Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.135 – Raja jalal dihadapkan Kepada Dua pilihan Yang Sulit……

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.134- Raja jalal menyamar menjadi perampok untuk melihat seberapa besar keberanian pangeran salim untuk melindungi ibunya….

Raja jalal menyuruh rasyid kembali bekerja, ratu rukaiya kesal dan akan mengundurkan diri. Raja Jalal berhasil meyakinkanya……..

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.135 berikutnya….

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.135 – Pangeran salim gelisah………dan ketakutan.

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.135 – Anak anak berkumpul dengan membawa peralatan untuk berlatih perang.

Murad selalu menunjukkan keiriannya kepada salim…karena haidar selalu memanasinya.

“Salim, apakah kamu tahu bagaimana caranya mengenai sasaran yang kita inginkan ??”ejek Murad

“Aku tahu dengan baik !” jawab Salim,

Kemudian murad berkata bagaimana kalo mereka mengadakan kompetisi, salah seorang yang bisa memanah buah mangga itu, itulah pemenangnya.

Pangeran salim menyanggupinya……….

Murad lebih dahulu memanah, dan buah mangga itu jatuh….kemudian tiba giliran pangeran salim, tapi ia gagal menjatuhkan mangga itu dengan panahnya…

Murad terus mengejeknya….”Salim, kamu ini seorang pewaris tahta kerajaan tapi kenapa kamu tidak bisa mencapai sasaranmu ke buah mangga itu ???”ejek Murad

“Salim, kamu itu tidak pantas mendapatkan peralatan panah yang bagus itu, kamu seharusnya memberikannya ke Murad” kata haidar.

Salim berkata alat itu dari ibunya, dia takkan memberikanya kepada siapapun…tapi murad berusaha merebutnya. Kemudian datang prajurit yang mengatakan bahwa rahim sudah menunggu mereka semua…

Salim menyadari sesuatu

“Baiklah, ayoo kita ke sana, jangan lupa Salim kamu juga harus kesana, kita akan berlatih bersama……….”kata Haidar sambil berlalu dari sana diikuti oleh anak anak yang lain.

Sementara itu Salim diam saja, dia hanya memperhatikan pohon mangga yang ada didepannya….

Rahim meminta para prajurit untuk melawan pangeran 2 kecil itu bermain pedang…..anak anak berlatih dengan serius kecuali salim….ia masih teringat bagaimana murad dan haidar mengejeknya….

Rahim mendekati pangeran salim dan memintanya untuk berkonsentrasi kemudian ia menunjukkan kepada salim bagaimana memainkan pedang yang benar….

Latihan dihentikan , mereka akan beristirahat kemudian dilanjutkan dengan latihan memanah….

Lagi………murad dan haidar mengejek salim…..salim makin kesal kepada keduanya dan ingin menunjukkan bahwa iapun bisa.

Dikebun istana============

Nadira dan kawannya qodir dan sakinah sedang melempari buah mangga tapi tak ada yang jatuh, kemudian qodir berkta ia akan naik dan mengambilnya………..

Pada saat yang sama pangeran salim sedang mengarahkan panahnya, tapi tiba tiba ada suara mengaduh, qodir jatuh……..

Nadira melihat salim memgang busur panah, salim yang ketakutan kemudian lari………..

Pangeran salim membuat kesalahan

Kondisi qodir sangat parah….seorang tabib tampak merawatnya…..”Qadir saat ini dalam keadaan yg kritis, kita harus menungggu sampai nanti malam, mudah mudahan Qadir bisa melewati masa kritisnya…” kata si tabib.

“Ya aaa …. Allah, anak dan menantuku telah meninggal semua, aku cuma punya Qadir, satu satunya cucuku ini, kenapa dia menyerang Qadir ? siapa dia yang telah menyerang Qadir ??” ujar nenek Qadir,

Nadira kemudian berkata bahwa pangeran salim yang melakukannya………

Si tabib memarahi nadira karena menuduh sembarangan, nadira meminta nenek qodir untuk datang keistana dan meminta keadilan kepada raja jalal…

Sementara itu didalam istana, Salim berlari menuju kamar ibunya, dan langsung duduk diatas tempat tidur dengan hati yang gelisah, perasaannya berbaur menjadi satu antara takut, sedih, was was cemas dan lain sebagainya……………..
Jodha yang saat itu sedang merawat rambutnya dengan wewangian ditemani oleh Shamshad dan salah seorang pelayan langsung merasa ada yang tidak beres pada anaknya……………
Tapi salim tak mau mengakui…………….ia makin gelisah dan was was, bayangan seorang anak yang terkena panahnya kembali terlintas…akhirnya ia tertidur.
Pangeran salim gelisah
Akhirnya nenek qodir membawa cucunya masuk ke istana…………pangeran salim melihatnya. Ia makin ketakutan….
Dirumah zil bahar meminta nadira untuk tutup mulut jika raja jalal nanti menanyainya……..tapi nadira ngotot dia akan mengatakan yang sebenarnya kepada raja…
“Cukup Nadira !! Raja Jalalludin adalah penguasa kita disini dan Pangeran Salim hanyalah seorang anak kecil, dia mungkin telah berbuat kesalahan, tapi ini bukan dosa, ini hanya sebuah kesalahan yang tidak sengaja jadi lebih baik kamu tutup mulutmu didalam persidangan nanti !” tegas zil bahar….

Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.135 – Keadilan untuk qodir….

cara CEPAT-KURUS-LANGSING-3-HARItombol-Beli-Sekarang FIFORLIF

Raja jalal sedang memimpin sidang…………sekarang tiba giliran nenek qodir yang masuk.

Raja jalal bertanya siapa yang melukai cucunya, dan ia akan memberikan hukuman yang setimpal untuk orang tersebut…

“Pelakunya adalah …. Pangeran Salim, Yang Mulia…………..” ujar nenek Qadir.
Jalal dan semua yang hadir disana sangat terkejut mendengar nama Salim disebut sebagai pelakunya.
“Nenek, kamu tau siapa yang kamu tuduh ituu ???”tanya Jalal,
“Iyaaa … saya tahu Yang Mulia, tapi itulah kenyataannya………….”ujar nenek Qadir.
“Perempuan tua ini mungkin tidak waras, Yang Mulia ! atau ini adalah tipu dayanya untuk menghina Kesultanan Mughal !!” kata ratu Rukaiya dengan sinis….
Kemudian raja jalal memanggil salim untuk datang kepersidangan, Salim memberikan salam pada ayahnya tapi tubuhnya gemetar ketakutan……………..
Raja jalal menanyai salim
“Sekhu Baba, anak yang ada didepanmu itu sedang tidak sadarkan diri, dia terkena anak panah, ayah ingin tahu … apakah kamu yang melukainya, jawab ayah ???” tanya Jalal ke Salim,  tapi salim tidak mengakuinya……..
Nenek qodir kemudian berkata ada seorang saksi , seorang anak perempuan………
Jalal langsung menyuruh para prajurit untuk membawa Nadira masuk kedalam ruang sidang, tak lama kemudian Nadira memasuki ruang sidang ditemani oleh ibunya Zil Bahar, Nadira pun memberikan salam pada Jalal.
Salim langsung menatap Nadira dengan perasaan was was, Nadira juga memandangnya dengan perasaan penuh kebencian..
“Nadira, kata nenek tua ini Salim telah melukai cucunya, aku ingin tahu apakah kamu melihat Salim melukai anak ini ???” tanya Jalal.
Nadira tampak kebingungan, kemudian dia menoleh kebelakang menatap ibunya untuk mendapatkan dukungan….akhirnya dia mengatakan yang sebenarnya….
Raja jalal murka….”Sekhu Baba ! kenapa kamu berbohong tadi ke ayah ??? ayah tidak tahu siapa yang berbohong diantara kalian, apakah anak perempuan ini atau kamu !. katakan yang sejujurnya ekhu baba!!!”” bentak Jalal
Salim menangis menyadari kealahannya
“Waktu itu … waktu itu … aku hanya mau memanah buah mangga, ayah … aku tidak tahu kalo ternyata anak panahku mengenai anak lain,  aku tidak sengaja memanah dia, ayah … maaf kan aku, ayah …” ujar Salim ketakutan sambil menangis
“Sebuah kesalahan dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja itu tidak menjadi masalah tapi kenapa kamu bohong sama ayah, Sekhu Baba !” bentak Jalal.
Perasaan Jalal benar benar tidak menentu saat itu di satu sisi dia adalah ayah dari pelaku tapi disisi lain dia adalah seorang Raja yang harus bisa memberikan keadilan untuk rakyatnya………….
“Nenek, maafkan kami atas semua yang terjadi pada cucumu ini tapi aku berjanji bahwa pelakunya pasti akan aku hukum ! aku akan memberikan keputusannya besok ! Pangeran Salim akan di tahan di dalam istana dan dia hanya boleh didalam kamarnya saja !!” kata Jalal .
Kemudian Jalal menyuruh Todar Mal untuk mengawasi Salim, Salimpun mulai menangis, Jalal sangat marah melihat Salim dan langsung mengakhiri sidang pada hari itu…….
Dikamar ibunya salim menangis sesenggukan….”aku sungguh tak sengaja melakukannya ibu……..tolonglah aku mintalah kepada ayah agar tidak menghukumku……..”kata salim. Kemudian dipeluknya putranya erat erat………
Pangeran salim melakukan kesalahan
Malam itu nenek Qadir hanya bisa menangis meratapi nasibnya, untungnya para tetangga datang memberikan dukungan untuk sang nenek, saat itu mereka sedang mengobrol di depan teras gubuk nenek Qadir, tak berapa lama kemudian Jalal dan Todar Mal datang kesana dalam penyamaran, Jalal mendengar semua keluhan si nenek……………..
Dirumah zil bahar…………ia mengemasi barang2nya dan berkata kepada suaminya, mereka harus meninggalkan mughal…..dia sudah tidak merasa aman, karena sekarang seluruh keluarga kesultanan mughal akan menentangnya….
“Aku tidak mau meninggalkan tempat ini, buuu …Aku hanya mengatakan apa yang benar dan aku tidak melakukan kesalahan apapun”kata Nadira lagi sambil memegang gelang kakinya.
“Yaaa … tapi karena kamu, Ratu Rukaiya telah memecat ayahmu, mungkin bisa jadi dia akan melenyapkan kita dari muka bumi ini, Nadira……….”ujar Zil Bahar….
Apa yang akan terjadi selanjutnya??? ikuti terus Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.136
Sumber :Sinopsis Lengkap Jodha Akbar Bag.135

Comments

comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Matur suwun .. Tlg Jangan di copy content ini :)