Sinopsis Jodha Akbar Bag.17 – Syarifuddin Berkhianat Dengan Memfitnah Jodha

Sinopsis Jodha Akbar Bag.17Sinopsis Jodha Akbar bag.16 – Gelang Hijau yang dipakai oleh pelayan tersebut adalah pemberian Putri Baksi bano, karena ia tampil cantik untuk pesta perayaan kehamilan Jodha, baksi memberikan gelang hijau tersebut kepada pelayannya itu.

Sinopsis Jodha Akbar bag.17, Jalal memanggil Bhaksi bano kekamarnya. Sebelum bertanya, Jalal membelai rambut adek kesayanganya itu dan memeluknya.

Sinopsis Jodha Akbar bag.17- Jalal akhirnya tahu Bakshi bano dan Syarifuddin yang telah berusaha menghancurkan Jodha

Sinopsis Jodha Akbar bag.17– Jalal bertanya pada Bakshi “Kau telah mencampur makanan Ratu jodha dengan ramuan itu bukan? Hal yang paling menyakitkan adalah bahwa pelakunya adalah seorang yang tak akan mungkin aku curigai”…

“Maafkan aku kakak….

“Sudahlah, tidak perlu menjelaskan, saat ini aku sedang sangat emosi dan aku akan hancur hari ini. Kau tahu aku dan Jodha tidak pernah berhubungan jadi ketika mendengar Jodha hamil itu akan sangat menyakitiku, kau mengira aku akan membunuhnya atau paling tidak mengeluarkannya dari Agra dan dari hidupku, iya kan”

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

“Kenapa kau sangat membencinya Bhaksi , kau tak segan segan menyakiti kakakmu, Kau tahu aku terpaksa harus menghadapi kebencian Ratu Jodha karenamu?” Jalal sangat marah sekali dengan Bhaksi bano…

Akhirnya Bhaksi bano mengakui bahwa semua itu adalah perintah Syarifuddin suaminya, ia tak kuasa menolaknya karena sangat mencintai dan takut kehilangan Syarifuddin…

Jalal mendapatkan informasi bahwa Syarifuddin telah meninggalkan istana dengan tujuan yang tidak jelas, Jalal menghunuskan pedangnya hendak membunuh Syarifuddin, tapi Bhaksi mencegahnya….Kemudian Jalal mengajak Bhaksi bano menemui Jodha dan menjelaskan semua perbuatannya.

Sambil menangis terbata bata Bhaksi bano berkata bahwa ia tak pernah dengan sengaja berbuat jahat kepada Jodha…Jodha sangat kecewa dengan Bhaksi dan memintanya untuk meninggalkannya sendiri di kamar.

Jodha sangat menyesal telah berlaku tidak adil pada Jalal, bahkan menuduhnya sebagai bajingan. Jodha teringat kembali hari hari dimana ia telah mengatakan kata kata yang buruk dan tidak pantas kepada Jalal, Jodha sangat menyesal akan tindakannya tersebut.

Ratu Rukaiya yang mendengar berita tentang Syarifuddin yang telah membunuh tabib, dia tidak menyangka karena ia adalah orang terdekat Jalal. Tapi disamping itu ia senang karena Jalal dan Jodha terbukti tidak pernah berhubungan, dan ia menyesal telah bersikap kasar pada Jalal. Pelayan Rukaiya mengatakan bahwa Jodha dan Jalal saling mempercayai, bahkan untuk membuktikan Jodha tak bersalah Jalal mampu membohongi Ratu Rukaiya dan Ibunya sendiri. Hosyiyar pelayan Rukaiya yakin Paduka Raja telah menyukai Ratu Jodha ………….Ratu Rukaiya kembali panas hatinya, dan ia mengusir pelayannya itu untuk pergi dari tempat mandinya.

Ditempat lain Maham anga memikirkan Jalal yang pasti sangat terluka dan bingung dengan hukuman apa yang akan diberikan kepada adiknya karena Bhaksi bano asalah adik kesayangannya. Dengan wajah super sedih Jalal mendatangi Maham anga, Yang sudah dianggap sebagai ibunya sendiri , karena Maham lah yang merawat dan membesarkan Jalal sejak kecil….

“Seperti aku datang padamu, Bhaksi bano selalu datang padaku saat sedang sedih. Kebahagiaan nya adalah kebahagiaanku, penderitaannya adalah penderitaanku. Lalu kenapa dia lakukan ini kepadaku, Kenapa dia mengkhianatiku, kenapa orang terdekatku selalu mengkhianatiku? Mulai dari Abu mali, lalu Syarifuddin kemudian Bhaksi….” Maham anga mengusap kening Jalal , ikut dalam kesedihan Jalal…

“Seorang Raja tak pernah punya teman, seorang Raja selalu punya musuh…” Demikian kata Maham  kepada Jalal, kemudian mereka berpelukan.

Bhaksi bano sangat menyesali perbuatannya, tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur. Ibu permisuri hamida mendatanginya dan menamparnya, memarahinya karena keteledorannya . Bhaksi telah membuat malu dirinya , karena telah menyangsikan kesetiaan Jodha.

Jodha yang gelisah menemui Ratu Salima, Jodha mengucapkan terima kasih karena Ratu salima selalu mendukungnya bahkan melakukan banyak hal untuk menguak misteri kehamilannya yang misterius. Ratu Jodha mengatakan pada Salima bahwa dia sangat menyesal telah memperlakukan Paduka dengan sangat kasar sehingga saat ini ia merasa tak bahagia padahal namanya sudah bersih. Ratu salima hanya berpesan agar hal  seperti ini tak terjadi lagi dikemudian hari, sudah hal yang lumrah jika sepasang suami istri memiliki masalah. Ratu salima yakin bahwa Jodha kelak akan menjadi istri yang baik untuk Paduka Raja. Setelah Jodha pergi Ratu Salima memanjatkan doa agar hubungan Jalal dan Jodha berjalan lancar dan bahagia.

Jodha menemui Jalal di kamarnya. Jalal nampak menunduk lesu ketika Jodha menghampirinya. Jalal meminta maaf untuk adiknya karena telah membuat Jodha menderita. Jodha juga meminta maaf atas tindakannya yang kasar. Jalal kemudian menceritakan masa lalunya bahwa ia tak lagi mempercayai siapapun, ini pertama kalinya ia percaya kepada seseorang yaitu Jodha. Jodha bertanya apa yang membuat Jalal percaya padanya.

“Aku tak punya jawaban untuk itu Ratu Jodha, aku hanya mempercayaimu saja. Aku hanya merasa kau tak bersalah mungkin karena kemurnian jiwamu yang terpancar dari matamu, mungkin ada alasaan lain, entahlah…..”

“Aku telah menyumpahimu karena kukira kau telah berusaha merendahkanku, tapi kau selalu menjagaku. Ini kau lakukan untuk menemukan pengkhianatnya. Aku telah merendahkan kewibawaanku tapi kau menyelamatkanku. Kumohon maafkan aku Paduka?”

Hubungan keduannya membaik ia meminta Jodha untuk tidak berfikir bahwa ia mencintainya sehingga melakukan semua hal untuk membersihkan nama Jodha ….(hehehhe) Jalal memastikan bahwa istri Raja tak boleh direndahkan.

Jodha melihat kondisi Bhaksi yang murung, dan tidak bersemangat. Jodha mengatakan pada Bhaksi bahwa ia seharusnya melaporkannya kepada Raja jika Syarifuddin menekannya. “Kau tak pernah mencintai Jalal, sehingga kau tak pernah tahu besar cintaku pada Syarifuddin, aku tak ingin kehilangan dia. Aku sanggup melakukan apapun untuknya, aku tak pernah punya dendam padamu kakak, tapi aku tetap saja bisa menyakitimu….”

Jodha kemudian menemui Ratu salima dan bertanya “Haruskah seorang istri mencintai suaminya sebegitu besar? aku pernah mencintai tunanganku Suryaban tapi tak sebesar Bakshi kepada suaminya. Aku tidak tahu apakah ini melanggar aturan atau tidak?”

Ratu salima mengatakan bahwa pelanggaran dilakukan oleh orang orang baik, semua orang tidak akan pernah hidup dengan baik tanpa seseorang disisinya…..

Pelayan datang memanggil keduanya untuk menghadiri persidangan yang akan dilakukan untuk Bakshi bano.

Sinopsis Jodha Akbar bag.17 – Persidangan untuk Bakshi bano

Cerita Jodha AkbarSinopsis Jodha Akbar bag.17– Jalal datang ke persidangan Bakshi dengan wajah duka.

“Tak ada yang mengerti Jalal lebih baik daripada aku, ini adalah hal yang sulit untuk jalal. Hari ini dia harus mengadili adik kesayangannya” Kata ibu Ratu

Jalal berkata ” Hari ini aku akan mengadili Bakshi bano, semua yang hadir disini pasti ingin tahu kenapa Bakshi bano dihukum. Aku akan buka semua dihadapan kalian. Dia telah melakukan tindakan pengkhianatan. Dia telah memberi sesuatu pada makanan Ratu Jodha sehingga mengakibatkan gejala kehamilan, sebenarnya Ratu Jodha tidak hamil. Sama seperti kalian semua, aku juga merindukan putra mahkota dinasti Moghul…..Jalal terdiam kemudian berkata lagi

“Aku umumkan bahwa Ratu Jodha tidak hamil dan kerajaan Moghul harus menunggu kembali calon putra mahkotanya”

Jalal tak ingin penduduk menyangsikan keadilannya, karena terdakwanya adalah adiknya sendiri. Maka Jalal memutuskan bahwa korbannya yakni Ratu Jodha untuk memberikan hukuman bagi Bakshi bano.

Ratu Jodha maju didepan sidang, kemudian Jalal meminta Bakshi untuk maju juga.

Ratu Jodha berkata “Aku tak mengira akan dibebani tanggung jawab ini, ini adalah hal yang sulit bagiku. Tidak menghukum seorang pelanggar sama  saja dengan mendukung pelanggaran itu. Karenanya Bakshi bano harus dihukum. Aku telah menghadapi penghinaan dan terlebih lagi menghadapi kemurkaan Paduka dan ibunya. Seorang anggota keluarga seharusnya mengharapkan kebahagiaan anggota keluarga lainnya, karena Bakshi bano adalah anggaota keluarga maka pelanggarannya menjadi serius. Hukuman Bakshi bano adalah…..”

Semua yang hadir menunggu dengan was was apa yang akan dikatakan Jodha selanjutnya, termasuk Jalal…

Jodha berkata ” Dia akan bertingkah sebagaimana seharusnya menjadi iparku. Bakshi bano hukumanmu adalah aku memaafkanmu. Aku tahu bahwa banyak yang akan mempertanyakan hukumanku ini, menurutku tak ada hukuman terbesar selain dimaafkan. Dia akan selalu merasa bersalah sepanjang hidupnya, dia akan teringat terus dengan rasa sakit yang dia berikan untuk keluarganya. Paduka, dengan kearifanku aku telah menyelesaikan pengadilanku, aku telah selesai menjalankan  perintahmu”….Jodha kembali ketempat duduknya.

Jalal berkata ” Aku terima pengadilan Ratu jodha, tapi Bakshi bano juga telah menyakitiku, Hari ini aku umumkan bahwa Bakshi bano bukan lagi adikku. Untuk selanjutnya ia tidak akan diperlakukan seperti adikku lagi”. Semua kaget dengan keputusan Jalal, Bakshi bano pun menangis meninggalkan persidangan. Jodha kecewa dengan keputusan Jalal ” Ini tidak adil, aku tak ingin ada keretakan hubungan antara kakak dan adik. Keputusan ini salah , dan keputusan ini lebih menyakitkan daripada hukuman kematian”

Moti gembira sekali, karena setelah mengutuk Jodha, hari ini semua orang memuji Jodha. Mereka menganggap  Jodha dan keputusannya sungguh luar biasa. Jodha berterima kasih kepada dewa karena telah diberikan kemampuan untuk  mengadili. Jalal menemui Jodha dikamarnya…

“Jodha kau selalu datang kepadaku dengan pertanyaan, hari ini aku datang padamu untuk menanyakan sesuatu. Kenapa kau memaafkan Bakshi? , aku dan Ibu sangat kecewa kepadanya. Seluruh anggota dewan dan penasehat menganggapnya melanggar, namun begitu kenapa kau memafkannya?”

“Paduka jawaban dari pertanyaanmu ada dalam pertanyaan, apa yang membuatmu bahagia dengan menghukumnya atau memaafkannya?”
“Paduka aku tak tahu kau memahami ini atau tidak. Bakshi bano sangat mencintai suaminya. Cinta membuat kita melakukan sesuatu yang seharusnya tak mampu kita lakukan. Saat sedang jatuh cinta , seseorang akan melakukan apapun untuk orang yang dicintainya. Dia tak akan bisa membedakan salah dan benar saat sedang jatuh cinta. Itu yang terjadi pada Baskhi bano, saat aku bertemu dengannya aku sungguh bersimpati dengannya sekaligus cemburu padanya. Aku mungkin tak akan pernah bisa melakukan apa yang dia lakukan. Mengorbankan diri demi cinta,aku tak bisa lakukan itu. bagaimana aku menghukum seseorang yang bukan penjahat?”

“Penjahat sesungguhnya adalah Syarifuddin, dia yang memanfaatkan cinta Bakshi bano demi keuntungannya. Dia yang bersekongkol melawanmu, Bakshi bano hanyalah mainan ditangannya. Saat inipun dia telah banyak menderita, pertama dia telah kehilangan suaminya, yang kedua adalah bahwa kakaknya tak lagi menganggapnya sebagai adik”

Jodha meminta Jalal untuk memaafkan Bakshi bano, Jalal bersikeras bahwa ia adalah Raja yang tak punya hati, harus adil meskipun itu keluarganya. Jalal pergi meninggalkan Jodha dengan air mata meleleh dipipinya.

Ibu permaisuri meminta Maham anga untuk bertanggung jawab atas berita kehamilan Jodha di istana. Jalal memutuskan untuk mengatakan langsung kepada rakyatnya apa yang sebenarnya terjadi. Karena ia tak ingin konspirasi untuk menjatuhkan Ratu Jodha membesar.

Jalal berpidato lantang dihadapan rakyatnya, pidato Jalal membuat semua menangis haru termasuk Jodha dan Maham anga…

 

Lanjut ya ke Sinopsis Jodha Akbar bag.18

 

Sumber : Sinopsis Jodha Akbar bag.17

 

 

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)