Sinopsis King Suleiman Episode 2 Part 3 – Provokasi Mahidevran Membuat Ibu Suri memasukkan Hurrem ke Penjara.

Hurrem menari di Pesta Selir

Hurrem menari di Pesta Selir karena permintaan mahidevran yang berniat mempermainkannya.

Sinopsis King Suleiman Episode 2Part 2 – Ibu Suri Hafsa memanggil Permaisuri Mahidevran dan menanyakan tentang Mustafa. Mustafa sedang berdoa pada hari jumat dengan Sultan, kata Permaisuri. Ibu Suri tak ingin melihat permaisuri menunjukkan kesedihannya.

Ibu Suri berniat membuat pesta yang meriah dengan makanan yang nikmat dan musik yang indah. Ia ingin mengembalikan suasana istana yang suram menjadi ceria kembali

Sinopsis King Suleiman Episode 2 Part 3 – Provokasi Mahidevran Membuat Ibu Suri memasukkan Hurrem ke Penjara.

Ditaman Sultan dan Ibrahim menunggui Mustafa yang sedang bermain pedang. Sultan memuji permainan violin Ibrahim, bahkan hurrem juga menyukainya. Ibrahim menanyakan tentang Hurrem, kemudian Sultan bercerita bahwa ia telah mengganti nama Alexandra menjadi Hurrem, seseorang yang memberikan kesenangan dan selalu membuatmu tertawa.

Permaisuri Mahidevran dan Hatice mendatangi keduanya ditaman, Hatice berdiri disamping Ibrahim dan menyapanya…

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

“Apakah dia telah membuatmu sangat lelah?” tanya Hatice , Ibrahim diam sejenak, tertegun karena tiba tiba Hatice menyapanya, kemudian ia menjawab “Tidak, tidak sama sekali, Mustafa adalah kebahagiaan dan keberuntungan kami”

Permaisuri memandang suami dan anaknya dari kejauhan, kita tak tahu apa yang dia pikirkan, yang pasti sangat kecewa. Sultan suleiman pun memandangnya dalam diam. Mereka pergi mengambil Mustafa dan mengajaknya pergi.

Sinopsis King Suleiman Episode 2 Part 3 – Permaisuri Mahidevran dam Hurrem Bersitegang

Sinopsis King Suleiman Episode 2 Part 3 – Hurrem telah menjadi seorang selir sekarang.
Diistana para Selir…semua wanita berkumpul untuk berpesta, dan semuanya memakai gaun yang indah. Ibu suri Hafsa datang bersama Hatice, Gulfem dan Permaisuri Mahidevran. Hurrem memandang mereka dari kejauhan, Pandanganya bertemu dengan Permaisuri, Permaisuri berkata kepada pelayannya kenapa Alexandra berdiri sangat tinggi di atas mereka, dia menjadi sangat sebal dan sangat terganggu, dia minta Alexandra di bawa kepadanya.

Semula pelayannya menolak karena takut dengan keberadaan Ibu suri, tapi Permaisuri memaksanya.

Ditempat lainnya Sultan sedang mengatur strategi untuk menguasai Rhodes.Sultan berambisi sekali untuk menguasai Rhodes karena Rhodes adalah jalan menuju Mediteranian. Ibrahim mengusulkan untuk memecah belah mereka, Sultan menyetujuinya dan memintanya untuk mempelajari soal ini.

Diistana para Selir, tiba tiba Permaisuri berteriak memanggil Alexandra untuk menari didepan mereka, Semua orang yang berada disana kaget melihatnya. Daye , Nigar bahkan Ibu suri langsung berpaling ke arah Permaisuri mahidevran. Akhirnya Ibu Suri berkata “Ayolah , menarilah”

Hurrem kemudian bangkit berdiri kedepan Ibu Suri dan memulai tariannya, tariannya indah. Ibu suri menyukainya dan tersenyum. Permaisuri yang semula ingin mempermainkannya malah menjadi makin cemburu dan merasa sangat iri kepadanya.

“Bagus Alexandra, kau memang menggiurkan” Kata Permaisuri.

Alexandra menghentikan tariannya dan berkata ” Hurrem. Namaku bukan Alexandra lagi tapi Hurrem, Sultan sendiri yang memberikan nama itu kepadaku”

“Berkelakuanlah yang baik Alexandra” Kata Permaisuri

Hurrem menjawab” Kau sangat kasar” sambil memandang Permaisuri dengan melotot.

Ibu suri berpihak kepada Mahidevran yang lebih dekat kepadanya. Ia segera meminta Daye untuk membawa Hurrem pergi, dan memasukkannya ke dungeons (seperti sebuah penjara bawah tanah) . Sumbul mengikutinya, seharusnya kau bersikap lebih baik kata Sumbul kepada Hurrem.

Hurrem di penjaraDalam penjara Hurrem yang kesal memukul mukul tembok dengan tangan dan kakinya, kemudian ia memandang sekitar yang gelap, pengap , menakutkan dan berkata pada dirinya sendiri ” Aku tidak takut, aku tidak takut, aku adalah Hurrem , aku Hurrem…”

Dikamarnya Permaisuri tersenyum senang karena Alexandra telah dimasukkan ke tempat yang mengerikan dimana tikus disana sebesar kucing…

“Sekarang ia bisa menari dengan tikus..” katanya sambil tertawa senang.

Dalam penjara Hurrem bermimpi tentang masa lalunya yang kelam, ayah ibunya yang dibantai didepan matanya, perlakuan kasar yang ia terima selama perjalanan ke istambul, kemudian ketika ia dipaksa harus menjadi budak…dan ia bertekad akan membalas semua itu.

Ibrahim menjalankan perintah Sultan kepadanya, ia berkeliling ke pasar pasar untuk bertemu langsung dengan para rakyat. Rakyat puas dengan pemerintahan Suleiman, Syukur kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kemudahan. Dipasar Ibrahim tertarik dengan seorang pria yang duduk diatap rumah, menurut orang sekitar, ia gila, pekerjaannya hanya menggambar dan menulis sesuatu di bawahnya…orang orang menyebutnya matrakei. Ibrahim membawa Matrakei kepada Suleiman dan memperkenalkannya sebagai seorang yang luar biasa, ahli matematika dan master Matraka. Akhirnya Mereka berdua berkelahi menggunakan pentungan, tapi Sultan mengalahkannya.

Permaisuri Mahidevran menemui Hurrem di penjara, Jika Hurrem mau meminta maaf, permaisuri janji akan mengeluarkannya. Tapi Hurrem menolaknya..

“Aku tidak akan meminta maaf, aku tidak takut , namaku adalah Hurrem. Sultan memberikan nama itu pada hari kamis yang indah” kata Hurrem dengan lantang.

Permaisuri yang mendengarnya menjadi kesal dan marah “Jangan beri dia air, biarkan ia mati” katanya kepada penjaga.

Hurrem gelisah di penjara, mondar mandir kesana kemari. Wajahnya pucar karena tidak minum dan makan” Dimana kau Suleiman, dimana kau ” Katanya pada diri sendiri.

Sinopsis King Suleiman Episode 2 Part 3 – Suleiman melepaskan Hurrem dari penjara dan menghadiahinya dengan Cincin Berlian Hijau.

Sinopsis King SuleimanSinopsis King Suleiman Episode 2 Part 3 – Suleiman sedang mengukir emas di kamarnya, tiba tiba angin bertiup dari Jendela, ia menengok dan merasa tak enak. Sumbul Aga yang sedang menyalakan lampu dikamar dimintanya untuk membawa Hurrem ke kamarnya.

Dengan takut Sumbul berkata bahwa Hurrem ada dipenjara Dungeon.

“Bagaimana dia bisa disana? siapa yang memerintahkannya?” Tanya King Suleiman dengan marah.

“Ibu Suri Sultan” jawab Sumbul.

“Cepat pergi kesana dan keluarkan dia” Perintah Sultan Suleiman kepada Sumbul

“Pergi Sekarang ” kata Sultan dengan membentak kepada Sumbul, karena ia tak segera beranjak dari tempatnya. Sumbul sampai lari…hehehe

Dijalan Sumbul bertemu dengan Daye, ia meminta Daye menemui Ibu Suri. Ia akan mengeluarkan Hurrem sekarang juga sesuai perintah Sultan.

Sultan memanggil Ibrahim dan bertanya mengapa ini bisa terjadi dan dia tidak tahu. Ibrahim berkata bahwa ia tak diperbolehkan masuk ke harem sehingga ia tak tahu apa yang terjadi didalam.

“Kau harus tahu semua kejadian Ibrahim, Kau memiliki Seal, bahkan kamu harus tahu kapan dan dimana burung terbang. Jika sampai katu tak tahu , maka itu adalah salahmu” kata Sultan Suleiman kepada Ibrahim.

Hurrem pingsan dan di bawa kekamarnya, Sumbul meminta Nigar dan Ayse untuk membersihkannya. Hurrem membuka matanya … Ketika Suleiman masuk kekamar.

“My Hurrem ” kata Suleiman sambil mencium kening Hurrem.

“Kamu akan baik baik saja, istirahatlah” Kata Suleiman. Ia juga meminta pelayan untuk memperhatikan makannya, memberinya baju yang baru …dan terus memantau kondisinya.

Permaisuri Mahedevran berdandan dikamarnya, Gulsah memujinya..

“Kau bersinar seperti matahari, permaisuri. Wajahmu tampak tersenyum” katanya.

“Ya semalam tidurku lelap, setelah sekian lama aku tak bisa tidur nyenyak” kata Permaisuri.

Gulsah berniat mengatakan tentang Hurrem yang telah dikeluarkan dari penjara, tapi mahidevran buru buru menyelanya , ia tak ingin mendengar nama budak rusia itu dipanggil.

Ibu Suri menyuapi Mustafa. Ia memastikan kepada Mustafa bahwa ayahnya  setiap pagi akan selalu datang kepadanya untuk meminta restu. Tapi hari ini dia menunggu lama sekali….Sultan tak kunjung datang menemuinya. Yang datang malah Daye yang hendak melaporkan tentang data kekayaan Harem.

Daye tahu apa yang terjadi dengan Ibu permaisuri, kemudian ia menceritakan tentang kejadian semalam saat Suleiman meminta Hurrem dilepaskan.

” Aku tahu Daye, beginilah cara dia menghukum ibunya. Sarapan telah lewat dan ia tak datang . Semua terjadi hanya karena seorang budak kurang ajar. Dia sama sekali tidak menghargai kewenanganku” Kata Ibu Suri.

Hurrem sudah mulai membaik, ia ditemani Ayse dan Maria atau Gulva temannya. Nigar kalfa melarang maria dikamar Hurrem. Karena maria seorang budak, dan hanya selir yang boleh ada di kamar itu.

Seharian Sultan menjalankan tugasnya sebagai seorang Sultan, Menjelang malam hari ia menunggu Hurrem di balkon kamarnya.

Alexandra SuleimanSultan Suleiman tersenyum melihat kedatangan Hurrem dikamarnya. Hurrem tampak menawan dengan gaun indah berwarna Biru. Sultan mendatangi dan menciumnya, kemudian ia melepas selendang dan menutup mata Hurrem dengan selendang itu. Sultan membimbing Hurrem ke dalam kamar. Sultan menyematkan cincin berlian hijau ke jari Hurrem, kemudian Sultan mencium tangan Hurrem….

Bagaimanakah hubungan Ibu Suri dan Sultan Suleiman  selanjutnya? Apa yang akan dilakukan Mahidevran begitu ia tahu bahwa cincin yang sangat diinginkannya ternyata diberikan kepada Hurrem?

Lanjut ke Sinopsis King Suleiman Episode 3

Sumber :Sinopsis King Suleiman Episode 2 Part 3

Comments

comments

One Response

  1. Antwon March 4, 2016 Reply

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)