjadi tenang dan banjir surut. Topan telah mensucikan bumi dan membasuhnya.

Nabi nuh turun dari perahunya dan ia melepaskan burung burung dan binatang binatang buas sehingga mereka menyebar kebumi. Orang orang mukmin juga turun. Nabi nuh meletakkan dahinya diatas tanah. Saat itu bumi masih basah karena topan. Nabi nuh bangkit setelah shalatnya dan menggali pondasi untuk membangun tempat ibadah yang agung bagi Allah. Orang orang yang selamat menyalakan api dan duduk duduk disekelilingnya.Menyalakan api sebelumnya dilarang didalam perahu karena khawatir api akan membakar kayu kayu perahu.Tak seorangpun dari mereka memakan makanan hangat selama masa topan.

Berlalulah hari puasa sebagai tanda syukur kepada Allah. Nabi nuh mewasiatkan kepada putra putrinya saat ia meninggal agar mereka menyembah kepada Allah SWT.

Sumber :Kisah Nabi Nuh

 

Comments

comments

One Response

  1. Mirjam March 4, 2016 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)