Puisi Sufi Kisah Keajaiban Cinta Jalaluddin Rumi

Ulama sufiBetapa nikmatnya kita menyenandungkan puisi sufi. Apalagi yang lahir dari mulut manis Rumi, sang maulana kita. Ditangannya cinta ibarat orang kaya yang tak mau terhina dan tak silau oleh kekuasaan. Barang siapa pernah mencicipi sekali saja ia akan merasakan kenikmatan tiada tara – Puisi sufi jalaluddin rumi

Sungguh , itulah aroma anggur yang kita rasakan dari cawan cinta rumi. Jalan sufi yang jauh dari birokratisasi  gerakan tarekat. Juga jalan penuh cinta yang terhampar menuju penyatuan dengan Tuhan. Dibentangkan dalam keindahan puisi sufi cinta. Madah keindahan yang terpantul dari guru, sahabat dan muridnya. Karena bersama mereka rumi merajut benang cinta suci dengan Tuhan

Lebih jauh puisi sufi memasuki cinta Rumi

Menurut Rumi , setiap makhluk itu bergerak karena cinta yaitu cinta oleh keabadian. Tampaknya ini bertentangan dengan rasio kemodernan. Dimana banyak orang beranggapan bahwa kehidupan ini berjalan dengan adanya perputaran uang. Dengan perputaran uang maka produksi berjalan dan muncullah pekerjaan. Dengan munculnya pekerjaan, tenaga kerja terserap sehingga kemampuan konsumsi bertambah. Selanjutnya dengan konsumsi bertambah maka produksi akan jalan terus dan muncul lagi pekerjaan. demikian seterusnya.

Namun benarkah , pemahaman Rumi bertentangan dengan rasio kemodernan? Tampaknya jawabnya yang tepat adalah ” tidak” Ya, sekali : Tidak! Mengapa ? Sebab Rumi hanya mengungkap sesuatu yang tidak nampak dalam rasio kemodernan itu.

Rumi mengatakan : Suatu saat gandum harganya senilai dengan emas, namun pada saat lainnya senilai dengan kotoran. Meskipun nilainya berbeda, sesungguhnya bentuk gandum tetap sama

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Barangkali inilah yang dimaksudkan Rumi bahwa suatu saat rasionalitas akan terhalangi. Rasio kemodernan tidak mampu menangkap fakta yang mengungkap adanya alur perputaran cinta.

Rasio kemodernan hanya menangkap bentuk cinta yang paling luar, yaitu cinta dalam bentuk jasad, cinta dalam tingkat yang pertama.

Cinta Sejati Hamba sufi – Puisi Sufi

Cinta yang dalam tasawuf dikenal dengan istilah mahabbah adalah pilar utama bagi kehidupan seorang sufi, karena dasar setiap gerak dan diam adalah cinta.

Cinta Allah kepada seorang hamba ditunjukkan dengan kedekataNYA pada hamba itu, sedangkan cinta hamba kepada Allah ditunjukkan dengan taat melakukan perintahNYA, menjauhi larangnnNYA dan mempersembahkan kepasrahan total dihadapanNYA.

Keajaiban cinta

Keajaiban cinta

Seorang sufiyah besar Rabi’ah al-adawiah, pernah mengilustrasikan cintanya yang rumit kedalam sebuah puisi sufi :

Kucintai Engkau dengan dua cinta

Cinta karena kecenderungan hawa dan cinta karena memang Engkaulah yang layak dicinta

Cinta hawa menyibukkanku untuk mengingat- Mu dari yang lain

Sedangkan yang Engkau layak cintai

maka Kaulah yang menyingkap hijab untukku agar aku bisa memandang-Mu

Sama sekali tiada puji bagiku dalam cinta manapun

Tapi bagi-Mulah segala puji itu

Segala gerak jasad dan desah adalah tarikan cinta sejati yang tiada pernah terhenti. Dan seorang sufi besar, Jalaluddin Rumi mencoba mengungkapkannya. Lewat sajian baris baris puisi sufi

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)