Riwayat Hidup Syekh Abdul Qodir Jaelani

Sepintas Tentang riwayat hidup Syekh Abdul Qodir Jaelani, Beliau dilahirkan di Naif, dikawasan daerah Jailan, Persia. Pada bulan ramadhan tahun 470 H. Ayahnya bernama Abu Shaleh Seorang yang taat kepada Allah dan mempunyai riwayat keturunan dengan Imam Hasan. Imam hasan adalah anak sulung Sayyidina Ali (saudara sepupu Nabi Besar Muhammad SAW) dengan Fatimah (anak perempuan Nabi Muhammad). Ibunya adalah putri Abdullah Shaumayya, seorang yang taat kepada Allah, keturunan Imam Husain, Anak ali dengan Fatimah. Jadi Syekh Abdul Qodir Jaelani adalah anak keturunan Hasan dan Juga Husain.

Awal Kehidupan Syekh Abdul Qodir Jaelani

Semenjak kecil Syekh Abdul Qodir Jaelani dikenal sebagai anak yang pendiam dan mempunyai sopan santun. Ia suka termenung sambil berfikir dan sangat cenderung kepada pengalaman keruhanian. Setelah usianya menginjak 18 th, ia menjadi seorang yang tamak akan ilmu dan ingin selalu bersama sama orang sholeh. Keadaan ini mendorong dirinya untuk belajar ke Baghdad, yang pada saat itu menjadi pusat pengkajian berbagai ilmu.

Syekh Abdul Qodir Jaelani berangkat mengikuti rombongan kafilah, ditengah jalan kafilah diserang oleh sekumpulan perampok. Karena tampangnya yang kumal dan terlihat miskin para perampok tak memperdulikannya, sampai kemudian salah seorang perampok menghampirinya dan bertanya kepadanya siapa tahu dia banyak uang. Syekh Abdul Qodir Jaelani teringat pesan ibunya untuk tidak berbuat bohong, Maka ia berkata ” Ya aku membawa 80 keping uang emas yang dijahit oleh ibuku didalam bajuku” Perampok itupun terkejut mendengar jawaban Syekh Abdul Qodir Jaelani. Mereka heran dengan orang yang berkata terus terang, Kemudian mereka membawa Syekh Abdul Qodir Jaelani menemui ketua perampok. Sang Ketua menyuruh Syekh Abdul Qodir Jaelani untuk membuka bajunya dan benar ditemukan 80 kepingan uang emas.Sang Ketua sangat heran dan bertanya kepadanya, Mengapa ia mau berkata dengan terus terang…

Syekh Abdul Qodir Jaelani menceritakan bahwa ia diberi nasehat oleh ibunya untuk tidak berbohong, selanjutnya ia mengatakan bahwa jika ia telah berbohong maka ada kemungkinan ilmu agama yang dituntutnya tidak akan didapatkan dengan memuaskan hati. Setelah mendengar cerita tersebut, sang ketua perampok itu menangis dan mencucurkan air mata lalu rebah terduduk, terus bertobat dan memohon ampun atas segala dosa yang pernah ia lakukan. Selanjutnya diceritakan bahwa ketua perampok itu menjadi muridnya yang pertama.

Syekh Abdul Qodir Jaelani Belajar di Baghdad

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Banyak kesusahan, kepayahan dan kesulitan yang ia alami ketika belajar di baghdad tetapi karena kemauannya yang keras untuk menguasai seluruh pelajaran akhirnya semua bisa dilewati. Syekh Abdul Qodir Jaelani selalu berusaha untuk menguasai diri dari hawa nafsu amarah yang ada pada dirinya. Ia selalu berpuasa dan tidak mau meminta makanan kepada siapapun, walaupun ia tidak makan selama beberapa hari lamanya. Ia mencari orang orang sufi di Baghdad dan bergaul dengan mereka. Sampe akhirnya Syekh Abdul Qodir Jaelani bertemu dengan Hamad. Ia adalah seorang penjual serbet, namun begitu ia adalah seorang wali Allah yang besar pada masanya. Dia banyak memberikan ilmu pelajaran kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani. Hamad adalah seorang guru yang kasar dan garang tapi bagi Syekh Abdul Qodir Jaelani semua itu sebagai cara untuk membetulkan kerusakan kerusakan yang ada pada dirinya.

Latihan Keruhanian Syekh Abdul Qodir Jaelani

Setalah selesai masa pembelajarannya iapun terus melakukan latihan sesuai dengan cara cara yang dilakukan orang2 sufi. Ia menjauhkan diri dari segala kebutuhan dan kemewahan hidup, kecuali hal hal yang dirasakan perlu. Sebagian waktunya dipergunakan untuk sholat dan membaca Alquran. Kadang ia melakukan sholat shubuh dengan wudhu sholat Isya. Kadang ia katam membaca seluruh ayat Alquran dalam tempo semalam. Dalam masa latihannya ia menghindarkan diri dari manusia dan tidak mau berteman atau bercakap cakap dengan siapapun.Jika ia bepergian keluar iapun pergi ke padang pasir seorang diri.

Akhirnya ia meninggalkan Baghdad dan tinggal Shustar, suatu tempat yang jauhnya menelan perjalanan 12 hari di baghdad. Ia mengasingkan dirinya dari dunia selama 11 tahun. Setelah genap 11 tahun itu maka selesailah latihan keruhaniannya. Ia lantas menerima apa yang dikatakan “Nur”. Nafsu kebinatangan atau nafsu amarah kosong dari jiwanya. Merasa berada lebih dekat dengan Allah.Syeh abdul qodir jaelani

Godaan setan pada Syekh Abdul Qodir Jaelani

1. Pada suatu hari iblis datang menemuinya dan menyatakan dirinya sebagai malaikat jibril. Iblis mengatakan bahwa ia membawa Buraq(kendaraan yang ditumpangi Nabi Muhammad) untuk membawanya pergi kehadirat Allah Taala. Mendengan keterangan itu Syekh Abdul Qodir Jaelani yakin bahwa yang ada dihadapanya adalah iblis atau setan. Sebab Jibril dan Buraq hanya datang kepada Nabi Muhammad saja.

Iblis telah gagal menggodanya, kemudian iblis berkata ” Baiklah Abdul qodir, kamu telah menyelamatkan dirimu dengan ilmumu itu”. Enyahlah kamu dari sini iblis kata Syekh Abdul Qodir Jaelani. “Jangan coba coba menggodaku lagi, bukan ilmu yang menyelamatkanku dari perangkapmu namun dengan rahmat Allah dan pertolonganNYA”

2. Pada suatu ketika Syekh Abdul Qodir Jaelani berada dihutan belantara untuk beberapa waktu lamanya tanpa makan dan minum. Tiba tiba datanglah awan dan turunlah hujan. maka Syekh Abdul Qodir Jaelani dapat menghilangkan dahaganya.Dengan tiada diduga datanglah seberkas sinar yang memancar dan berkata “Aku ini tuhanmu sekarang segala yang haram telalh aku halalkan buatmu”. Mendengar perkataan ini Syekh Abdul Qodir Jaelani membaca “A’udzu Billahi min as-asyithan nirrojim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk).

Seetelah membaca itu sinar tersebut berganti menjadi awan dan berkata “Dengan ilmu dan rahmat Allah kamu telah selamat dari tipu dayaku”

Kemudian setan itu bertanya kepadanya” bagaimana kamu dapat mengenal setan dengan segera?” Syekh Abdul Qodir Jaelani menjawab ” Bahwa apabila setan itu mengatakan akan menghalalkan segala yang haram , maka dengan serta merta dapat diketahui bahwa kalimat itu bukan dari Allah SWT, Sebab dia tidak menghalakan segala yang haram”

Menjadi Guru bagi orang banyak

Pada hari jumat tahun 511 H Syekh Abdul Qodir Jaelani didalam batinya memandang bahwa ia seolah olah sedang berjalan disuatu lorong di baghdad. Ia melihat seorang yang kurus dan sakit berdiri ditepi jalan. orang itu mengucapkan salam kepadanya dan iapun menjawab salam orang itu. Orang kurus dan sakit itu meminta tolong padanya untuk membantunya berdiri dan iapun membantu. Setelah berdiri tegak tiba tiba ia berubah menjadi bertambah besar dan gagah tubuhnya. Syekh Abdul Qodir Jaelani merasa takut melihat itu, Namun orang tersebut menenangkan dan berkata “Aku ini adalah agama nenek moyangmu. Aku telah menjadi sakit dan tidak kuat berdiri. Tetapi Allah telah ,menguatkan aku lagi melalui pertolonganmu” Ini terjadi pada petang hari, ketika ia hendak menemui orang banyak di masjid. Selang beberapa waktu, orang pun memberikan gelar kepadanya “Muhyiddin” yang berarti “Pembangkit Agama”

Sekitar tahun 521 H Syekh Abdul Qodir Jaelani mendapatkan madrasah untuk mengajar. Pada awal mulanya muridnya sangat sedikit sekali. Kelamaan ia dikenal sebagai orang yang alim, bijak, wara’dan sholeh dan mempunyai ilmu yang dalam dan tinggi serta berpegang teguh kepada syari’at, sehingga berdatanganlah orang kepadanya untuk menuntut ilmu yang berharga dan bernilai tinggi darinya.

Madrasah sudah tak lagi menampung murid muridnya. Pada th 528 H rumah rumah yang berdekatan digunakan untuk menampung muridnya. Maka dibangunlah sebuah bangunan diluar bandar itu untuk ia mengajar. Tempat ini dinamakan “Masafiru Khannah”

Tentang Keluarga dan Rumah tangga Syekh Abdul Qodir Jaelani

Sebelum tahun 521 H yaitu sebelum ia berusia 51 tahun ia tak menampakkan dirinya pada khalayak ramai dan tidak berpah berpikir untuk menikah, karena menurutnya kawin akan menghambat seseorang dalam perjalanan menuju Allah. Setelah berusia 51 tahun hasil bercampurnya dengan orang banyak dan karena mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW, iapun kawin dan memiliki 4 orang istri.

Mereka adalah istri yang baik dan taat padanya. Anakny sebanyak 49 orang , laki laki sebanyak 27 dan lainnya wanita.

Empat orang anak Syekh Abdul Qodir Jaelani menjadi orang orang yang terkenal karena mewarisi pelajaran dan ilmunya. Mereka itu adalah :

1. Syeh Abdul Wahab, seorang putra sulung. Ia mempunyai ilmu yang luas dan dalam. Ia diberi kekuasaan untuk menjaga madrasah ayahnya pada tahun 543 H. Setelah ayahnya meninggal dunia. Dialah yang memberikan ajaran dan fatwa tentang syari’at silam.

2. Syeh ISa, seoran guru haditsdan ahli fiqih yang agung. Ia adalah seorang pengarang puisi dan juru penerang yang baik, disamping seorang penulis buku buku sufisme. Ia tinggal dan meninggal di mesir.

3. Syeh Abdul Razzaq, seorang alim dan hafidzh hadist. Seperti halnya ayahnya, ia juga terkenal dengan kejujuran dan kebenarannya serta didalam kesufianya dan popularitasnya di Baghdad.

4. Syeh Musa, salah seorang alim ulama yang ulung. Ia pindah ke Damaskus dan meninggal dunia disana.

Pekerjaan sehari hari Syekh Abdul Qodir Jaelani

Sebagaimana diketahui bahwa Wali Allah ini memberikan ajarannya kepada khalayak ramai sebanyak 3x seminggu. Disamping itu pada setiap hari baik pagi maupun petang hari ia mengajarkan ilmu tafsir, hadits, hukum hukum agama, dan perkara 2 yang berkaitan dengannya

Selepas shalat Zuhur, ia menyampaikan fatwanya tentang masalah hukum yang dikemukakan kepadanya dari segala penjuru dunia.

Setiap petang sebelum maghrib, ia membagikan roti kepada orang miskin. Selepas shalat Azhar ia duduk menanti saat berbuka puasa, karena ia setiap hari berpuasa setiap hari sepanjang tahun. Sebelum makan ia memanggil tetangga tetangganya yang mau makan bersamanya.

Selepas shalat isya ia pergi menuju kamarnya dan memanfaatkan sebagian besar waktunya pada malam hari untuk beribadah kepada Allah, sebagaimana pengikut nabi yang sebenarnya. Ia berkhidmat kepada ke-manusiaan pada siang hari dan kepada Allah SWT pada sebagian besar waktu malamnya.

Syekh Abdul Qodir Jaelani kembali ke Rahmatullah

Syekh Abdul Qodir Jaelani meninggal dunia pada tanggal 11 Rabiul Awwal 561 H (1166M). Tanggal ini dikenang oleh para pengagumnya hingga sekarang. Di india dan pakistan tanggal ini disebut Jiarwin Sharif

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)