Sejarah Sunan Kalijaga dan Ajarannya “Sikap Narima Ing Pandum”

Sejarah Sunan Kalijaga Dalam Mencari Hakikat Kebenaran Agama, Salah satu wali yang sangat terkenal bagi orang jawa adalahSunan Kalijaga. Ketenaran wali ini adalah karena ia seorang ulama yang sakti dan cerdas. Sunan Kalijaga juga seorang politikus yang mengasuh para raja beberapa kerajaan islam. Selain itu Sunan Kalijaga juga dikenal sebagai budayawan yang santun dan seniman wayang yang hebat. Bahkan sebagian orang jawa menganggap Sunan Kalijaga sebagai guru agung san suci di tanah jawa. Sunan Kalijaga mempunyai nama kecil Raden sahid. Ia diperkirakan lahir pada tahun 1430 an.

Sejarah sunan kalijaga dan silsilah sunan kalijogo- Raden sahid adalah putra dari Tumenggung Wilwatikta, Adipati Tuban. Ibunya bernama Dewi Nawangrum. Berikut ini adalah sejarah sunan kalijaga lengkap

Kisah masa muda Raden sahid atau Sunan Kalijaga Yang Penuh Kontroversi

Sunan KalijagaKisah masa muda Sunan Kalijaga ada 2 versi cerita, versi pertama menganggap bahwa raden sahid adalah orang yang suka mencuri dan merampok, tapi tidak untuk dinikmati sendiri. Melainkan dibagikan kepada rakyat miskin. Sedangkan versi kedua melihat Raden sahid sebagai orang yang berprofesi sebagi perampok dan pembunuh yang jahat. Raden sahid benar benar seorang yang nakal sejak kecil dan kemudian berkembang menjadi penjahat yang sadis, ia suka berjudi , merampok dan membunuh tanpa segan.

Jalan hidup Sunan Kalijaga ini tercantum dalam berbagi naskah kuno. Mudah dipahami kalo muatannya beda beda. Begitu pula dengan asal usul Sunan Kalijaga. Ada yang menyatakn asalnya dari kata jaga dan kali. Ada yang mengatakan kata itu berasal dari nama sebuah desa di cirebon, tempat Sunan Kalijaga pernah berdakwah.

Kisah sunan kalijaga dan sunan bonang – Dalam naskah kuno disebutkan bahwa Sunan Kalijaga pernah berguru pada Sunan Bonang. Sunan Kalijaga dilukiskan hidup dalam empat era dekade pemerintahan, yaitu masa majapahit (sebelum 1478) , Kesultanan Demak (1481-1546), Kesultanan pajang (1546-1568) dan awal pemerintahan mataram (1580 an). Begitulah yang dinukilkan Babad Tanah Jawi yang memerikan kedatangan Sunan Kalijaga kekediaman Panembahan Senopati di Mataram.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Makam sunan kalijogo- Tak lama setelah itu Sunan Kalijaga wafat, jika kisah tersebut benar maka Sunan Kalijaga hidup selama 150 tahun an!. tetapi terlepas dari berbagai versi tersebut kisah  Sunan Kalijaga memang tak pernah padam dikalangan  masyarakat pesisir utara Jawa tengah, hingga Cirebon. Terutama caranya berdakwah yang dianggap berbeda dari wali wali lainnya. Ia dengan berani memadukan dakwah dengan seni budaya yang telah mengakar di masyarakat. Misalnya lewat wayang, gamelan, tembang, ukir dan batik yang sangat populer pada masa itu.

Ajaran Sunan Kalijaga yang masih dikenang sampai sekarang

Sunan Kalijaga berperan dalam pendirian masjid pertama di tanah jawa yaitu Masjid agung demak. Masjid ini sampai hari ini masih dikunjungi muslim seluruh nusantara. Masjid yang didirikan tahun 1477 ini menjadi pusat agama terpenting di Jawa dan memainkan peran besar dalam upaya menuntaskan islamisasi diseluruh wilayah jawa, termasuk daerah pedalaman.

Karya karya peninggalan Sunan Kalijaga antara lain :

  • Sokoguru Masjid demak yang terbuat dari tatal
  • Gamelan nagawilaga
  • Gamelan guntur madu
  • Gamelan nyai sekati
  • Wayang kulit purwa
  • Baju takwa
  • Tembang dhandanggula
  • Kain batik motif garuda
  • Syair puji pujian pesantren

Selain itu ilmu sunan kalijaga dan filsafat sunan kalijaga, Sunan Kalijaga juga mengajarkan sikap narima in pandum yang diurainya menjadi 5 sikap antara lain :

1. Rela

Orang yang memiliki sifat rela tidak mengharapkan keuntungan dari pekerjaanya. Juga tidak mengeluh dan merasa susah. Terhadap semua cobaan seperti sengsara, dukacita, fitnah, kehilangan harta dsb ia menganggap semua itu lumrah atau biasa.

2. Narima

Orang yang memiliki sifat narima tidak mengharapkan hak milik orang lain dan tidak iri dengki dengan kesenangan orang lain. Narima itu banyak pengaruhnya terhadap ketentraman hati dan bukan berarti pemalas. Apa yang sudah terpegang disyukuri dan tidak terlalu merisaukan apa yang belum didapat. Orang yang Narima untung hidupnya, dia menang dalam perubahan zaman karena ia punya pegangan batiniah yang kuat.

3. Temen

Temen itu bermakna  setia kepada ucapannya dan memperjuangkan cita citanya dengan sungguh sungguh. Orang yang tidak menepati kata kata dan idealismenya sama dengan membohongi diri sendiri. Sedangkan kata hati yang sudah diucapkan berarti kebohongan yang disaksikan orang lain.

4. Sabar

Semua agama mengajarkan kesabaran, Tuhan mencintai orang yang sabar. Sabar berarti momot, kuat iman , luas pengetahuan dan tidak picik pandangnnya. Dia bersifat segara wasesa, yang maknanya berjiwa lapang seperti lautan luas. Kesabaran diibaratkan jamu yang pahit sekali yang hanya dapat diminum oleh orang orang yang kukuh pendiriannya.

5. Budi luhur

Manusia yang berbudi luhur adalah manusia yang ideal, budi luhur berhbungan dengan perilaku dan sifat sifat yang dimiliki oleh Tuhan seperti penyayang, pemurah dan pengampun.

Kelima ajaran Sunan Kalijaga tersebut bersumber dari ajaran agama islam yaitu rela dari ridha atau ikhlas, narima dari qanaah, temen dari sifat amanah, sabar dari kata shabar, dan budi luhur adalah akhlakul karimah. Salah satu ciri satria utama adalah alus ing budi. Demikian pula budi pekerti luhur adalah syarat yang dikatakan sebagai manusia yang baik. Orang yang luhur ing pambudi adalah orang yang bijaksana. Sedangkan orang yang asor bebudene tidak hanya orang yang bodoh belaka akan tetapi juga berbahaya.  Budi mempunyai arti yang luas yang meliputi seluruh pribadi manusia, yang menggambarkan individualitasnya, yang menjiwai segala aktivitasnya, sehingga menjadikan ia orang yang berbudi atau tidak berbudi.

Kisah sunan kalijaga dan syeh siti jenar dan kisah sunan kalijaga bertemu nabi khidir akan dibahas pada bab selanjutnya…

 

 

Comments

comments

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)