Penyakit Kardiovaskuler Dengan Gejalanya dan Pencegahannya

Penyakit Kardiovaskuler – Mempelajari Sistem kerja jantung

Penyakit KardiovaskulerPengertian penyakit kardiovaskuler.

KARDIOVASKULER berasal dari kata cardio dan vaskular. Cardio berarti jantung, vaskular berarti pembuluh darah. Dengan demikian kardiovaskuler adalah pembulh darah yang berhubungan dengan jantung. KARDIOVASKULER disini adalah penyakit pembuluh darah yang mempunyai hubungan langsung dengan kerja jantung. Gangguan gangguan pada pembuluh darah dapat memberkan dampak buruk pada jantung kita, Akibat paling fatal adalah kematian.

Jantung berfungsi memompa darah melalui jaringan pembuluh darah ke seluruh bagian tubuh manusia. Jantung terdiri atas serambi atau atrium dan bilik atau ventrikel. Serambi ada dua yaitu serambi kanan dan serambi kiri, sedangkan Bilik juga terbagi menjadi bilik kiri dan bilik kanan.

Didalam tubuh manusia dikenal dua siklus peredaran darah yang terjalin secara pararel, yaitu antara lain :

  1. Peredaran darah jaringan tubuh dengan pompa sentralnya di jantung kiri yang mengalirkan darah kaya akan oksigen
  2. Peredaran bahan nutrisi dan zat makanan keseluruh tubuh melalui jaringan jantung kanan, kemudian ke paru paru dengan pompa sentralnya jantung sebelah kanan.
cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Sistem pembuluh darah yang menyalurkan darah dari jantung keseluruh bagian tubuh disebut sistem arteri. Sedangkan jaringan pembuluh darah balik yang menyalurkan darah dari seluruh bagian tubuh ke jantung disebut sistem vena.

Peredaran darah baik sistem vena ataupun arteri merupakan rangkaian kesatuan yang berhubungan seri dalam dua siklus peredaran darah yang terjalin secara pararel. Masing masing disebut sistem sirkulasi tubuh atau peredaran darah besar yang terbagi lagi dalam peredaran darah ke setiap organ misalnya ke otak, ginjal, kaki dan tangan.

Khusus peredaran darah ke otot jantung yang merupakan bagian dari sistem sirkulasi tubuh dan dikenal dengan sirkulasi darah koroner karena darah dialirkan melalui arteri koronaria kedalam otot jantung. Arteri koronaria memiliki dua pangkal utama, kiri dan kanan, masing masing dari pangkal atau aorta yaitu arteri utama yang keluar dari jantung berfungsi mengalirkan darah ke otot jantung atau miocard. Kemampuan kerja otot jantung sangat bergantung kepada darah yang dialirkan oleh arteri koronaria ke otot jantung itu sendiri.

Jika otot jantung yang berfungsi sebagai pompa tidak memperoleh suplai darah yang cukup maka kasus seperti ini disebut penyakit jantung koroner.Suplai darah yang berkurang biasanya disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah.

Berikut ini beberapa faktor terjadinya penyempitan pembuluh darah:

  1. Terjadinya proses penyempitan pembuluh darah bisa karena proses arteroslerosis yaitu terbentuknya bercak menebal pada dinding pembuluh arteri bagian dalam, sehingga mempersempit aliran darah ke otot jantung. Hal ini terjadi karena faktor usia yang tidak bisa dicegah dan merupakan proses alamiah yang dialami seluruh manusia. Penyakit kardiovaskuler pada lansia
  2. Faktor bawaan sejak lahir. Faktor in juga tidak bisa dikendalikan karena sudah bawaan dari dalam tubuh. Penyakit kardiovaskuler pada anak.
  3. Karena adanya penumpukan kolesterol yang sebenarnya dibutuhkan untuk memelihara fungsi fungsi organ. Jika kadar kolesterol dalam darah terlalu tingggi maka akan mempermudah terjadinya bercak pada dinding dalam arteri koronaria sehingga terjadi penyumbatan pembuluh darah.

Gejala gejala Penyakit Kardiovaskuler

Gejala gejala yang mungkin timbul dari Penyakit Kardiovaskuler adalah sebagai berikut :

  1. Nyeri dada (Angina pectoris)

Gejala Angina pectoris adalah nyeri dada akibat infark miocard accut. Pemeriksaan pada kasus ini dilakukan dengan melihat bidang dada, bahu dan leher. Jika terjadi ketidakharmonisan maka dicurigai sebagai serangan jantung. Serangan ini biasanya berlalu setelah  130 menit diberikan nitroglycerin. Pada kasus non coroner, kasus ini bisa terjadi akibat gelembung yang mengganggu pembuluh darah paru, neurotic pada aorta, gangguan pada perut dan masalah psikologis.

  1. Kesulitan bernafas (Dyspenia)

Gejala ini sering menandakan kegagalan jantung, akibat otot jantung tidak bekerja dengan baik. Untuk mengatasinya penderita harus tidur terlentang dan kepalanya diganjal dua atau tiga bantal. Kesulitan bernafas ini sering diakibatkan karena tidak efektifnya jantung memompa darah sehingga parau paru kekurangan darah. Disamping akiat lemah jantung, gejala ini bisa karena pembesaran jantung.

  1. Jantung berdebar ( palpitation)

Gejala ini berupa rasa seperti tertumbuk dirongga dada dan jantung. Diperlukan pemeriksaan kecepatan debar jantung dan frekuensinya, serta berbagai faktor lainnya.

  1. Pingsan ( Syncope)

Penderita syncope (pingsan )bisa sampai kehilangan kesadaran. Ditinjau dari etimologi, penyakitnya bisa disebabkan gangguan detak jantung, gangguan dinding jantung dan tekanan darah tinggi sehingga detak jantung menjadi tidak beraturan.

  1. Keletihan (Fatigue)

Gejalanya berupa gagal jantung yang disebabkan terganggunya fungsi katup mitral pada jantung, klep paru, atau klep aorta yang selalu diikuti oleh gejala anemia, yang menyebabkan penderita merasakan lelah dan tidak bersemangat.

  1. Batuk batuk (Cough)

Batuk batuk disebabkan tidak terkendalinya produksi lendir kerena tingginya tekanan darah di paru paru, yang salah satunya akibat tekanan darah tinggi. Dalam kasus ini terjadi penumpukan lendir dalam paru paru , gejala yang timbul antara lain penderita merasa sesak dan sakit dibagian dada tengah.

7. Darah berbusa ( Hemoptysis)

Gejala ini terjadi akibat adanya gangguan pada katub miral, infark paru atau emboli pada paru. Gejala ini diduga memiliki hubungan yang signifikan dengan tubercolusis yang diderita pasien

8. Kadar hemoglobin turun ( Cyanosis)

Turunnya hemoglobin dalam pembuluh darah menimbulkan gejala peradangan pada mata, mulut dan bibir. Untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan penelititan intensif. Biasanya gejala ini terjadi akibat produksi  darah merah dalam tubuh tidak normal.

9. Lendir berkumpul (Edema)

Akibat penumpukan lemdir di pembuluh darah, pengiriman darah ke vena terganggu. Pada kondisi ini cairan dapat masuk ke pembuluh kapiler dan menyebabkan paru paru dan pembuluh darah halus disekitarnya terganggu. Jantung pun menjadi lemah akibat suplai darah yang dikirim ke serambi paru paru sebelah kiri berkurang.

Jenis Jenis Penyakit Kardiovaskuler dan Pencegahan Penyakit Kardiovaskuler

Macam-macam penyakit kardiovaskuler,

Penyakit penyakit pembuluh darah yang berkaitan erat dengan sstem peredaran darah jantung cukup banyak. Dalam hal ini para ahli kedokteran menganggap sebagai dampak atau komplikasi seperti komplikasi ke paru paru, ginjal dan kencing manis.

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan sistem KARDIOVASKULER atau Penyakit Kardiovaskuler adalah sebagai berikut :

1. Jantung koroner

Jantung koroner terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah dalam arteri koroner yang disebabkan penyumbatan atau pengapuran kolesterol pada dinding pembuluh darah arteri dibagian dalam.

2. Lemah jantung atau Jantung mengipas

Penyakit lemah jantung disebabkan katup mitral pada jantung tidak bekerja dengan baik, sehngga suplai darah ke jantung dan paru tidak normal. Penyakit ini sering disertai dengan gejala sesak nafas atau lemas. Gangguan terhadap mitral ini bisa juga karena penyakit bawaan atau gangguan tekanan darah.

3. Penyakit jantung rematik

Penyakit ini terjadi karena adanya kuman yang mencemari pembuluh darah jantung. Penyakit ini paling banyak diderita golongan masyarakat tidka mampu yang higienitanya kurang.

4. Penyakti jantung hiperternsi

Penyakit ini akibat tekanan darah yang meninggi, sehingga jantung menjadi keletihan. Akibat beban yang terlalu berat, jantung bisa mengalami pembengkakan.

5. Trombosit

terjadinya gelembung udara didalam darah menyebabkan terjadinya penyumbatan berupa trumbus didalam pembuluh darah itu. Jika terjadi pada pembuluhd arh arteri koroner bisa mengakibatkan infark miocard

Pencegahan Penyakit Kardiovaskuler antara lain dengan cara :

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan untuk terjadinya Penyakit Kardiovaskuler adalah dengan mengendalikan faktor faktor resikonya. Berikut ini beberapa faktor resiko Penyakit Kardiovaskuler :

1. Kadar kolesterol tinggi

Kadar lemak kolesterol dalam darah harus dikendalikan, terutama dengan pola makanan sehat. Dianjurkan tidak banyak konsumsi makanan tinggi lemak dan yang mengandung kalori berlebih. Dianjurkan juga konsumsi makanan banyak serat, seperti buah dan sayur.

2. Menghindari merokok

Merokok merupakan faktor signifikan bagi jantung, kebiasaan merokok dapat mempercepat proses pengerasan pada permukaan bagian dalam pembuluh darah atau biasa disebut proses arterosclerosis. Asap rokok mengandung nikotin yang dapat menyebabkan kenaikan frekuensi denyut jantung dan tekanan darah. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida (CO) yang bisa menghambat pertukaran oksigen dalam darah dan menimbulkan kerusakan jaringan pembuluh darah, yang menjadi awal proses arterosclerosis.

3. Tekanan Darah tinggi

Tensi tinggi dalam waktu yang cukup lama menyebabkan ketegangan meningkat pada dinding pembuluh darah. Dan kondisi ini bisa memicu timbulnya arterosclerosis. Tekanan darah tinggi juga memberi beban bagi jantung sehingga berakibat pembengkakan pada jantung. Hipertensi atau tekanan darah tinggi harus selalu diketahui dan dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi pada organ organ lainnya.

4.Diabetes militus atau kencing manis

Penyakit diabetes harus segera dikendalikan karena akan menimbulkan banyak  komplikasi terutama dengan cara diet menurut aturan jumlah kalori. Penyakit diabet sering diikuti merapuhnya jaringan pembuluh darah dan lebih cepat menimbulkan arterosclerosis pada lapisan bagian dalam pembuluh darah arteri. Perlu diingat penderita diabet sering mengalami serangan jantung pada usia muda.

5. Kegemukan

Bobot tubuh yang berlebihan bisa memberikan beban pada kerja jantung. sehingga bagian faal jantung terganggu. Kegemukan merupakan faktor kelipatan resiko terkena serangan jantung. Mereka yang memiliki berat badan lebih dari 120% perlu diperiksa kadar insulinya. Hal ini disebabkan insulin yang berlebihan dalam pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan darah.

Rumus untuk mengukur berat badan normal :90%(tinggi badan-100).

Misalnya berat badan 56 kg dengan tinggi 155 cm. Maka berat badan dormalnya adalah 90%(155-100)=49.5 kg

Ini berarti yang bersangkutan memiliki kelebihan berat badan 56 kg-49.5kg= 6.5 kg. Jika kelebihan berat lebih dari 10 kg maka perlu diwaspadai.

6. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sesuai dengan aturan kesehatan juga menjadi faktor penentu kejadian penyakit jantung koroner dan Penyakit Kardiovaskuler. Stres atau tekanan perasaan menyebabkan peninggian tekanan darah. Untuk mencegah keadaan ini sebaiknya hidari kebiasaan buruk , serba terburu buru, gelisah, cemas. Bersikap tawakal dan pasrah adalah salah satu cara tepat untuk mencegah stress karena bisa membawa ketenangan jiwa.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita agar lebih berhati hati dengan kesehatan. Hidup tak berarti jika sakit.

Sumber :Penyakit Kardiovaskuler

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)