Sekilas Tentang Kaisar Hirohito (1901-1989)

Kaisar Hirohito adalah kaisar Jepang yang ke 124. Yang dinobatkan pada tahun 1926, setelah dipersiapkan selama 5 tahun. Ia lahir di Tokyo pada tanggal 29 april 1901. Ayahnya Kaisar Taisho dan Ibunya Putri Sadako. Kaisar Hirohito adalah anak pertama , saat masih kanak kanak nama kecilnya adalah Michinomiya. Lulusan sekolah Gakushin tahun 1914, dan diangkat menjadi pangeran pada usia 16 tahun.

Setelah tamat dari Sekolah Mahkota Pangeran tahun 1921, ia pergi ke eropa selama 6 minggu menjadi orang biasa.
Kaisar Hirohito dan Putri Nagako

Pada bulan November 1921 setelah kembali ke Jepang, ia mulai menjadi pembantu dekat san ayah yang mulai sakit sakitan. Tahun 1924 ia menikah dengan Putri Nagako, anak pertama Pangeran Kumihiko Kuninomiya.

Pada tanggal 25 desember 1926 Kaisar Taisho, sanga ayah meninggal dunia dan mahkotanya langsung diberikan kepadanya. Sejak itulah ia menjadi Kaisar Jepang menggantikan ayahnya.

Masa Muda Kaisar Hirohito

Sejak mudanya Kaisar Hirohito suka sekali dengan biota laut. Hobinya ini diteruskan hingga hari tuanya. Kaisar Hirohito berputra 7 orang. 2 lelaki dan 5 orang putri. Anak tertua lahir tahun 1925 dan yang terkecil 1936.

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Bulan september sampai oktober 1971, Kaisar Hirohito bertemu dengan Presiden Nixon di Alaska, lalu berkeliling ke Eropa Barat. Bulan oktober 1975 mengunjungi Amerika Serikat, dari Tanjung Cod, Massachusetts hingga Hawai.

Peran Kaisar Hirohito hingga Meletusnya Perang Dunia II

Kaisar Hirohito dan Putri Nagako2

Tiga bulan sebelum diserbunya Pearl Harbor oleh tentara Jepang, kabarnya Kaisar Hirohito didatangi oleh sejumlah anggota arlemen yang meminta tanda tangannya untuk persetujuannya menyerbu Honolulu dan sekaligus mengawali pecahnya perang dunia II.

Kaisar Hirohito yang pada saat itu berusia 40 tahun, tertegun. Sekilas ia teringat akan kunjungannya ke Inggris 20 tahun yang lampau yang sangat mengesankan karena mendapat sambutan yang hangat dari orang orang Inggris yang terkenal begitu dingin itu. tetapi disamping itu dirinya juga membayangkan betapa penderitaan akan dialami oleh semua orang yang terlibat dalam peperangan sekiranya perang benar benar terjadi.

Posisinya memang sulit .Ia tidak bisa menampik karena putusan sudah diambil oleh Konstitusi. Mau tidak mau ia mesti membubuhkan tanda tangannya. Maka mulailah hari harinya yang mendebarkan. Akhirnya kenyataan tidak bisa dipungkiri . Bom atom telah dijatuhkan. Ratusan ribu penduduk Hiroshima dan Nagasaki tidak bisa tertolong lagi, Jepang harus menyerah tanpa syarat.

Menurut logika, atas kekalahan Jepang ini orang yang paling bertanggung jawab di Jepang atas Perang Asia Pasifik ini adalah Kaisar Hirohito. Tetapi mengapa seusai perang bahkan hingga meninggalnya tidak pernah diganggu gugat. Tidak ada tuntutan terhadapnya, mengapa Amerika, bahkan sekutu membiarkannya saja.

Menurut berita tak resmi, kabarnya karena Amerika tahu betul akan fanatisme bangsa Jepang terhadap kaisarnya. Oleh karena itu daripada nantinya terjadi perang lagi yang tidak ada habisnya maka diputuskan demikian. Ternyata perhitungan itu betul adanya. Sampai meninggalnya tahun 1989, Jepang dalam keadaan aman. bahkan yang terjadi sebaliknya, negara ini maju dengan pesatnya, mengungguli banyak negara maju lainnya.

 

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)