Sinopsis Jodha Akbar Bag.16 – Misteri Kehamilan Jodha Mulai terkuak

Sinopsis Jodha Akbar Bag.15, Jodha mendatangi Jalal dan mengatakan bahwa ia sangat membencinya. Jalal menerima itu semua….

Sinopsis Jodha Akbar Bag.16, Pada sidang kerajaan Jalal menghadiahi Munim khan penghargaan dan menjadi perdana menteri karena telah berhasil menakhlukkan kabul. Syarifuddin yang mendengar ini menjadi sangat cemburu. Adham menenangkannya…dan tak perlu khawatir karena Munim khan adalah orang kepercayaannya.

Sinopsis Jodha Akbar Bag.16 -Nasehat Ratu Salima membuat hati Jodha melunak

Musim dingin di Agra tiba, Ratu salima mencoba menghibur Jodha yang selalu tampak bersedih. Jodha kelihatan tidak sehat. “Ramuan dari Tabib mulai bereaksi” guman Ratu salimah. Tabib memberikan ramuan untuk Jodha, jika Jodha muntah dan cairan itu berwarna biru maka Jodha tidak hamil.

‘Sebagai yang lebih tua bolehkan aku memberikan saran, hidup kadan susah kadang senang, tapi waktu terus berjalan” kata Ratu salima

“Hidup memang jalan terus Ratu salima, tapi kadang meninggalkan luka yang sudah hilang, tak tahukah kau yang dilakuka paduka padaku?. Didepan ibu ia menghinaku, Paduka tak menghargaiku”

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

“Itu tergantung sudut pandang kita Jodha.Bagimu paduka menghinamu tapi bagi ku paduka menjaga martabatmu. Paduka tak mau orang lai menyalahkanmu. Itu sebabnya ia mengakuinya didepan ibunya bahwa Paduka bermesraan dengamu, Paduka tak mau kau merasa rendah diri. Paduka memastikan agar kau di mata ibunya tidak bersalah”

“Walau kelihatannya bagus Ratu Salima , tapi itu tidak mengubah kenyataan, jika ia perhatian, ia meyakinkan itu tidak akan menyakiti seseorang ”

“Aku paham penderitaanmu Ratu Jodha , jika kau Paduka apa yang akan kau lakukan? aku tak bilang cara pandangmu salah. Tapi juga tak adil jika anggap Paduka bersalah. Mungkin saja kalian berdua sama sama benar”

“Bagaimana mungkin benar semua jika masalahnya sama Ratu salima”

“Aku pernah mendengar cerita india, Ratu Jodha. Mungkin kau juga pernah dengar. 5 orang buta disuruh berdiri didepan gajah, mereka disuruh menggambarkan gajah tersebut. Satu orang pegang kaki gajah, dia bilang itu tiang, satu lagi pegang ekor dia bilang seperti tali. Dicerita ini 5 orang pegang gajah berbeda, dan menggambarkan gajah dengan pemahaman yang berbeda. Walau 5 orang tersebut salah, tapi mereka tak bisa dianggap salah juga. Dan disituasi ini aku rasa Kau dan Paduka sama sama benarnya. Pegang saranku dan hentikan kekuatiran masalah ini. Buka pikiranmu dan biarkan waktu yang menjawab. Kau akan menemukan jawabannya nanti”

Ratu Jodha memikirkan apa yang dikatakan Ratu Salima ada benarnya, sikapnyapun melunak kepada Paduka.

Sinopsis Jodha Akbar Bag.16 – Teka Teki Kehamilan palsu Jodha segera terkuak

Lanjutan Sinopsis Jodha Akbar Bag.16Tabib meminta Ratu salima untuk menemuinya, ia mengatakan bahwa bisa saja ada orang yang sengaja memberikan ramuan tersebut pada Ratu Jodha agar tampak seperi orang hamil. Untuk menjatuhkan reputasi Ratu Jodha. Dan kemungkinan besar ia akan memberikan ramuan itu lagi….

Ternyata memang benar ada orang bercadar yang memasukkan ramuan ke dalam makanan Jodha…

Jalal menemui Jodha untuk mengembalikan cincin pernikahan mereka.

“Timbangan bisa mengukur banyak hal Jodha, tapi ada yang tidak bisa diukur…”

“Aku tak mempercayaimu…”

“Tak mengapa. aku kesini tidak untuk membenarkan  atau meyakinkan. Aku mau bilang Raja diukur dari keadilannya, bukan dari berat tubuhnya”

“Jadi menurutmu dengan mengembalikan cincin ini aku memaafkanmu. Kau salah, tak perduli kau benar atau salah, kau telah menyakitiku, kau tak menghormatiku”

“Aku kesini bukan untuk membicarakan kebencian, aku mengembalikan cincinmu”

“Aku tak butuh…”

“Kuingatkan kamu hadiah ini diberikan oleh ibuku, paling tidak simpanlah demi dia. Kau mungkin tak suka atau tak butuh . Wajib kau simpan, dan kuingatkan kau bertanggung jawab pada tugasmu. Selama kau di Agra simpanlah cincin ini baik baik”

“Aku sudah katakan padamu Jodha apa yang harus aku katakan, aku berharap obat itu bisa segera bereaksi. Dan kau terbukti tidak bersalah, sehingga bisa kucari segera pelakunya”  Kata Jalal dalam hati
“Tuhan tahu apa yang dia pikirkan” kata Jodha dalam hati

Mereka berdua saling memadang dengan pikiran yang berbeda.

Maham anga sibuk didapur, Ratu hamida akan mengadakan pesta untuk merayakan kehamilan Jodha. Tiba tiba Ratu salima muncul dan berkata agar aktivitas didapur dihentikan.

“Ada apa Ratu salima apa ada masalah?” Tanya Maham anga.  “Tidak ada maham, aku harap kau mengerti, mulai sekarang aku yang akan mengawasi makanan yang disediakan untuk Ratu Jodha”

Maham pergi dengan wajah penuh rasa ingin tahu………….

Javeeda selalu datang untuk menghibur Jodha. Tiba tiba Jodha muntah, Ratu salima sangat senang dan segera menemui Paduka. Jalal senang sekali mendengar berita tersebut ” Terkadang kebenaran memang berada diluar nalar kita”. Ia sangat berterima kasih pada Ratu salima yang telah membantunya di masa sulit. Dan Jalal juga memberikan kalungnya sebagai hadiah untuk Tabib yang berhasil mengungkap misteri kehamilan misterius Jodha.

“Akan kutemukan orang yang telah menjatuhkan martabat Jodha” batin Jalal

Tabib didatangi oleh dua orang yang berniat membunuhnya, Tabib menulis surat untuk Jalal. Dan membenarkan bahwa wanita bercadar telah mencamur makanan Jodha dengan Ramuan khusus.  agar tampak seperti orang hamil. Wanita bercadar itu memakai gelang hijau dan memakai tali suci. dia juga memakai gelang kaki. Posisinya semakin sulit, kemudian ia meletakkan surat kedalam sebuah pot bunga, dan menutupnya dengan tanah.

Saat tiba di kediaman Tabib, Tabib tersebut sudah menjadi mayat. Jalal meminta Atgah khan menyelidiki dalang dibalik ini semua, juga meminta Atgah untuk memakamkannya dengan penghormatan dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ketika jenazah mau diangkat, Jalal melihat kuku Tabib ada tanahnya. Kemudian Jalal berkeliling ruangan dan mencari media yang ada tanahnya. Dan benar di bawah pot bunga ada banyak tanah tercecer. Jalal menemukan surat yang ditinggalkan tabib kepadanya.

Maham anga dan Adham khan membicarakan tentang Jalal. Adham khan mengatakan bahwa Jalal sudah cinta mati dengan Jodha sehingga tak liat kebenaran lagi. Maham anga memastikan bahwa kelak keduanya akan menikmati adegan adegan kebenaran yang terkuak…

Rezam dan Hosiyar bergunjing tentang Ratu Rukaiya yang tidak akan datang kepesta. Tapi kali ini Hosiyar salah Rukaiya tetap datang karena ini adalah pesta kebahagiaan Jalal, dan ia pasti hadir.

Jalal datang kekamar Jodha untuk menjemputnya

“Ayo Jodha aku kesini untuk menjemputmu ke Pesta, aku senang kau pakai cincin itu lagi”

“Aku memakainya tidak untuk menyenangkanmu aku memakainya karena tak ingin menyakiti ibu. Sejujurnya aku sedih kenapa aku harus memakai cincin pemberianmu. Aku juga tak ingin hadir ke pesta, tapi aku terpaksa lakukan ini”

“Aku juga tak berdaya Jodha, aku tak bisa menolaknya. kalau sudah selesai mengeluhnya ayo kita berangkat”

“Aku ingin memperjelas sesuatu, begitu aku melahirkan bayi ini , aku akan pergi dari sini. Aku tak ingin menyakiti bayi ini”

“Jodha bagaimana aku mengatakan padamu, bahwa kau sebenarnya tidak hamil” kata Jalal dalam hati.

“Jangan memandangku seperti itu…tekadku sdh bulat, aku akan meninggalkan Agra. Aku tak perduli jika kau membunuhku”

“Salim….aku putuskan aku akan memberi nama anakku Salim. aku ambil dari nama Syeh Salim Chisti. Dan jika wanita aku beri nama Khanun Sultan”

Semua datang ke acara perayaan kehamilan Jodha.

Ratu Rukaiya datang, Ibu Ratu memujinya .

Jodha berkata lagi “Kau kelihatan begitu gembira, bagaimana tidak impianmu memiliki anak akan terwujud, tapi aku yang harus menderita”

“Kuharap kau tak merasa bersalah atas apa yang aku lakukan”

“Tidak Jodha yang penting aku bisa punya anak, aku tak perduli pandangamu padaku” Jawab Jalal.

“Kau? kau memang bukan manusia. Jika kau hidup lama dengan hewan, kau jadi mirip mereka. Kau sama sekali tak berperasaan, kau seorang tirani. Kau hanya perduli dengan putra mahkota untuk itu kau langgar janjimu. Menghancurkan martabat seseorang atau menyetubuhi tanpa ijin…”

“Biar aku katakan satu hal Ratu Jodha, kau tak ingat malam itu. Betapa dinginnya malam itu, kau sangat menikmati sentuhanku. Kau boleh bilang benci padaku, tapai kaulah yang memanggilku Ratu Jodha”

“Bohong…”

“Ayo akuilah Ratu Jodha…kau tak ingat kejadian malam itu tapi kau juga tak percaya padaku. Kalau boleh jujur sebenarnya kau yang memelukku, kau yang mencumbuiku”

“Bohong..bohong….bohong! aku tak percayaimu sama sekali” Jodha pergi lebih dulu, meninggalkan Jalal dibelakangnya

Jodha dan Jalal memasuki pesta, semua tamu undangan berdiri menyambut kedatangan mereka

Jodha dan Jalal duduk bersama. Para pemuka agama mendoakan semoga mereka mendapatkan keberkahan. amin

Hosiyar bertanya pada Ratu rukaiya apakah dia sakit hati. Rukaiya tak tahu air matanya air mata duka atau bahagia. Dia kecewa karena tak bisa melahirkan anak Jalal tapi meskipun lewat Ratu Jodha tapi ia ikut senang dengan kebahagiaan Jalal. Jodha menerima banyak hadiah dan doa…

Sedangkan Ratu salima berkeliling mencari wanita bercadar hitam yang digambarkan oleh Tabib, tapi belum menemukannya. Atgah khan yang sudah tahu rencana paduka pun belum memperlihatkan hasil.

Ratu Rukaiya datang memberikan doa dan ritual pada Jodha. Ratu Rukaiya mencicipi susu yang akan diberikan kepada Jodha. Tapi Jodha menolak ” Tidak perlu Ratu rukaiya, aku percaya padamu. kau menganggap anak dalam rahimku adalah anakmu juga” Sejenak Ratu Rukaiya tersentuh dengan pengakuan Jodha

Dalam pesta  Jalal mendatangi Rukaiya dan memegang pundaknya ” Itu impianku bahwa aku melahirkan anak pertamamu Paduka, sayangnya aku tak bisa. aku berikan doa untuk anak pertama mu Jalal “.

Rukaiya meminta Jalal untuk kembali ke pesta, “pergilah’. Kemudian Rukaiya pergi meninggalkan Jalal

Akhirnya Jalal menemukan wanitaa dengan gelang hijau itu, ketika meminta penjaga agar pelayang tersebut masuk kamarnya. Jodha protes, begitukah caranya memaksakan kehendak….Tetapi ternyata dia bukanlah orang yang dimaksud karena gelang itu adalah gelang pemberian Bhaksi bano……Kecurigaan Jalal mengarah kepada Bhaksi bano, adiknya sendiri , Dan itu sangat menyakitkannya…

 

Lanjut episode Sinopsis Jodha Akbar Bag.17

Sumber :Sinopsis Jodha Akbar Bag.16

 

112

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)