Pedoman Budaya Hidup Sehat Sebagai Akibat Dari Gaya Hidup Modern

Budaya Hidup Sehat sudah mulai ditinggalkan, Sekarang ini pola dan gaya hidup modern semakin membelenggu didalam kehidupan masyarakat yang semakin modern.  Hal ini terjadi sebagai akibat dari kemajuan pembangunan dan perkembangan teknologi yang terus menerus memudahkan. Namun disamping nilai positif yang bermanfaat bagi kehidupaan manusia  , gaya hidup seperti ini juga merugikan manusia  itu sendiri. Modernisasi selalu meningkatkan pola hidup, kebiasaan makan yang berlebihan, terlalu banyak aktivitas, banyak merokok dan kurang istirahat. Akibatnya meningkatnya jumlah penderita penyakit jantung dan pembuluh darah terutama pada penduduk usia 40 tahun keatas. Semakin tua umur seseorang , pembuluh darahnya semakin kaku, sehingga mudah terjangkit penyakit pembuluh darah.

Budaya Hidup Sehat – Tentang penyakit Jantung dan pembuluh darah di Indonesia

Budaya Hidup Sehat adalah membiasakan diri untuk meletakkan segala sesuatunya sesuai porsi masing masing dalam upaya mencapai keseimbangan hidup.

Budaya Hidup Sehat perlu untuk digiatkan kembali dalam rangka menekan angka kematian karena Penyakit jantung dan pembuluh darah yang merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang. Penyakit ini menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya. Pada tahun 2008 diperkirakan sebanyak 17,3 juta kematian disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Lebih dari 3 juta kematian tersebut terjadi sebelum usia 60 tahun. Terjadinya kematian dini yang disebabkan oleh penyakit jantung berkisar sebesar 4% di negara berpenghasilan tinggi, dan 42% terjadi di negara berpenghasilan rendah. Kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung pembuluh darah, terutama penyakit jantung koroner dan stroke diperkirakan akan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030.

Di Indonesia penyakit jantung dan pembuluh darah ini terus meningkat dan akan memberikan beban kesakitan, kecacatan dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, dan negara. Prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,5%. Sedangkan berdasarkan diagnosis dokter gejala sebesar 1,5%. Sementara itu, prevalensi penyakit gagal jantung di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0.13%.

Penyebab paling mencolok dari penyakit ini adalah pola makan yang salah dan kebiasaan merokok. Rokok merupakan faktor primer penyebab penyakit jantung dan pembuluh darah. Penduduk di kota besar lebih rentan terserang penyakit jantung dibanding penduduk pedesaan, penduduk lembah baliem di Irian jaya adalah salah satu contoh nyata. Didaerah ini angka sakit karena jantung danpembuluh cenderung kecil karena penduduk di daerah ini sedikit makan lemak tetapi mereka banyak mengkonsumsi ikan dan sayuran.

6 Langkah Mudah menuju Budaya Hidup Sehat

Budaya Hidup Sehat dapat dicapai dengan antara lain :

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

1. Menghindari makananyang mengandung kalori yang berlebih

Agar kesehatan terjaga dengan baik sebaiknya tidak makan makanan yang terlalu asin atau terlalu manis. Makanlah jika sudah terasa lapar dengan porsi yang cukup. “Makan agar tidak lapar ” lebih baik dari pada “makan untuk kenyang” . Pembatasan makanan dilakukan untuk mencegah masuknya kalori kedalam tubuh secara berlebihan.

2. Menjaga asupan gizi dengan menu seimbang yang sehat

Gizi atau menu seimbang maksudnya adalah makanan yang sesuai dengan kebutuhan, tidak lebih juga tidak kurang. Untuk memperoleh keseimbangan gizi, masyarakat dalam kelompok umur rawan penyakit jantung dan pembuluh darah terutama diangka usia 40-70 tahun harus mengurangi asupan lemak. Mereka perlu mengkonsumsi protein dari daging, ikan, sayur dan buah buahan yang berserat untuk meningkatkan metabolisme, sekaligus mencegah terjadinya penyumbatan pada pembulluh darah akibat kolesterol jahat.

Pengertian Budaya Hidup Sehat

Kecukupan protein yang dianjurkan bagi pria usia 40-60 tahun :

40-59 tahun dengan berat badan 55 kg: 49 gr/hari

60 tahun lebih dengan berat badan 55 kg: 49 gr/hari

Kecukupan protein yang dianjurkan bagi wanita  usia 40-60 tahun :

40-59 tahun dengan berat badan 47 kg: 41 gr/hari

60 tahun lebih dengan berat badan 47 kg: 41 gr/hari

Menu yang bisa diberikan misalnya:

Pada pagi hari : nasi tim 1 gelas, telur bebek 1 butir bisa direbus atau goreng dan sayuran yang dimasak bening atau ditumis, mendekati jam maka siang kira kira jam 10 an bisa diberikan kacang hijau 3 sendok makan dan susu murni 1 gelas.

Pada siang hari: nasi putih 50 gram, daging 1 potong bisa direbus atau goreng, tempe 1 potong, sayur 1 gelas, pisang 1 buah. Sore sekitar pukul 16.00 bisa diberikan susu 1 gelas dengan gula pasir 1 sendok makan.

3. Meminimalisasi terjadinya stres

Bukan hal yang mudah menghindari stres hidup dikota besar.Karena semenjak matahari terbit sampai matahari tenggelam orang mengalami ketegangan. Gejala stres secara psikis  antara lain susah tidur, kurang nasfsu makan, cemas, frustasi, tidak bergairah kerja dan terasa seperti memiliki musuh. Secara fisik sering buang air besar, gangguan pencernakan, sariawan dsb dengan penyebab yang tidak jelas. Untuk itu diperlukan cara agar kesibukan yang ada tidak membuat stress, dengan antara lain :

  • Mencegah tekanan berkembang menjadi stres
  • Jika mengalami stres sebaiknya segera dicari obatnya misalnya dengan berlibur, lebih banyak mendengarkan musik yang menenangkan, banyak beribadah, jiwa dan raga di pasrahkan pada yang Esa dan percaya dengan ketentuan-Nya.

4. Berhenti merokok

Seorang perokok pasti sadar betul akan bahayanya menghisap nikotin yang terkandung dalam rokok, tapi mereka lebih mementingkan kepuasan dibandingkan dengan Budaya Hidup Sehat. Berbagai penelitian membuktikan bahwa perokok memiliki faktor dominan terkena kanker dan penyakit jantung. Bahan dalam asap rokok yang membahayakan adalah nikotin dan CO(karbon) . Setiap batang rokok yang dibakar akan menghasilkan 0,5 mg nikotin, kadar CO dalam darah perokok bisa mencapai 5% kondisi ini akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah. Akibatnya perokok memiliki raio 3x lebih besar terkena dibandingkan bukan perokok.

5. Rajin memeriksa tekanan darah

Bagi kelompok umur yang rawan penyakit jantung, sebaiknya tekanan darah selalu diperiksa. Diet untuk mengurangi berat badan dengan diimbangi  olah raga teratur bisa membantu menurunkan tekanan darah. Jenis olahraga yang dilakukan disesuaikan dengan umur dan kondisi fisik tiap individu. Karena tujuan kegiatan olah raga adalah untuk kesegaran jasmani atau ketahanan jantung dan peredaran darah, kekuatan, ketahanan otot serta kelenturan.

Berikut ini rata rata tekanan darah ideal sesuai dengan umur seseorang :

30 tahun, kolesterol 200 gram – tekanan darah 124/76

40 tahun, kolesterol 220 gram – tekanan darah 129/81

50 tahun, kolesterol 230 gram – tekanan darah 134/83

60 tahun, kolesterol 230 gram – tekanan darah 140/83

70 tahun, kolesterol 225 gram – tekanan darah 148/81

6. Periksa kesehatan secara berkala

Pemeriksaan kesehatan rutin harus dilakukan untuk mengetahui lebih dini tentang gejala penyakit yang mungkin diderita. Sebaiknya yang berusia diatas 40 tahun rajin chek up dalam 6 bulan sekali. Pada usia 30- 40 tahun sebaiknya periksa kesehatan 1 tahun sekali, sebab perubahan sangat cepat terjadi pada usia 40 th an. Yang paling penting setelah dilakukan pemeriksaan adalah mengikuti anjuran dokter agar terjadi perubahan yang lebih baik.

Mengadakan rekreasi pada tiap hari libur akan melepaskan ketegangan , mendekatkan diri pada yang Kuasa penting dilakukan, agar kehidupan menjadi seimbang dan terhindar dari berbagai keluhan psikis. menanamkan Budaya Hidup Sehat dengan mencegah lebih baik dari pada mengobati bisa menjadi prioritas.

Semoga bermanfaat

Sumber : Dep. kesehatan RI dan Budaya Hidup Sehat

 

Comments

comments

2 Comments

  1. dewi widati November 17, 2014 Reply
  2. joko susilo November 17, 2014 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)