Olah Raga Jantung Yang Tepat Untuk Penderita Penyakit Jantung

Olah Raga Jantung  penting sekali untuk para penderita jantung.

Gaya hidup sehat sangat perlu bagi penderita penyakit jantung. Selain mengkonsumsi makanan sehat , olahraga merupakan kunci utama dari hidup sehat. Seorang peneliti asal Norwegia, Oelvin Rogmo mengatakan, olahraga tidak hanya memberikan kebugaran, tetapi juga menawarkan kesehatan bagi penderita jantung.

Manfaat Olah Raga Jantung

Gerakan yang sehat saat berolahraga dapat memompa jantung cukup cepat, yang dimana menjadi pilihan baik bagi orang yang menderita jantung.

Cara Olah Raga Jantung – Frekuensi latihan yang disarankan adalah minimal 3-5 x /minggu untuk mencapai perbaikan kapasitas fungsional yang maksimal. Olahraga yang rutin dilakukan, meskipun hanya 30 menit perhari, lebih baik dibandingkan olahraga berat namun hanya sekali-sekali.

Olahraga yang teratur juga mengurangi kemungkinan peningkatan beban jantung secara mendadak ketika berolahraga yang dapat memicu henti jantung. Model latihan yang dipilih haruslah menyenangkan untuk individu dan cukup sederhana agar pasien lebih bersemangat.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Jika menginginkan lebih dari itu, maka setiap pasien disarankan berkonsultasi dengan dokternya masing-masing untuk mengetahui apakah jenis olahraga yang diinginkan sesuai dengan kondisi jantungnya.

Jenis olahraga jantung

Berikut ini adalah olahraga jantung sehat  yang tepat untuk penderita jantung antara lain :

  1. Jalan kaki maupun jalan cepat
    Berjalan kaki adalah salah satu kegiatan dasar dari aerobik yang baik dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung. Jalan kaki di pagi hari dan sore hari membantu Anda untuk memiliki jantung yang sehat.

2. Senam Aerobik
Meski memiliki banyak gerakan dan mengeluarkan keringat, aerobik adalah olah raga yang baik untuk penderita jantung. Hal ini disebabkan karena tak ada penekanan berat pada otot-otot.3.

3. Jogging

Joging merupakan suatu olahraga aktif fisik seperti lari kecil dengan kecepatan 6-7 mil per jam.

Joging sangat baik untuk jantung, olahraga ini lebih banyak menggerakkan bagian paha dan tungkai. Dengan menggerakkan paha dan tungkai, menjadikan beban jantung berkurang.

Pembuluh darah yang menyempit di kaki dan tungkai berkat joging menjadi melebar. Yang tertutup oleh lemak menjadi terbuka, serta ada pembentukan pembuluh darah baru, sehingga aliran darah atau kinerja jantung menjadi lancar.

  1. Bersepeda, mengayuh

Bersepeda untuk kesehatan jantungBersepeda dengan jarak tempuh 35 kilometer dalam kurun waktu satu minggu dapat menurunkan resiko penyakit jantung hingga 50%.

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari aktivitas bersepeda ini, khususnya bagi kesehatan jantung, ada beberapa hal yang perlu kita jalani. Apa saja? misalnya pemilihan trek, kondisi dan aktivitas fisik sebelum dan setelah gowes, cadence/kecepatan optimum gowes.

Bagi yang mengidap penyakit jantung, pemilihan trek road bike/bersepeda jalan raya sangat disarankan, jika tidak memiliki banyak waktu melakukan aktivitas outdoor, penggunaan sepeda statis indoor juga cukup baik. Bagi Anda dengan resiko ini, pemilihan jenis trek Extreme XC maupun DH sangat tidak disarankan dengan alasan, aktivitas bersepeda ini justru akan memicu adrenaline, dan memaksa jantung justru bekerja lebih keras.

5. Meditasi
Pengaturan napas dan konsentrasi pikiran tak hanya memberikan suasana ketenangan batin, tetapi juga memperbaiki sistem pernapasan.

Tips olahraga jantung sehat – Durasi yang direkomendasikan untuk tiap sesi latihan adalah 30-50 menit yang terdiri atas 3 fase :

  • Fase Warm up selama 5-10 menit terdiri atas peregangan, dan aktivitas aerobik bertahap untuk meningkatkan nadi hingga target yang ditentukan. Peningkatan bertahap ini bertujuan untuk menekan risiko komplikasi.
  • Fase Training/conditioning minimal 20 menit dan idealnya 30-45 menit aktivitas aerobik berkesinambungan
  • Fase Cool down selama 5-10 menit, melibatkan latihan intensitas rendah dan merupakan pemulihan dari fase conditioning. Bila tidak dilakukan cooling down, darah yang kembali ke jantung berkurang secara mendadak sementara kebutuhan konsumsi oksigen jantung masih tinggi sehingga dapat terjadi konsekuensi seperti hipotensi, angina dan aritmia.
  • Program ini harus dilakukan sesuai dengan kondisi fisik masing-masing pasien. Karena itu, sebaiknya dilakukan uji latih (biasanya berupa treadmill test) di poliklinik jantung terdekat terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat risiko dan kapasitas fungsional awal pasien. Dengan cara ini maka intensitas pemberian dan tipe latihan terbaik dapat disesuaikan.

Ada baiknya Anda tetap melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum memulai olah raga. Olahraga secara teratur akan membawa Anda pada kehidupan yang sehat.

Sumber gambar:barriershealthandfitness.com – Olah Raga Jantung

Hidup sehat dengan Olah Raga Jantung

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)