Pendidikan seks pada Anak Usia Dini Penting Untuk Diajarkan . Mengapa ?

Pendidikan seks adalah hal yang masih menjadi kontroversi mengenai perlu tidaknya diajarkan baik secara formal maupun informal -pendidikan seks di sekolah dan pendidikan seks usia sekolah.

Sebagian besar masyarakat kita beranggapan bahwa masalah seks tabu untuk dibicarakan apalagi diajarkan, karena sangat bertentangan dengan budaya ke timuran. bahkan sangat dimaklumi apabila mereka tidak setuju adanya Pendidikan seks karena jangan jangan dengan bekal Pendidikan seks tersebut anak anak justru semakin ingin tahu dan menyalahgunakan pengetahuan tersebut.

Semua kemungkinan sangat mungkin terjadi, namun sebaiknya kita perlu berhati hati dan berpikir jauh kedepan mengenai masalah ini, apalagi dengan semakin tingginya resiko kehamilan tak diharapkan dan penyakit menular seksual (PMS) seperti AIDS – selain diakibatkan oleh hubungan seksual tak aman dapat pula menyebar karena penggunaan obat obat terlarang melalui jarum suntik yang tidak steril.

Seperti kita ketahui bersama AIDS belum ada penangkalnya, tidak seperti penyakit seksual lainnya semacam gonore, sipilis yang bisa diobati. Virus HIV adalah virus mematikan dengan masa inkubasi relatif lama – 6 bulan sampai bertahun tahun sehingga mereka yang terjangkit tidak sadar bahwa ia berpotensi menularkan virus, ini juga yang membuat penyebaran virus HIV melus- sampai virus ini mencapai tahap AIDS, yakni tahap dimana virus sudah menggerogoti sistem kekebalan tubuh sehingga penyakit ringanpun bisa mengakibatkan kematian.

Akankah kita tinggal diam dengan resiko sebesar ini yang mengancam anak anak kita, generasi penerus kita, tulang pungggung pembangunan kita? Sampai hatikah kita membiarkan anak anak kita karena ketidaktahuannya, terjerumus dalam pergaulan tidak sehat lalu menjadi ibu remaja, atau menjadi ODHA (orang dengan HIV/AIDS), kemudian tergolek tak berdaya menanti ajal tiba dan memboroskan banyak uang untuk menyamabung hidupnya yang pasti tak akan berakhir lama.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Disinilah pentingnnya Pendidikan seks. Pendidikan seks yang tentunya disesuaikan dengan jenjang usia perkembangan anak akan membuat seseorang menjadi tahu , siap dan bertanggung jawab terhadap seksualitsnya sediri.

Apakah Pendidikan seks itu, Dan kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan Pendidikan seks?

Pendidikan seks secara ideal menyangkut pendidikan mengenai anatomi dan fisiologi sistem reproduksi manusia, konsepsi, kontrasepsi, fisioseksualitas, perbedaan jenis kelamin dan berbagai unsur pokok cinta yang berhubungan dengan perilaku seksual.

Ini bukan sekedar diskusi tentang bagaimana terbentuknya bayi(dengan perantara pria) dalam rahim wanita sampai persalinanya, melainkan juga memberi landsan bagi individu untuk berkembang menjadi orang dewasa yang sehat dan bertanggung jawb yang mampu menggunakan naluri seksual dalam dirinya untuk mencapai potensi tanpa menjadi terobsesi olehnya.

Pendidikan seks memungkinkan seseorang mengidentifikasi dan merasa nyaman dengan seksualitasnya sendiri.

Kapan sebaiknya Pendidikan seks diberikan ?

Perlunya pendidikan seks, Pendidikan seks bisa dimulai kapan saja setelah seseorang mampu menyerap masukan masukan konseptual sebelum memasuki masa kematangan seksual. Idealnya Pendidikan seks ini sehrusnya sudah selesai sebelum interkasi seksualnya dimulai. Bahkan ketika anak sedang berkembang, pendidikan yang sesuai dengn jenjang umurnya harus terus menerus ditanamkan.

Secara bawah sadar orang tua telah memberikan Pendidikan seks sejak si anak dilahirkan. Cara orang tua memgang dan menyentuh sianak dimasa kanak kanaknya dan car mereka berinteraksi dengan si anak akan menanamkan sebuah fondasi bagi pembelajaran seksual si anak dimasa mendatang.

Pendidikan seks usia dini
Membuat si anak merasa dicintai akan memberikan pengaruh mendasar dalam mengasah sikapnya di masa mendatang terhadap seks dan seksualitas.

Cara orang  tua berhubungan satu dengan lainnya dalam interaksi mereka dan kehidupan mereka sehari hari akan mempengaruhi pnghargaan sianak akan dirinya sendiri, citra tubuhnya, peran gender, peran keluarga seperti halnya kapasitas cinta, keintiman dan rasa berbagi.

Bagaimana seharusnya seseorang menanamkan Pendidikan seks kepada anak

Anak anak secara normal ingin tahu terhadap apapun, termasuk seks. Kalau seorang anak muda tak mengekspresikan keingitahuan terhdap seksualitas dirumah, hal ini terjadi karena  ia (tanpa membedakan jenis kelamin) merasa bahwa orang tuanya tidak akan senang  dengan pertanyaan2 yang menyangkut soal ini.

Kalau ortu merasa nyaman terhadap seks,maka akan menjadi mudah untuk mendapatkan kesempatan yang sesuai untuk membiarkan anak mengetahui bahwa seks bukanlah merupakan wilayah terlarang.

Sebagai contoh kalau seseorang hamil, jika seekor anjing betina punya anak, atau kalau anak lelaki mengalami mimpi basah. Maka orang tua harus meyakinkan anak bahwa keingintahuan anak tentang hal ini adalah hal yang alamiah.

Kadang ada koran atau majalah yang menampilkan ilustri gambar pada artikelnya tentang bagaimana bayi dilahirkan atau iklan tentang pengendalian kelahiran, bisa dijadikan sumber yang berharga untuk melakukan diskusi dengan anak.

Orang tua mendorong tercapainya hubungan baik dengan anak mereka dan meningkatkan hubungan ortu-anak yang sehat dan nyaman sehingga menampilkan sikap ” orang tua yang bisa didekati”

Keuntungan dari pendekatan ini adalah ketika pendidikan seksual yang lengkap belum bisa diberikan, paling tidak sianak berani melontarkan pertanyaan2 yang menggangu benak mereka.

Ketika anak mengajukan pertanyaan “Dari mana aku datang?”

Seorang ibu bisa mulai memberikan jawaban dengan” kamu datang dari suatu tempat dalam tubuh mama”

Bilamana anak bisa mempercayai anda karena anda tak terlalu ketat dan keras dalam memberikan tanggapan terhadap pertanyannya, maka ia akan memandang anda sebagi sumber kearifan dan bimbingan.

Informasi tambahan yang relevan dengan pertanyaan yang diajukan mungkin bisa diberikan dengan bertambahnya usia anak, ketika ia siap untuk mendapatkan pengetahuan yang sesuai denga periode perkembangannya.

Apakah berbahaya jika orang tua memberikan jawaban yang melebihi tingkat pemahaman anak?

Orang tua terlalu banyak kawatir bahwa pengetahuan macam itu akan membahayakan perkembangan mental si anak. Meski kita hidup dalam masyarakat yang konservatif, pengetahuan ilmiah yang sesuai dengan usia anak tak akan membahayakannya, karena yang mungkin membahayakan adalah ketidak thuan.

Lebih bagus lagi kalau kita memberikan anak informasi dasar dengan sikap yang sederhana, faktual, penuh kasih sayang. bahkan meskipun jawaban ortu melampaui apa yang bisa dimengerti anak , tak ada bahayanya, sebab tanggapan ini akan membuka pintu untuk diskusi di masa mendatang.

Apakah Pendidikan seks merangsang keinginan dan nafsu seks yang mengarah kepada meningkatnya kehamilan yang tk dikehendaki dan meluasnya penyakit kelamin?

Jawabannya adalah tidak, Pendidikan seks tidak menstimulan keinginan dan nafsu seks. Faktanya hal ini malah memuaskan rasa ingin tahu seseorang tentang informasi yang memadai dan benar, memungkinkannya untuk mengenali orientasi seksual dan seksulitasnya sendiri.

Pendidikan seks bisa membantu putra putri kita untuk mempelajari cara dan mengarahkan impuls seksualnya dengan lebih banyak kecerdasan dan pengetahuan sehingga bisa mengenali dan memahami para lelaki atau perempuan yang memiliki keinginan dan nafsu seks yang menyimpang.

Faktanya dengan Pendidikan seks ang baik maka kemungkinan jumlah kehamilan yang tak diharapkan dan penyakit menular seksual bisa berkurang drastis.

Bagaimana seharusnya memberitahu anak tentang tindak kekerasan atau pelecehan seksual

Orang seharusnya mendekati subyek ini secara langsung dan obyektif dengan memberikan informasi yang memadai dan jujur tanpa menciptakan kecemasan apapun yang tak perlu.

Pendidikan seks untuk anak – Pendekatan ini akan membuat anak tahu apa pelecehan seksual itu dan memungkinkannya untuk mengenali bentuk bentuk pelecehan seksual itu ketika ia mungkin menghadapi orang orang seperti itu.

Anak anak sekolah harus diperingatkan untuk tidak menerima kebaikan dan pemberian dari orang asing.

Pendidikan seks untuk remaja, Pada masa remaja diskusi yang lebih bersahabat dan hangat seharusnya silakukan. Hubungan ortu -anak yang saling mempercayai akan mendukung anak untuk melaporkan kepada orang tunanya tenang kejadian kejadian tak biasa yang melibatkan orang lain.

Faktanya pengenalan publik dalam bidang pelecehan seksual terhadap anak adalah hal yang mutlak asasi.Kejadian kejadian tertentu yang telah tejadi seharusnya dilaporkan, didiskusikan dikoran bahkan disiarkan di televisi. langkah ini akan memberi sanksi sosial kepada  para pelaku pelecehan seksual terhadap anak.

Sumber : Problem dan Solusi Prakash Kothari- Pendidikan seks

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)