Sinopsis Jodha Akbar Bag.14 – Ujian Pernikahan Jodha dan Jalal

Sinopsis Jodha Akbar Bag.13, Pada pesta perayaan ulang tahun Jodha pingsan, kemudian tabib memberitahukan bahwa Jodha hamil, Tentu saja Jodha dan Jalal kaget…..

Sinopsis Jodha Akbar Bag.14Sinopsis Jodha Akbar Bag.14, Jodha berdoa didepan Patung Khrisna, menumpahkan segala uneg unegnya. “Seseorang akan merasa sempurna setelah menyadari jika dia punya simbol cintanya. Tapi anak di rahimku ini bukanlah simbol dari cintaku. Ini adalah simbol dari pengkhianatan yang mulia. Aku telah memberikan padamu, tangung jawab untuk melindungiku. Lalu kenapa kau membiarkan suamiku merenggut kehormatanku, dewa krishna?” Jodha menatap krishna yang memakai hiasan bulu merak dan seruling hadiah ultah Jodha.

Sinopsis Jodha Akbar Bag.14 – Kegelisahan Ratu Rukaiya

Hosyiyar meyakinkan Ratu Rukaiya bahwa ia akan tetap menjadi Mariam Uz Zamani jika anak Jodha tidak terlahir. Rukaiya terdiam dan marah mendengar perkataan Pembantunya itu “Kalau kau berani mengatakan itu lagi, aku akan memotong lidahmu dan membunuhmu! Jika ada orang yang ingin menyakiti bayi Jalal, aku tidak akan membiarkan dia hidup.” Hosyiyar memeluk kaki Rukaiya sambil meminta maaf….

“Aku mengerti bagaimana perasaan wanita saat dia kehilangan  bayinya. Aku tidak akan pernah melakukan itu pada siapapun termasuk musuhku. Aku tidak akan pernah menginginkan wanita di dunia ini mengalami hal yang sama sepertiku. Aku kecewa dan menyesal , jika jodha mendapatkan apa yang aku inginkan. Jika aku tidak akan menjadi Mariam uz Zamani, bukan berarti aku akan melukai orang lain untuk menghilangkan penderitaanku.” Rukaiya  kemudian mengusir Hoshiyar pergi.
“Tinggalkan aku sendiri. Dan ya..satu  hal lagi, jangan pernah mengatakan hal seperti itu lagi, aku tidak perduli kalau kau telah melayaniku, aku tidak akan menerimanya. Sekarang pergi dari sini!
Dengan ketakutan, Hosyiyar cepat cepat pergi meninggalkan Rukaiya.
Sinopsis Jodha Akbar Bag.14, Semua  anggota keluarga berkumpul di kamar Jodha, Kecuali Ratu Rukaiya . Maham anga berkata “Kita semua ingin melihat pewaris dari kerajaan Mughal, ratu Jodha akan memenuhi keinginan itu.”
Jodha melirik Maham dengan masih menanggung wajah teramat sedih, Berbeda dengan kebahagiaan yang memancar dari wajah Ratu Hamida yang ada di sisinya. Senyum tak pernah lepas dari wajah ibu permaisuri hamida.
Jalal juga datang ke kamar Jodha , Maham anga menyambutnya dan berkata, “Tuhan itu tidak pernah tidak adil kepada semua orang. Aku ingin pergi ke Saint Shah Kalandar di Elawah untuk mencari mukjizat itu. Tapi doaku sudah terkabul sebelum aku tiba ke sini. Aku turut bahagia untukmu, selamat Jalal.”
Maham anga  mencium kening Jalal dan dia bisa melihat wajah tidak senang Jalal, Maham anga mencium sesuatu yang tidak beres antara Jodha dan Jalal, dalam hati dia berkata, “ada apa? Aku rasa Jalal tidak bahagia.”
Lalu katanya pada semua orang, “Jika kalian semua mengizinkan aku, aku ingin memberkahi yang mulia dan ratu Jodha.” Ratu Hamida mempersilahkan. Maham mengucapkan terima kasih dan berkata pada wanita bercadar yang mengiringinya tadi, “Siapkan ritual untuk yang mulia dan ratu jodha. Upacara ini untuk menghindarkan dari godaan setan.”
Jalal menatap lurus kearah Jodha yang balas menatapnya dengan ekspresi yang sama. Wanita bercadar berkata, “yang mulia, silahkan berdiri di sebelah ratu Jodha. Agar aku bisa memberkati kalian berdua”

Sinopsis Jodha Akbar Bag.14 – Rasa Benci dan Marah antara Jodha dan Jalal

Sinopsis Jodha Akbar Bag.14, Jalal duduk termenung dikamarnya, Ketika Rukaiya datang “Aku datang kesini karena perintah seorang Raja, karena aku sudah tidak punya teman “
“Ruqaiya, aku setuju dengan rasa marahmu. Dan perintahku ini, kau tidak perlu mematuhinya. Aku hanya ingin bicara padamu sebagai teman saja” Kata Jalal
” Ruqaiya menyahut cepat, “aku biasa bicara dengan temanku yang tidak pernah menyembunyikan rahasia dariku. Tapi aku sudah kehilangan teman itu. Aku minta izin pergi.” Rukaiya memberi salam pada Jalal dan melangkah pergi.
Didepan pintu ia bertemu Jodha, dan Jodha memintanya untuk ikut mendengarkan pembicaraan mereka. Jodha menanyakan pada Jalal tentang janji yang telah ia langgar.
“Kau berjanji bahwa aku boleh menganut agamaku bahkan kau menentang pemuka agamamu, tapi kenapa kau melanggar janjimu yang lain bahwa kau tidak akan menyentuhku tanpa ijin dariku. kau punya banyak cara untuk melampiaskan hawa nafsumu, tapi kenapa kau pilih aku? kau tidak mencintaiku. ataukah ini balas dendam karena kau membenciku ? ” Jodha berkata sambil histeris…
Kau punya cara yang bagus untuk menghinaku Jodha, untuk mempermalukan aku di depan Rukaiya” bantin Jalal
“Aku adalah raja , aku tidak ingin menjawab pertanyaan itu, tidak ada yang bisa memerintahku” Jawab Jalal.
Aku sangat ingin tahu siapa rekan kriminalmu“. Tapi Jodha terus saja mendesak.
“Malam itu kau sedang sakit Ratu Jodha, kau bahkan tidak ingat dengan apa yang terjadi. Aku berjanji tidak akan menyentuhmu tanpa izinmu, tapi bagaimana jika kau tidak bisa memberikan izinmu untuk itu?”
“Itu tidak dibenarkan” jawab Jodha
“Kenyataannya sekarang kau hamil Ratu Jodha. Dan sekarang pergi dari sini” Perintah jalal. Jodha tetap saja terdiam. Jalal Mendekat dan mengusirnya dengan Kasar.
Jalal berlatih pedang dengan para prajurit, tanpa disadarinya ia banyak melukai para prajurit. Atgah khan yang melihat kejadian itu segera menangkis pedang Jalal, sampai Jalal tersadar dari lamunannya. Atgah khan memberi usul agar hari itu Paduka membatalkan sidang. Akan tetapi Jalal menolak.
Pada sidang terbuka datang sepasang suami istri yang meminta keadilan. Suaminya menuduh bahwa istrinya telah selingkuh dan mengandung anak orang lain. Jalal membayangkan bahwa istri orang tersebut adalah  Jodha yang telah mengkhianatinya. sehingga Jalal memberikan hukuman yang setimpal pada sang istri. Bahwa setelah bayinya lahir maka ia akan diceraikan dihukum rajam.
Jodha sedang dikamarnya ketika Ratu hamida datang untuk memberitahukan bahwa Pendeta telah datang untuk memberkati Jodha dan bayinya.  Sambil berjalan, Jodha berpikir, “kau telah mengkhianati aku, yang mulia. Penderitaan ini tidak akan hilang selamanya.” Di waktu yang sama tapi di tempat terpisah, Jalal memikirkan hal yang sama, ‘Ratu Jodha, belum pernah ada orang yang melukai aku sesakit yang kau berikan.”

Kedua rombongan akhirnya bertemu. Jodha dengan hamida, Jalal bersama Maham anga , gulbadan dan Jiji anga. Jodha menatap Jalal dengan marah dan benci yang teramat sangat. Hanya Ratu hamida yang tersenyum memandang Jalal….

Sumber :Sinopsis Jodha Akbar Bag.14

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)