Ustadz Yusuf Mansur – Membangun Ekonomi Menyelamatkan Aqidah By Ustadz Yusuf Mansur

Ustadz Yusuf Mansur dalam bukunya Membangun Ekonomi Menyelamatkan Akidah….

Jangan pernah memisahkan urusan ekonomi, politik dan kekuasaan dengan urusan agama. Karena semuanya dekat dengan aqidah. Jika salah satunya ditinggalkan maka rusaklah semuanya.

Rasulullah SAW adalah contoh yang sempurna sekali dalam segala aspek, tidak terkecuali dalam dunia ekonomi dan politik. Beliau bahkan pemimpin politik tertinggi, khalifah utama, pedagang ulung yang amanah. Dari keteladanan beliau , terkandung maksud bahwa kita juga tidak perlu khawatir, takut dan tidak mau masuk dalam jenjang politik maupun dunia usaha. Tunjukkan akhlak yang benar, bagaimana seorang muslim berpolitik dan bagaimana jika seorang muslim berdagang ujar Ustadz Yusuf Mansur.

Keteladanan lain juga ditunjukkan oleh para sahabat. Bagaimana panji kekuasaan dipegang oleh

Khalifah Abu bakar as –shiddiq, dimana beliau meletakkan dasar dasar Baitul maal wattamwil. Estafet kemudian dilanjutkan oleh Umar bin khattab, beliau meletakkan dasar dasar properti. Ada 70 ribu properti membentang dari mulai jazirah arab hingga eropa. Estafet kemudian dilanjutkan oleh Utsman bin affan, Ali bin abi thalib, hingga zaman muawwiyah, abbasiyah dan terakhir adalah turki.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Dunia oleh berganti model, tapi sistem seharusnya tidak boleh berganti, tetap sistem Qurani- by Ustadz Yusuf Mansur

Ustadz Yusuf Mansur mengatakan di bukunya bahwa bisnis, ekonomi, perdagangan, dunia usaha semuanya mempunyai hubungan yang sangat dekat sekali dengan akidah

Ustadz Yusuf Mansur dalam bukunya menyatakan bahwa Saat ini antara  bisnis, ekonomi, perdagangan, dunia usaha semuanya mempunyai hubungan yang sangat dekat sekali dengan akidah. Sudah tidak bisa lagi dipisahkan antara dunia ekonomi dengan persoalan iman.

Saat ini pelan pelan umat islam dipisahkan dari kekuasaan, dipisahkan dari politik, dipisahkan dari ekonomi. Terutama yang dilumpuhkan adalah para alim ulama, para mufaqih. Bahkan yang dipakai untuk melumpuhkan pun kejadian kejadian yang seharusnya menjadi peringatan bukan pembatasan.

Ustadz Yusuf Mansur mengingatkan kita akan  Kisah Imam Hambali yang menolak menjadi gubernur, lalu beredarlah pemahaman yang negatif bahwa Imam hambali yang sudah sekelas itu, sealim itu saja tidak mau memegang kekuasaan menjadi gubernur, apalagi kita? Ini sungguh pemahaman yang salah kaprah. Harusnya ingat juga sahabat Rasul Umar bin khattab menerima kekuasaan. Bahkan Bilal bin rabbah seorang budak yang kemudian menjadi mu’adzin kesayangan Rosul, menjadi gubernur di Basrah. Masih banyak sahabat sahabat Rasul lainnya yang memberikan keteladanan dalam kepemimpinan.

Buku ustadz yusuf mansurr

== Ustadz Yusuf Mansur


Begitu pula didunia bisnis, lihatlah apa yang dicontohkan oleh Rasullulah SAW dan sahabat sahabatnya termasuk istri Rasul, Khadijah ra. Mereka mencontohkan bagaimana menjadi pebisnis hebat lagi amanah dimasanya. Tapi sekarang , apa yang terjadi? Kita nyaman sekali menjadi pesuruh!

Nyaman sekali kita menjadi orang yang undercontrolled, bahkan oleh orang orang yang tidak punya Tuhan! Sehingga layaklah kita mendapat omongan seperti ini :”Kamu itu saya bayar bukan untuk sholat Dhuha, ini adalah waktunya kerja. Cepat kerja sana !”

Siapa yang salah kalau sudah seperti ini? Yang salah bukan bosnya. Yang salah adalah kita . Tiba tiba kita dilumpuhkan oleh sistem ekonomi kapitalis, dibuat benci sama wirausaha.Memang tidakada yang salah dengan menjadi pekerja. Rasul juga pernah menjadi pekerja. Dua duanya mulia. Yang tidak boleh adalah dunia kerja memusuhi para pekerja. Kalau anda memilih jadi pengusaha berusahalah yang benar, yang jujur , yang amanah. Kalau anda memilih jadi pekerja, bekerjalan yang benar dan baik.

Poinnya adalah Ustadz Yusuf Mansur merasa ada deislamisasi di urusan politik, kekuasaan dan ekonomi, sehingga umat islam bukan hanya merasa ragu dan kaku, mereka bahkan tidak percaya dengan saudaranya sesama muslim untuk memimpin didunia politik maupun dunia usaha. Dan ini berbahaya untuk kemudian hari.

Banyak sekali perusahaan yang tidak memperbolehkan pekerjanya memakai jilbab, akan tetapi jangan sampai kita menjadi loser dengan menyalahkan mereka yang membuat peraturan tersebut, walaupun itu sebenarnya penjajahan akidah. Stop menyalahkan orang lain, mengapa bukan kita saja yang membuat perusahannya?? Sehingga kita bisa memutuskan sendiri bahw a pekarja perempuan wajib memakai jilbab dan bahwa sebelum mulai bekerja wajib untuk sholat Dhuha dulu.Indah bukan??

So be the owner! Jadilah pemilik! Atau minimal menjadi orang yang mempunyai pengaruh. Kalo menjadi muslim nggak punya kekuasaan , yang udah dipites. Jangan kaya rumput. Rumput memang pantas diinjak. Adanya dibawah. Apa yang beliau lakukan adalah sebagian kecil pengabdiannya terhadap agama, bangsa dan negara Indonesia.

Kalau anda tinggalkan kekuasaan , berantakan pula agama anda. Jika anda tinggalkan urusan ekonomi maka akan berantakan pula urusan agama anda. Ustd memberikan contoh Jika ada seorang Gubernur memanggil kepala dinas pendidikan dan mengatkan pada mereka semua bahwa tidak boleh ada bacaan alquran disekolah. Pakah permintan ini akn diabaikan. Tentu tidak bukan?

Akan jadi berbeda jika gubernurnya muslim, tsiqoh , kuat dan hebat. Intruksinya menjadi lain bahwa anak anak sekolah sebelum belajar bagi yang beragam muslim wajib dhuha dan baca Al-Quran dulu.

Ini adalah bukti , bahwa dunia kekuasaan dekat dengan Tauhid, sementara beramai ramai orang islam mengatakan jangan masuk dunia politik, untuk apa ikut campur urusan politik. Ustad bilang ini adalah urusan aqidah, bukankah hebat jika yang jadi imam masjid , imam shalat jumat adalah presiden yang kita cintai, dibelakangnya ada KSAD, KSAL, Kapolri, KSAU, Jaksa dan tamu tamu negara……subhanallah kata Ustadz Yusuf Mansur.

Biografi ustadz yusuf mansur dan

Ustadz Yusuf Mansur mengambil sepenggal ayat dalam Al-quran

Ceramah ustadz yusuf mansur

Ceramah ustadz yusuf mansur

Menurut Ustadz Yusuf Mansur Alquran diturunkan oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi alam semesta. Apa kata Al-quran:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
(QS: Ali Imran Ayat: 110)

Kita ini diturunkan oleh Allah sebagai umat yang terbaik buat semua manusia, Tidak hanya buat umat islam.

Maka terkandung pesan seperti diawal bahwa tatkala Rasullullah juga menjadi seorang politikus, penguasa, negarawan, menjadi seorang pemimpin, menjadi pedagang, pengusaha maka kalaulah Allah memberikan amanah kepada kita sebagai seorang pemimpin, mari tunjukkan bagaimana akhlak Rasul sebagai seorang pemimpin, akhlak muslim. Juga ketika anda menjadi seorang pengusaha tunjukkan juga akhlak pengusaha muslim yang jujur, lempeng, amanah, kreatif, dan inovatif.

Kata “khoir” yang terdapat dalam surat QS. Al-imran ayat 110 itu meliputi semua aspek. Allah menyuruh kita untuk menjadi hambaNYA yang terbaik, umat Rasulullah yang terbaik. Bila anda seorang pekerja yan jadilah pekerja yang baik, pekerja yang jujur, amanah, kreatif, inovatif, pintas dan mampu bekerja sama.

Dunia usaha ekonomi dan dunia dunia lainnya semuanya begitu dekat dengan akidah dan iman anak anak kita dikemudian hari- Ustadz Yusuf Mansur

Ustadz Yusuf Mansur mencontohkan Bilamana anda adalah kepala sekolah yang tidak perduli dengan sunnah , maka itu cukup untuk membuat anda kehilangan anak anak yang mencintai sunnah hanya gara gara sekolah tersebut tidak melaksanakan sunnnah. Tidk ada shalat dhuha selama 6 tahun sd, 3 th smp, 3 th smu. Akhirnya anak anak yang dihasilkan adalah anak anak yang tidak cinta dan tidak kenal shalat dhuha.

Tetapi bayangkan apabila kita semua menyadari bahwa kita semua memiliki tanggung jawab terhadap akidah, terhadap tauhid, dan terhadap iman, maka semua akan berlomba lomba memakai semua potensinya untuk menuju pada Allah SWT.

Dengarkan Ceramah ustad yusuf mansur youtube, sebagai sumber ilmu dan pengetahuan tentang islam agama kita

Sumber artikel :Membangun Ekonomi Menyelamatkan Aqidah By Ustadz Yusuf Mansur

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)